<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538</id><updated>2011-11-28T06:51:19.003+07:00</updated><category term='Map'/><category term='hikayat'/><category term='berita'/><category term='curhat'/><category term='artefak'/><category term='lepas'/><category term='tauladan'/><category term='artikel'/><title type='text'>Banda Naira</title><subtitle type='html'>The Ring of Pearl</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>65</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-5880512157964354142</id><published>2011-09-26T13:09:00.005+07:00</published><updated>2011-09-26T13:20:58.800+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauladan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Pesan Damai  "Almascatie"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sebuah narasi persahabatan Islam-Kristen dengan judul 'Nilai SMS Almascatie' dibacakan dalam Ibadah Minggu di Gereja Maranatha. Aprino Berhitu, sang penulis narasi yang beragama Kristen, menceritakan persahabatannya dengan seorang Muslim bernama Almascatie.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Inilah isi narasi 'Nilai SMS Alamscatie' yang dibuat berdasarkan isi SMS antar kedua sahabat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain dirimu, jagalah juga ayah dan ibumu. Saya mencintai keluargamu. Ambon seperti ini karena kita sedang diperalat. Saya tidak mau hal ini terjadi, sebaiknya kita bertemu untuk bersama-sama mencari solusinya,'' ucap Aprino Berhitu saat membacakan isi SMS Almascatie dalam narasi karyanya. ''Tolong kendalikan orang-orang di sekelilingmu. Tetaplah berdoa, saya akan selalu mendoakanmu, Rino. Hati-hati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisannya, Aprino juga menyatakan, meski berbeda agama, dirinya sangat menyayangi Almascatie sebagai saudara sesama orang Maluku yang harus menjaga perdamaian di tanah kelahiran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami anak Maluku sedang dibodohi untuk kepentingan suatu kelompok. Di akhir sms (short message service) pada Almascatie hari itu, saya mengatakan padanya bahwa saya Nasarani mencintai dia yang Muslim," katanya(sumber: Republika)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-5880512157964354142?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/5880512157964354142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=5880512157964354142&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/5880512157964354142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/5880512157964354142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2011/09/pesan-damai-almascatie.html' title='Pesan Damai  &quot;Almascatie&quot;'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-3889062995193060857</id><published>2011-05-30T06:24:00.005+07:00</published><updated>2011-05-30T06:39:04.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artefak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sejarah Banda Naira</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;SEJARAH UANG KERTAS BANGA EROPA DIMULAI DARI BANDA NAIRA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-tDIAzuOPGKc/TeLW3M1baZI/AAAAAAAAAbk/eU7KOXEONfc/s1600/200px-Sejarahuangkertasdiindonesia02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 155px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-tDIAzuOPGKc/TeLW3M1baZI/AAAAAAAAAbk/eU7KOXEONfc/s320/200px-Sejarahuangkertasdiindonesia02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612284329483528594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Satu lagi kilas  balik sejarah yang menempatkan Banda Naira sebagai kota paling bersejarah di indonesia yaitu : sejarah penggunaan Uang kertas pertama di indonesia berawal dari banda, hal ini pula yang mengilhami penerbitan uang kertas moderen bangsa eropa lainnya seperti  Swedia 1661, Inggris 1694, Norwegia 1695, Perancis 1701.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa awal perkembangan uang kertas di Indonesia tak lepas dari pengaruh imperialisme asing (Belanda, Inggris, dan Jepang). Sejak kedatangan bangsa-bangsa asing, terutama para pedagang yang memperkenalkan berbagai jenis mata uang logam asing sebagai alat pembayaran dalam perdagangan dengan penduduk setempat sampai pengedaran mata uang logam khusus berlaku di kepulauan Nusantara 1602-1799, tidak dipergunakan uang kertas. Meskipun kertas telah dikenal di Indonesia pada abad XVII, sumber-sumber tertulis asing terutama dari bangsa Belanda dengan perwakilan dagang dan kekuasaannya Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC) 1602–1799 tidak pernah menyebutkan penggunaan uang kertas tetapi uang logam sebagai alat pembayaran utama di kepulauan Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-tchEGiFtvZE/TeLXMmX3FWI/AAAAAAAAAbs/BTjJHht5Lio/s1600/200px-Sejarahuangkertasdiindonesia03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 111px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-tchEGiFtvZE/TeLXMmX3FWI/AAAAAAAAAbs/BTjJHht5Lio/s320/200px-Sejarahuangkertasdiindonesia03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612284697116087650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Terkecuali, satu-satunya sumber tertulis Belanda yang melaporkan penerbitan uang kertas darurat oleh penguasa VOC di Pulau Banda pada Tahun 1659, dikarenakan kesulitan uang kecil dari bahan logam. Beberapa waktu setelah pengeluaran uang kertas karton darurat Kota Leiden 1576 dan saham pertama VOC di dunia 1606. Uang kertas Banda 1659 ini mendahului penerbitan uang kertas modern bangsa-bangsa barat: Swedia 1661, Inggris 1694, Norwegia 1695, Perancis 1701.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa kekosongan yang panjang (1659-1782) Bank pertama Bataviaasch Bank Courant (1746) dan Bank Van Leening mengeluarkan surat-surat bank dalam berbagai pecahan (1748-1752). Beberapa Tahun sebelum pembubarannya, VOC menyadari perlunya alat pembayaran dari kertas untuk transaksi besar yang dikenal sebagai “Surat Hutang Kompeni” (Compagnie Kredietbrieven) pada Tahun 1782. Instrumen moneter ini sering dianggap sebagai uang kertas pertama di Indonesia. Pada waktu yang hampir bersamaan penguasa VOC di Ceylon (Srinlanka) juga menerbitkan instrumen sejenis pada Tahun 1785 dan seterusnya. Uang “Surat Hutang Kompeni 1782” Ini beredar dalam jumlah hampir tidak terbatas sehingga turun nilainya menjadi 85%. Antara Tahun 1782-1799, VOC mengeluarkan beberpa emisi surat Hutang (Kredietbrieven) dengan pecahan berbeda-beda. Pemalsuan atas surat Hutang 1782 ini merupakan yang pertama kali di Indonesia. (&lt;a href="http://blog-apa-aja.blogspot.com/"&gt;source&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-3889062995193060857?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/3889062995193060857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=3889062995193060857&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3889062995193060857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3889062995193060857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2011/05/sejarah-banda-naira.html' title='Sejarah Banda Naira'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-tDIAzuOPGKc/TeLW3M1baZI/AAAAAAAAAbk/eU7KOXEONfc/s72-c/200px-Sejarahuangkertasdiindonesia02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-2573392338307708112</id><published>2010-06-20T10:22:00.010+07:00</published><updated>2010-06-20T11:04:45.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Banda Naira Juli 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2M4tzPM5I/AAAAAAAAAaQ/63cJ_01TMJc/s1600/Bandanaira,+Sail+Banda.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 219px; height: 153px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2M4tzPM5I/AAAAAAAAAaQ/63cJ_01TMJc/s320/Bandanaira,+Sail+Banda.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484694827202196370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2KDJdr_GI/AAAAAAAAAZ4/gtyV5TVASOQ/s1600/Banda+Naira,+Sail+Banda.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 218px; height: 153px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2KDJdr_GI/AAAAAAAAAZ4/gtyV5TVASOQ/s320/Banda+Naira,+Sail+Banda.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484691707891809378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2M5B5CK6I/AAAAAAAAAaY/CDdewPyFgTY/s1600/Bandanaira,+Sail+Banda+2010.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 219px; height: 153px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2M5B5CK6I/AAAAAAAAAaY/CDdewPyFgTY/s320/Bandanaira,+Sail+Banda+2010.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484694832595217314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2KDgLZqjI/AAAAAAAAAaA/ys8_YM-1g1o/s1600/Banda+Naira,+Sail+Banda+2010.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 219px; height: 153px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2KDgLZqjI/AAAAAAAAAaA/ys8_YM-1g1o/s320/Banda+Naira,+Sail+Banda+2010.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484691713989126706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2M6nfXJlI/AAAAAAAAAaw/6zrpq5O3oRc/s1600/Sail+Bandanaira+2010.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 219px; height: 153px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2M6nfXJlI/AAAAAAAAAaw/6zrpq5O3oRc/s320/Sail+Bandanaira+2010.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484694859867956818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2M6GZKl-I/AAAAAAAAAao/YeJGmTzfAJ0/s1600/Sail+Banda+Naira+Banda+Neira+Bandaneira+neira.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 219px; height: 153px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2M6GZKl-I/AAAAAAAAAao/YeJGmTzfAJ0/s320/Sail+Banda+Naira+Banda+Neira+Bandaneira+neira.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484694850983598050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2M5tjPvzI/AAAAAAAAAag/7pA1b91ZMwU/s1600/Sail+Banda+Naira+2010.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 219px; height: 153px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2M5tjPvzI/AAAAAAAAAag/7pA1b91ZMwU/s320/Sail+Banda+Naira+2010.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484694844314992434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2KCrC7obI/AAAAAAAAAZw/A8lK9Cwow0Q/s1600/Banda+Naira+Banda+Naira.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 219px; height: 153px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2KCrC7obI/AAAAAAAAAZw/A8lK9Cwow0Q/s320/Banda+Naira+Banda+Naira.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484691699726524850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2KCCVMljI/AAAAAAAAAZo/6VtI6IyheEo/s1600/01+Banda+Naira,+Sail+Banda+2010.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-2573392338307708112?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/2573392338307708112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=2573392338307708112&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2573392338307708112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2573392338307708112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2010/06/banda-naira-juli-2009.html' title='Banda Naira Juli 2009'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/TB2M4tzPM5I/AAAAAAAAAaQ/63cJ_01TMJc/s72-c/Bandanaira,+Sail+Banda.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-2573622758783696374</id><published>2010-06-17T23:15:00.001+07:00</published><updated>2010-06-17T23:16:57.546+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Map'/><title type='text'>PETA BANDA NAIRA 2010</title><content type='html'>&lt;iframe width="425" height="350" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://maps.google.com/?ie=UTF8&amp;amp;ll=-4.532676,129.91333&amp;amp;spn=0.068792,0.151234&amp;amp;t=f&amp;amp;z=13&amp;amp;ecpose=-4.66695091,129.91333322,15116.54,-0.001,44.643,0&amp;amp;output=embed"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;&lt;a href="http://maps.google.com/?ie=UTF8&amp;amp;ll=-4.532676,129.91333&amp;amp;spn=0.068792,0.151234&amp;amp;t=f&amp;amp;z=13&amp;amp;ecpose=-4.66695091,129.91333322,15116.54,-0.001,44.643,0&amp;amp;source=embed" style="color:#0000FF;text-align:left"&gt;View Larger Map&lt;/a&gt;&lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-2573622758783696374?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/2573622758783696374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=2573622758783696374&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2573622758783696374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2573622758783696374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2010/06/peta-banda-naira-2010.html' title='PETA BANDA NAIRA 2010'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-5297052539637752166</id><published>2010-06-17T22:37:00.003+07:00</published><updated>2011-05-30T06:35:12.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>SAIL BANDA  [5]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SAIL BANDA 2010: EVENT DUNIA UNTUK KESEJAHTERAAN ORANG MALUKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;AMBON, MALUKU - Upaya serius Pemerintah untuk membangun citra baik provinsi Maluku setelah dirusak oleh kekerasan sektarian 11 tahun lalu pantas diberi penghargaan yang tinggi. Pemerintah pusat sepenuhnya mendukung pemerintah provinsi Maluku dan masyarakat lokal untuk menggelar even-even pariwisata baik ditingkat nasional maupun internasional. Dan sekarang Maluku menjadi tuan rumah acara laut internasional disebut "Sail Banda Naira 2010," dijadwalkan berlangsung dari Juli hingga Agustus tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat diikuti oleh ratusan yacht dari seluruh dunia, Setting Sail Banda dimulai berlayar dari Darwin, Australi dimana pada tanggal 24 Juli 2010, Sail Bandanaira diharapkan dapat membuka mata dunia internasional bahwa Propinsi Maluku telah aman dan nyaman dinikmati oleh para turis sekaligus juga kepada para investor asing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti yang dikemukakan oleh Wakil Gubernur Maluku Said Assagaff, konflik horizontal di provinsi itu 11 tahun yang lalu memang memiliki dampak buruk pada ekonomi, investasi, pariwisata, dan fasilitas infrastruktur di provinsi "dari satu pulau ribuan."  Tapi setelah konflik itu diselesaikan pada tahun 2003, pemerintah setempat mulai membangun kembali Maluku dan membuat segala upaya untuk mengembalikan masyarakat lokal `s image ramah dan cinta damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Assagaff, pemulihan berbagai sektor di Maluku setelah konflik sektarian itu memerlukan sejumlah besar dukungan keuangan dari pemerintah dan berbagai pihak, tetapi telah dimanfaatkan karena tujuannya adalah untuk membangun atau memperbaiki provinsi `s gambar di masyarakat internasional `s mata. Itu dari sudut pandang ini bahwa Maluku dipercayakan oleh pemerintah untuk tuan rumah acara mendatang laut internasional Sail Banda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara dalam kapasitasnya sebagai ketua Banda Sail panitia lokal, Assagaff mengatakan persiapan untuk acara laut internasional kini 90 persen selesai. Dimana fasilitas infrastruktur khawatir, kata Assagaff, Maluku `s entry point utama, yaitu` s Pattimura Ambon Bandara Internasional dan Yos Sudarso pelabuhan laut, sudah siap untuk menangani kedatangan Banda diharapkan peserta Sail dan pengunjung. Selain itu, cabang Maluku dari Tour Indonesia dan Asosiasi Agen Perjalanan (Asita) serta hotel dan restoran operator telah diminta untuk bekerja sama dalam membuat acara Sail Banda sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assagaff mengatakan fasilitas pendukung bandara Pattimura dan Yos Sudarso pelabuhan laut, termasuk jembatan dan jalan di Ambon, Banda, dan Kisar juga disiapkan untuk acara tersebut.Untuk memberikan Sail Banda peserta dan penonton dengan akomodasi yang nyaman, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu pada Senin, 14 Juni 2010 meresmikan pembukaan formal Ambon `s pertama pengunjung standar internasional` akomodasi, Swiss Bell Hotel. Pada kesempatan tersebut, Gubernur berharap kehadiran hotel baru akan mendukung event internasional mendatang Banda Sail 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kehadiran Hotel Bel Swiss dengan layanan profesional dan jaringan internasional akan meningkatkan kepercayaan wisatawan dan Banda Sail peserta di Maluku` s keamanan, "kata Ralahalu. Dia mengakui bahwa membangun kepercayaan internasional di Maluku `s kondisi keamanan yang kondusif tidak mudah karena butuh waktu yang lama untuk melakukannya setelah provinsi itu robek oleh konflik sektarian tiga tahun pada tahun 1999-2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ralahalu mengatakan dengan pembukaan hotel dengan standar internasional yang baru, peserta dan penonton acara Sail Banda tidak perlu khawatir tentang tempat tinggal di Ambon. The Swiss-Belhotel yang menawarkan fasilitas mewah dan jaringan internasional di kota provinsi Maluku Ambon pemandangan benar-benar mulai beroperasi secara informal terakhir Masy 2, 2010 dalam kaitannya dengan Hari Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Wakil Gubernur Assagaff mengatakan sebuah pertemuan dengan 11 bupati dan walikota kota diadakan untuk mendorong partisipasi aktif mereka dalam membuat Sail Banda sukses. Assagaff mengatakan bahwa bahkan sebelum rally yacht Internasional dari Darwin ke Ambon dari Juli 24-Agustus 17, dampak positifnya sudah dirasakan oleh orang-orang di Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak positif, menurut Assagaff, yang antara lain pemerintah `s pelayanan kesehatan gratis melalui" Operasi Surya Baskara Yaya "untuk menyediakan layanan healtcare gratis kepada masyarakat setempat dengan dukungan dari US Navy` s rumah sakit terapung USNS Mercy. Selain penyediaan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat Maluku di pulau-pulau terpencil, ada juga akan menjadi misi sipil pada tanggal 30 Juli ketika sekitar 2.000 pemuda akan berpartisipasi dalam drive penanaman bakau di sepanjang pantai Ambon `s batin Teluk sebagai bagian dari Sail Banda acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sail Banda 2010 Civic Misi koordinator Fat Bassalamah mengatakan disini pada hari Sabtu bahwa selama setiap drive 2.000 pemuda akan menanam satu pohon bakau. "Setidaknya 2.000 pemuda dari Gereja Protestan Maluku, Maluku mesjid, sekolah tinggi dan mahasiswa, dan boyscouts, akan ambil bagian dalam` satu orang, satu pohon mangrove `drive tanam," kata Bassalamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, bibit mangrove sedang dipersiapkan melalui koordinasi dengan Dinas Kehutanan Maluku bekerjasama dengan unit eksekutif teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Untuk pemerintah provinsi Maluku, Sail Banda akan menjadi event untuk mempromosikan provinsi `s sumber daya alam, budaya tradisional dan seni, serta potensi wisata kepada kedua investor domestik dan asing. khususnya potensi di Ambon, Banda, dan Pulau Kisar di Southwes Maluku (MBD) kabupaten.(&lt;a href="http://www.antaranews.com/"&gt;source&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-5297052539637752166?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/5297052539637752166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=5297052539637752166&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/5297052539637752166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/5297052539637752166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2010/06/sail-banda-5.html' title='SAIL BANDA  [5]'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-3862515640309033825</id><published>2010-06-09T06:45:00.006+07:00</published><updated>2010-06-17T10:26:14.289+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Cerita dari Selat Lonthoir, Banda Naira.....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DISTRIBUSI SPASIAL IKAN BERONANG (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siganus canaliculatus&lt;/span&gt;) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DI PADANG LAMUN SELAT LONTHOIR, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEPULAUAN BANDA, MALUKU1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Munira&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;, Sulistiono&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &amp;amp; Zairion&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial ikan beronang pada tiga daerah segmentasi lamun di Selat Lonthoir yang dilakukan sejak bulan Juli sampai Desember 2009.  Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kerapatan rata-rata jenis lamun di ketiga stasiun berkisar antara 7.48 hingga 235.50 teg/m2 dengan kerapatan jenis tertinggi adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cymodocea rotundata&lt;/span&gt; di stasiun 1 dan 2 serta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thallasia hempricii&lt;/span&gt; di stasiun 3. Kelimpahan ikan tertinggi ditemui pada stasiun 1 dan yang terendah adalah stasiun 2. Uji non parametrik Kruskal-Wallis Test terhadap kelimpahan ikan beronang baik pada ikan jantan maupun betina di ketiga stasiun menunjukkan bahwa distribusi kelimpahannya tidak berbeda nyata. Analisis Faktorial Koresponden yang diverifikasi dengan Analysis Cluster memperlihatkan adanya dua kelompok habitat. Kelompok pertama adalah stasiun 1 dan Kelompok kedua terdiri dari stasiun 2 dan 3.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kata kunci&lt;/span&gt;: distribusi spasial, ikan beronang, padang lamun, Selat Lonthoir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------&lt;br /&gt;1) Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Ikan VI &amp;amp; Kongres Masyarakat Iktiologi Indonesia III di Cibinong-Jabar, 8-9 JUni 2010&lt;br /&gt;2) Sekolah Tinggi Perikanan Hatta-Sjahrir Banda Naira&lt;br /&gt;3) Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK IPB&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-3862515640309033825?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/3862515640309033825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=3862515640309033825&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3862515640309033825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3862515640309033825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2010/06/cerita-dari-selat-lonthoir-banda-naira.html' title='Cerita dari Selat Lonthoir, Banda Naira.....'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-7551758449201805855</id><published>2010-06-08T19:28:00.003+07:00</published><updated>2010-06-08T19:49:58.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>MISTERI LAUT BANDA...............</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MISTERI LAUT BANDA; POTENSI INDONESIA BAGIAN TIMUR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu sisi kawasan Laut Banda belakangan ini menjadi ramai dibicarakan setelah kasus Amdal Pulau Yamdena diangkat ke permukaan oleh Komisi IV DPR RI yang memprihatinkan pengusahaan hutan di sana. Pembaruan saja sedikitnya menurunkan tulisan tentang itu dalam tiga kali terbitan, yaitu edisi 12/07/92, 28/06/92, dan 24/06/92. Anggota Kepulauan Tanimbar yang terbentuk dari batuan napalan, gamping, dank oral ini seakan menjadi primadona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian tersebut muncul karena kekhawatiran terhadap kesalahan dalam pengusahaan sumber daya hutan tropis di sana, sehingga tidak terulang lagi seperti kasus penghijauan yang berlangsung sangat lama di daerah Gunung Kidul –yang kondisinya tidak jauh berbeda dari kondisi batuan Yamdena- akibat kekritisan lahannya. Itulah salah satu yang melandasi timbulnya polemik berkepanjangan, terlebih dalam asas pembangunan berkelanjutan yang kita anut selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Yamdena di sisi timur Laut Banda yang dikhawatirkan menjadi kritis bila pengusahaan hutannya keliru, maka lain pula sisi barat laut Laut Banda yang kaya potensi sumber daya geologi dan pertambangan yang baru sebagian tergarap saat ini. Keduanya menunjukkan hal yang saling berlawanan. Yang satu dihantui kekritisan lahan, yang lain menjanjikan potensi sebagai penunjang pembangunan di IBT (Indonesia Bagian Timur).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sisi lain Laut Banda Naira, yang merupakan kawasan yang menjanjikan ini, kehadirannya tidak lain akibat dukungan dari gaya tektonik yang berlangsung secara evolusif sepanjang sejarah geologi. Hal ini menjadikan Laut Banda sebagai daerah “unik” dari segi kebumiannya yang kaya gunung di dasar laut dengan aktivitas vulkanismenya, memiliki palung dalam, dan kaya gempa bumi yang sering mengusik data rekaman seismik para pakar Eropa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertigaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang garis pertemuan antarlempeng tektonik, yang membentuk Kepulauan Indonesia, maka Laut Banda berada pada daerah pertigaan. Garis pertemuan megalempeng tektonik, pembentuk Indonesia, bertemu di sana dan menjadikan spesifiknya struktur tektonik daerah Laut Banda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerahnya memiliki struktur yang membentuk pola “mangkok oval” dengan sumbu panjang hampir barat-timur. Kemiringannya dari sedang sampai terjal ke arah pusat Laut Banda, sehingga dorongan gaya tektonik seakan datang dari segala arah. Kecuali dari arah barat relatif kecil yang memberikan kesan pada posisi bertahan dan terangkat kea rah barat serta tepi-tepinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resultan gaya tektonik di daerah ini cukup besar berlangsung malar dan evolusif. Hal itu mampu membentuk statigrafik setempat berlapis tak ubahnya proses pembentukan lapisan magnetic secara periodik pada ridge Atlantik Tengah. Dengan demikian menjadikan daerah tepian barat Laut Banda berpotensi geologi dan pertambangan yang menjanjikan dalam pembangunan Indonesia khususnya IBT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah tepian barat Laut Banda pun, terutama sisi selatan “mangkok oval” berlangsung proses geologi yang sampai saat ini masih berlangsung. Dapat kita ikuti pertumbuhan titik-titik vulkanik sepanjang busur Banda sampai Flores dan kepulauannya. Dua tahun silam di daratan Flores terjadi peristiwa geologi langka, yaitu lahirnya sebuah gunung api yang belakangan diberi nama Gunung Anak Ranakah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Media Aspal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hasil bentukan dari gaya tektonik daerah ini sepanjang tepi bagian barat “mangkok oval” Banda dapat kita jumpai dua daerah tambang potensial yang sedang berkembang pesat dewasa ini, antara lain tambang logam mulia emas, perak, tembaga, dan nikel dengan kadar yang sangat bervariasi di Pulau Wetar. Hal ini menjadikan pulau di ujung selatan Maluku itu menjadi resort pertambangan baru serta daerah tambang aspal alam kita di Pulau Buton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi dan sejarah kedua daerah tambang ini merupakan produksi dari gaya tektonik daerah Laut Banda. Arahnya ke daerah tambang ini seakan memompa angkat massa kulit bumi di sana. Gaya tektonik ini seakan mengangkat secara perlahan dengan gaya yang mahabesar kulit bumi bersama mineral yang terkandung di dalamnya ke atas permukaan laut. Ini merupakan daerah singkapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkapan ini merupakan cirri khas daerah tambang di IBT, sehingga kegiatan penambangannya tidak memiliki lubang tambang dan terowongan yang kompleks seperti daerah tambang di luar negeri. Yang tentunya dari segi investasi yang ditanam dalam usaha penambangannya relatif menjadi lebih murah dan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk daerah pertambangan aspal alam Buton, lokasi pertambangannya terlihat jelas dibantu oleh gaya tektonik yang berarah ke barat dari tektonik Banda ini. Juga dorongan kea rah timur oleh basin Bone yang menjadikan akumulasi massa di daerah Buton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pandangan massa yang terakumulasikan oleh gaya ini, maka sangat menguntungkan posisi tambangnya. Karena menjadikan pulau ini secara geologi sebagai pulau yang tumbuh terus sehingga secara tidak langsung akan mengangkat media aspal, selain prosesnya merupakan proses pembentukan aspal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sedang Digarap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain, yaitu sisi barat laut, Laut Banda yang merupakan busur kepulauan vulkanik terlihat jelas adanya aktivitas vulkanik, baik berupa banyaknya titik-titik vulkanik, letusan gunung api, serta kelahiran gunung api di dasar laut maupun di darat seperti di Flores.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk daerah Flores dan kepulauannya dapat dijumpai beberapa titik panas bumi potensial, tinggalan aktivitas vulkanik, antara lain dari arah barat ke timur dapat kita jumpai Gunung Beliling (1.300m), Gunung Iya (1.363m), Gunung Gunung Cucurumbeng (1.750m), Gunung Ranakah (2.400m), Gunung Nambu (1.957m), Gunung Munde (1.448m), Gunung Inerie (2.245m), Gunung Ambulombo, Gunung Klambo (1.361), Gunung Wonowata (1.200m), Gunung Egong (1.703m), Gunung Wengor (1.560m), Gunung Lewero (1.284m), Gunung Muna (1.423m), Gunung Potomana (1.763m), dan Ulumbu yang dikabarkan eksplorasinya tersendat akibat proses tender yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu merupakan potensi panas bumi yang sangat menunggu digarap dalam usaha penganekaragaman sumber daya energi di Indonesia. Serta meringankan sandaran terhadap sumber daya energi dengan bahan baku minyak dan gas bumi. Potensi serta kelangsungan operasional eksplorasi sumber energi panas bumi di sana tidak perlu disangsikan karena proses geologi akibat gaya tektonik produksi pertemuan tiga megalempeng di daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frekuensi gempa bumi yang tinggi di Laut Banda, bahkan hampir setiap tahun ada yang magnitudonya 7 sampai 8 Skala Richter, merupakan trigger yang membangkitkan aktivitas dari masa jedanya dan memompa magma dan panas bumi untuk naik ke permukaan. Hal ini banyak dikaitkan dengan seringnya gunung di busur ini mengalami “batuk-batuk” sampai meletus. Bahkan untuk Flores, yang potensi panas buminya sedang digarap, belakangan ini hampir setiap tahun mengalami aktivitas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Misteri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selama ini gaya tektonik lebih banyak dikaitkan dengan kehadiran gempa bumi tektonik untuk daerah IBT. Khususnya daerah tepian Laut Banda menjanjikan potensi lain sebagai produk sampingannya, sehingga menjadikan pemburuan para pakar Eropa Barat dalam mengungkap tabir misteri struktur Laut Banda, mungkin pula akan menghasilkan hasil sampingan yang diharap dapat menunjang pembanguna di IBT, seperti penemuan potensi tambang mineral lain di pulau lainnya selain Pulau Wetar yang sudah digarap. Gaya tektonik di daerah ini nampaknya selain sebagai potensi pengrusak yang tinggi, juga memberikan dukungan pokok dalam kelahiran dan kelangsungan kegiatan pertambangan mineral padat di kawasan ini serta merupakan gaya pemompa magma dan panas bumi di Busur Banda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena posisi daerah ini bersentuhan langsung dengan lokasi Celah Timor yang sedang diteliti bersama antara pemerintah Indonesia dan Australia –serta masih nampak mengundang pro dan kontra sebagai daerah yang diduga menyimpan kandungan minyak bumi- maka multibidang penelitian yang dilakukan di daerah Celah ini diharapkan juga akan mampu ikut menyumbang data dalam pengungkapan lebih transparannya misteri Laut Banda. Semoga saja.(&lt;a href="http://putupudja.blogspot.com/"&gt;source&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-7551758449201805855?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/7551758449201805855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=7551758449201805855&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/7551758449201805855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/7551758449201805855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2010/06/misteri-laut-banda.html' title='MISTERI LAUT BANDA...............'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-4939041929825639645</id><published>2010-06-07T11:53:00.004+07:00</published><updated>2010-06-07T12:23:39.956+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Negeri Para Bedebah................[2]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Bermain Bersama:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;"NEGERI PARA BEDEBAH"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri Para Bedebah......................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila             diganti : Kampung...............?,........... Kampung Para Bedebah.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bila             &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;diganti : Kantoor..................?,........... Kantoor Para Bedebah......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;             diganti : Kampus..................?............ Kampus Para Bedebah...........&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;             diganti : Kandang.................?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Kampung, Kantoor atawa Kampus Para Bedebah ada siapa?..........&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-4939041929825639645?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/4939041929825639645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=4939041929825639645&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/4939041929825639645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/4939041929825639645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2010/06/negeri-para-bedebah2.html' title='Negeri Para Bedebah................[2]'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-253921762419678068</id><published>2010-06-07T08:05:00.005+07:00</published><updated>2010-06-07T11:49:16.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Negeri Para Bedebah...........      [ 1 ]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NEGERI PARA BEDEBAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Adhie M. Massardi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu negeri yang dihuni para bedebah&lt;br /&gt;Lautnya pernah dibelah tongkat Musa&lt;br /&gt;Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah&lt;br /&gt;Dari langit burung-burung kondor&lt;br /&gt;menjatuhkan bebatuan menyala-nyala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?&lt;br /&gt;Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah&lt;br /&gt;Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah&lt;br /&gt;Atau menjadi kuli di negeri orang&lt;br /&gt;Yang upahnya serapah dan bogem mentah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri para bedebah&lt;br /&gt;Orang baik dan bersih dianggap salah&lt;br /&gt;Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan&lt;br /&gt;Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah&lt;br /&gt;Karena hanya penguasa yang boleh marah&lt;br /&gt;Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bila negerimu dikuasai para bedebah&lt;br /&gt;Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah&lt;br /&gt;Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum&lt;br /&gt;Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah&lt;br /&gt;Usirlah mereka dengan revolusi&lt;br /&gt;Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi&lt;br /&gt;Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi&lt;br /&gt;Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-253921762419678068?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/253921762419678068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=253921762419678068&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/253921762419678068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/253921762419678068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2010/06/negeri-para-bedebah-1.html' title='Negeri Para Bedebah...........      [ 1 ]'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-3796297357100404021</id><published>2010-03-05T16:41:00.002+07:00</published><updated>2010-06-17T22:37:05.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>SAIL BANDA 2010 [4]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;PANITIA NASIONAL SAIL BANDA 2010 TINJAU BANDA NAIRA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;AMBON - Panitia penyelenggara Sail Banda Nasional meninjau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa, guna mengecek kesiapan pesta bahari bertaraf internasional di sana yang penyelenggaraannya dijadwalkan pada Juli - Agustus 2010, kata Wagub Maluku, Said Assagaff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tim langsung dipimpin Sekretaris I Panitia Nasional Sail Banda, Ajie Soelarso dengan memanfaatkan jasa pesawat Cassa 212," katanya kepada ANTARA, di Ambon, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajie Soelarso yang adalah Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan itu tiba di Ambon Selasa pagi, selanjutnya berangkat ke Banda Naira dan kembali Selasa sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wagub Assagaff yang juga ketua panitia Sail Banda lokal itu mengatakan berbagai pembenahan sedang dirampungkan di Banda guna memberikan pelayanan prima bagi peserta maupun turis di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kegiatan di Banda dijadwalkan pada 27 - 29 Juli 2010. Sedangkan pelepasan peserta dari Darwin, Australia Utara 24 Juli 2010 sehingga tim dari panitia nasional perlu melihat sejauh mana persiapan di Banda," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangannya berdasarkan informasi sekitar 200-an perahu peserta Sail Banda akan berlabuh di perairan Banda Naira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi perlu ditentukan lokasi penambatan perahu dengan disain lego jangkar sehingga tidak merusak kelestarian ekosisten penyelaman di Banda Naira yang merupakan 'surga' bawah laut memiliki pesona terindah di dunia sehingga merupakan salah pertimbangan Sail Bunaken dialihkan ke daerah tempat pengasingan sejumlah tokoh nasional seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir dan Cipto Mangungkusumo," kata Wagub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berbesar hati diselenggarakannya Sail Banda karena strategis untuk mempromosikan potensi pariwisata bahari Maluku, sekaligus mencanangkan daerah ini sebagai lumbung ikan nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan di Ambon pada 3 Agustus 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepulauan Banda memiliki 52 lokasi penyelaman yang indah dan ini sudah terdaftar di Unesco sebagai aset pariwisata menarik untuk dikunjungi wisatawan dalam maupun luar negeri, termasuk Putri Diana dari Inggris dan artis legendaris dunia, Mick Jagger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda, Kota Ambon dan Tiakur merupakan lokasi kegiatan Sail Banda yang ditetapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdasarkan SK No: 35 tahun 2009 tertanggal 14 Desember 2009.&lt;br /&gt;(ANT/B010)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-3796297357100404021?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/3796297357100404021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=3796297357100404021&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3796297357100404021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3796297357100404021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2010/03/sail-banda-2010_05.html' title='SAIL BANDA 2010 [4]'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-1465112993599863070</id><published>2010-03-05T16:23:00.007+07:00</published><updated>2010-06-17T22:35:53.925+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>SAIL BANDA 2010 [3]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;"SAIL BANDA" ANGGARKAN LEBIH DARI RP. 40 MILIAR&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JAKARTA - Pelaksanaan acara tahunan "Sail Indonesia 2010" yang mengambil tempat di Banda Neira, Maluku, akan menghabiskan anggaran lebih dari Rp40 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari APBD ada Rp12 miliar, dari tiga Ditjen di Kementerian Kelautan dan Perikanan ada Rp9,5 miliar, dari Kementerian Kordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) kurang lebih bisa Rp20 miliar," kata Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Aji Sularso, pada peluncuran "Sail Banda" di Jakarta, Rabu malam (3/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran dari APBD, menurut dia, akan digunakan untuk mempersiapkan fasilitas di daerah. Anggaran dari Kementerian Kelautan dan Perikanan akan digunakan untuk berbagai program acara, sedangkan anggaran dari Kemenko Kesra akan digunakan untuk pembiayaan bahan bakar kapal rumah sakit KRI DR Suharso.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Selain untuk bahan bakar anggaran dari Kemenko Kesra digunakan juga untuk kegiatan bakti sosial yang akan melibatkan masyarakat luas," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, selaku Ketua Panitia Nasional Sail Banda mengungkapkan bahwa tujuan utama acara ini untuk menjadikan Ambon sebagai pintu gerbang pariwisata di kawasan timur Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, ia menegaskan bahwa dampak jangka panjang pelaksanaan Sail Banda diharapkan dapat mengangkat kekayaan alam Maluku, hingga akan dibuat sebuah tim yang melibatkan universitas untuk memperoleh datanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ia berharap dengan ramainya Maluku dapat meningkatkan ketertarikan investor China di wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ketiga yang diharapkan, yakni adanya pelayanan kesehatan untuk rakyat pesisir. "Tidak heran Menko Kesra datang langsung ke wilayah-wilayah tersebut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Menko Kesra Agung Laksono mengatakan bahwa kegiatan Sail Banda ini dilaksanakan untuk mendorong ekonomi di wilayah timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, dengan mempromosikan alam, budaya, dan tempat bersejarah maka akan mendorong pertumbuhan pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak acara Sail Banda ini baru akan dilaksanakan pada 3 Agustus 2010. (ANTARA News)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-1465112993599863070?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/1465112993599863070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=1465112993599863070&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/1465112993599863070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/1465112993599863070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2010/03/sail-banda-2010.html' title='SAIL BANDA 2010 [3]'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-6225773657482742116</id><published>2009-11-19T07:20:00.005+07:00</published><updated>2009-11-19T07:45:21.354+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Banda di Mata Mereka.....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERPERAN DI ATAS PANGGUNG KEMAJUAN UNTUK PEMBANGUNAN BANDA KEDEPAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Said M Zein Assegaf&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;**)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SwSSrcLgn_I/AAAAAAAAAY4/0mIYUHH7DUY/s1600/Nyoong+Banda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 132px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SwSSrcLgn_I/AAAAAAAAAY4/0mIYUHH7DUY/s320/Nyoong+Banda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405606727747936242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kenapa kita orang Banda  miskin? Padahal kita hidup sudah berlandaskan Pancasila sebagai Ideologi bangsa ini…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita menggali sejarah, abad ke-17 Banda yang kita tempati ini merupakan sebuah Provinsi dan kembali pada abad ke-19 Banda turun menjadi sebuah Kabupaten, dan pada abad 20 Banda turun menjadi sebuah wilayah kecil yakni Kecamatan sampai sekarang. Menurut keterangan di atas pantaslah kalau Kecamatan yang kita tempati  ini harus menjadi patokan bagi Kecamatan-kecamatan lain, lalu Kenapa daerah-daerah lain  berkembang dan maju, sedangkan daerah kita, Kecamatan yang di kenal sebagai Kecamatan tertua menurut historis di atas menjadi miskin dan tertinggal dalam banyak hal? Seharusnya  Banda layak menjadi sebuah Kabupaten atau paling tidak menjadi daerah Otorita di bandingkan pada daerah-daerah lain yang ada di Maluku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini banyak diperdebatkan oleh Aktor-aktor daerah yang berperan sebagai wakil rakyat dan pejabat-pejabat tinggi yang khususnya orang Banda. Berbicara tentang soal ini tak habis-habisnya. Singkatnya, beberapa ciri dapat dikemukakan sebagai prasyarat kemajuan Banda kedepan, antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memiliki sumberdaya manusia yang mampu menggali potensi alamnya sendiri.&lt;br /&gt;2. Berdisiplin dan menhargai waktu&lt;br /&gt;3. Bertanggung jawab (accountable);&lt;br /&gt;4. Menghormati hukum dan peraturan;&lt;br /&gt;5. Menghargai warga lain;&lt;br /&gt;6. Berpikir Global dan bertindak Lokal&lt;br /&gt;7. Betul-betul memanfaatkan sains dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa poin diatas adalah prasyarat penting untuk dapat maju, sejahtera, dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sikap dan kebiasaan yang sangat dan perlu dipupuk sejak kecil adalah kebiasaan untuk menghargai perjuangan orang untuk kemajuan daerah yang kita tempati ini. Kita lihat sewaktu daerah SBT yang baru di mekarkan saja, Kecamatan-kecamatan yang ada di sana sudah lebih maju di bandingkan Kecamatan yang kita kenal sebagai Kecamatan tertua menurut historis  dalam tatanan Kabupaten Maluku Tengah ini. Padahal kalau kita lihat, saat ini cadangan devisa terbesar untuk putaran uang yang ada pada dataran Maluku Tengah  adalah Kecamatan Banda tetapi kenapa kemajuan yang kita sama-sama harapkan masih terlalu jauh dari hadapan pelipis mata..??? Itulah yang menjadi Pekerjaan Rumah  bagi kita semua terutama pemuda, pelajar yang mempunyai beban berat untuk menjawab  semua tantangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan yang yang menjadi jawaban adalah kecamatan Banda terlalu bangga dengan para pejabat-pejabat yang sebetulnya kalau kita lihat dan sama-sama mengkaji, mereka hanya memerlukan kekuatan politik untuk kepentingan diri sendiri dan banyak beretorika  tanpa melihat dampak negatif yang terjadi. Ini semua terbukti pada pemilihan umum yang baru saja kita lewati, kita rakyat banda hanyalah menjadi onde-onde yang rasanya nikmat kalau kita memakannya tapi kalau kita hanya melihat itu akan menjadi jiji apalagi bila kelapa yang menjadi hiasan itu sudah di kelumuri semut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;complacent&lt;/span&gt; (cepat puas diri dan menjadi lengah),itu adalah bahasa yang sekarang terjadi  suka menganggap semua masalah itu enteng dan mudah (taking things easy) hanya puas dengan formalitas saja. Sekali lagi ini merupakan Pekerjaan kita semua sebagai pemuda dan pelajar yang dalam hal ini berperan sebagai aktor yang berekting dalam realita kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------&lt;br /&gt;**) KABID.PTKP HMI. Komisariat Hatta-Sjarir&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-6225773657482742116?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/6225773657482742116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=6225773657482742116&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/6225773657482742116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/6225773657482742116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2009/11/banda-naira-kini.html' title='Banda di Mata Mereka.....'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SwSSrcLgn_I/AAAAAAAAAY4/0mIYUHH7DUY/s72-c/Nyoong+Banda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-3113203260676845463</id><published>2009-10-02T12:38:00.002+07:00</published><updated>2009-10-02T12:52:27.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Antara Boediono &amp; Banda Naira [3]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BOEDIONO RESMIKAN STKIP HATTA-SJAHRIR&lt;br /&gt;DI BANDA NAIRA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banda Naira, Maluku -  Wakil Presiden terpilih Boediono meresmikan Sekolah Tinggi Keguruan &amp;amp; Ilmu Pendidikan Hatta-Sjahrir di Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Sabtu (26/09/09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peresmian tanpa kata sambutan itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan KAMPUS HATTA-SJAHRIR yang dipusatkan di lokasi Monumen "Parigi Rante", tempat pembantaian puluhan pejuang dan 40 "Orang Kaya" (gelar kebangsawanan) Banda atas perintah Gubernur Jenderal Jan Pieter Zoon Coen dari Vereenigre Oostindishe Compagnie (VOC), pada 8 Mei 1621.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boediono yang didampingi Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu dan tokoh masyarakat Banda Des Alwi, sebelumnya menyaksikan daftar nama-nama 40 tokoh pejuang dan orang kaya Banda yang dibuat monumennya pada lokasi "Parigi Rante".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Des Alwi yang juga sebagai saksi sejarah mengatakan, pada pembantaian tersebut delapan sesepuh pejuang Banda, tubuhnya dipenggal menjadi empat bagian, sedangkan 32 lainnya dipancung kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman kolonialisme Belanda di Kepulauan Banda 1602-1621, sedikitnya 6.000 rakyat setempat juga dibunuh, 789 diasingkan ke Jakarta dan 1.700 lainnya melarikan diri ke Banda Ely, Kabupaten Maluku Tenggara dan sejumlah daerah lainnya di Pulau Peram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peresmian STKIP Hatta-Sjahrir dan peletakan batu pertama pembangunan kampus tersebut diakhiri dengan doa oleh Kepala Urusan Agama Banda Naira, Mahfud Thalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Rektor STKIP Hatta-Sjahrir, Professor Hamadi, mengatakan, lembaga pendidikan yang dipimpinnya memiliki 2 program studi, yakni Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) dan Budidaya Perairan (BDP) dengan jumlah mahasiswa sebanyak 340 orang, di mana 39 orang di antaranya telah lulus dalam dua tahap wisuda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lembaga pendidikan ini dibuka berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) tertanggal 10 Juli 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga pendidikan ini juga telah membuka SEKOLAH TINGGI PERIKANAN dan berencana membuka SEKOLAH TINGGI PERTANIAN dengan tujuan mendukung pembukaan UNIVERSITAS HATTA-SJAHRIR, sebagai bagian dan penghormatan terhadap kepedulian dua tokoh nasional yakni Muhammad Hatta dan Sutan SJahrir terhadap dunia pendidikan saat diasingkan belanda di Banda Naira 1936-1942.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boediono bersama istrinya Ny. Herawati dalam kunjungan ke Banda Neira selama dua hari juga mengunjungi rumah pengasingan Muhammad Hatta, Sutan Syahrir dan Cipto Mangunkusumo, istana mini yang menjadi replika Istana Bogor, gereja tua Banda, rumah budaya, agrowisata pala, gunung api, benteng Belgica dan tabur bunga di Teluk Lautaka berkaitan dengan heroisme pejuang perempuan Boy Kerang saat melawan penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Boediono yang terpilih sebagai Wakil Presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden, juga akan dianugerahi gelar adat tertinggi Banda yang biasa disebut Kepala "Oranglima" Utama, serta melakukan penyelaman untuk menyaksikan langsung keindahan alam bawah laut Kepulauan Banda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;[&lt;a href="http://antara-sulawesiselatan.com/"&gt;source&lt;/a&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-3113203260676845463?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/3113203260676845463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=3113203260676845463&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3113203260676845463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3113203260676845463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2009/10/antara-boediono-banda-naira-3.html' title='Antara Boediono &amp; Banda Naira [3]'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-7783825893964768607</id><published>2009-09-28T17:18:00.001+07:00</published><updated>2009-09-28T17:24:57.749+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Antara Boediono &amp; Banda Naira [2]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUDIONO DIANUGRAHI GELAR ADAT TERTINGGI BANDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banda Naira, Maluku (ANTARA News) - Wakil presiden terpilih Budiono dan istrinya Ny Herawati dianugerahi gelar adat tertinggi di Pulau Banda, Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budiono dianugerahi gelar Kepala "Orang lima" Utama sedangkan istrinya Ny Herawati diberi gelar "Maruka" Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penganugerahan gelar kepada Budiono ditandai dengan pemasangan "Kapsete" (penutup kepala dari burung cenderawasih) dan pengalungan selendang oleh tokoh masyarakat Banda Des Alwi dan disaksikan gubernur Maluku kKrel Albert Ralahalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ny. Herawati diberi selendang adat, tusuk konde dan kipas oleh istri Gubernur Maluku Ny Sofie Ralahalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Des Alwi mengatakan, gelar Kepala "Orang lima" Utama merupakan bagian dari rumpun adat Maluku yakni "Patalima".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan gelar "Maruka" Utama menunjukkan emansipasi dan perjuangan perempuan Banda saat melawan penjajah akibat suami mereka dibantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Des alwi menyatakan, gelar adat tersebut mengikat Budiono yang akan dilantik menjadi Wapres mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden lima tahun ke depan itu, bertujuan menjadikannya sebagai pelindung adat dan budaya di Pulau Banda yang telah dilestarikan sejak 500 tahun terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Saya saat berbicara dengan budiono di Jakarta beberapa waktu lalu, ternyata beliau berkeinginan untuk menelusuri dan menyaksikan sendiri sejarah perjuangan para tokoh nasional untuk memperjuangkan kemerdekaan dan pernah diasingkan ke Pulau Banda," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budiono juga memanfaatkan kunjungannya untuk melihat rumah pengasingan tokoh Proklamator Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, Cipto Mangunkusumo dan sejumlah tokoh nusantara lainnya yang dibuang ke Banda saat zaman penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu mengunjungi istana mini, gereja tua Banda, rumah budaya, agrowisata pala, gunung api, benteng Belgica, Pulau Hatta dan Pulau Syahrir serta menabur bunga di teluk Lautaka berkaitan dengan heroisme pejuang perempuan "Boy Kerang" saat melawan penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga meninjau monumen "Parigi Rante" sebagai tempat pembantaian puluhan pejuang dan 40 "Orang Kaya" (gelar kebangsawanan) Banda pada 8 Mei 1621 atas perintah Gubernur Jenderal VOC Jan Pieter Zoon Coen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kunjungan dua hari di Banda Neira, Budiono selanjutnya menjadwalkan kunjungannya ke Papua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-7783825893964768607?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/7783825893964768607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=7783825893964768607&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/7783825893964768607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/7783825893964768607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2009/09/antara-boediono-banda-naira-2.html' title='Antara Boediono &amp; Banda Naira [2]'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-365852810230133531</id><published>2009-09-28T17:11:00.004+07:00</published><updated>2009-09-28T17:18:18.642+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Antara Boediono &amp; Banda Naira [1]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BOEDIONO NIKMATI MATAHARI TERBENAM DI BENTENG BELGICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banda Naira, Maluku - Wakil Presiden (Wapres) terpilih Boediono menikmati matahari terbenam di benteng Belgica, di bukit kawasan Desa Nusantara, Bandaneira, Provinsi Maluku, Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boediono bersama istrinya, Ny Herawati didampingi Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan Ny Sofie serta sesepuh Banda, Des Alwi saat menunggu terbenamnya matahari pada lantai dua benteng yang dibangun pada 1611 itu, disuguhi tarian lenso dan cakalele( perang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tari lenso disuguhi empat gadis Bandaneira dengan iringan tabuhan tifa dan gong ( gamelan) sembilan dari Kampung Baru yang semuanya perempuan mendapat tepuk tangan Boediono dan pengunjung lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana bertambah marak saat tari cakalele yang melambangkan kepatriotisme para pejuang dan orang kaya (bangsawan) Banda melawan penjajah Belanda (1602 - 1621) dengan puncak pembantaian pada "parigi rante" pada 8 Mei 1621, membuat Boediono terpesona dan memutuskan menemui para penari di lantai dasar benteng yang dibangun Pieter Both.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Boediono menemui para lima penari pria dan para pendukung yang dengan santun mengucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih - terima kasih, lestarikan budaya bernilai sejarah ini. Mari kita foto bersama," ujar Boediono yang langsung disambut berebutan berjabat tangan, bahkan ada memanfaatkan untuk mencium pipi kiri dan kanan Wapres terpilih, yang dijadwalkan dilantik 20 Oktober 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boediono usai foto bareng itu selanjutnya kembali ke lantai dua benteng Belgica yang dijuluki "mahkota berpucuk lima" karena memiliki lima buah penangkal, sambil mendengar antusias penjelasan Des Alwi soal bangunan cagar budaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang puas menyaksikan benteng yang didisain dengan 58 buah tempat meriam itu, selanjutnya dia memutuskan untuk naik ke salah satu dari lima buah penangkal guna menyaksikan Kepulauan Banda yang memiliki 10 pulau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boediono kagum dengan pesona daerah ini dari benteng yang saat matahari terbenam berhadapan langsung dengan gunung api Banda, yang terakhir meletus 9 Mei 1988.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai turun dari penangkal melalui tangga besi, Boediono mengutarakan pada Des Alwi bahwa benteng Belgica ini berbentuk kura - kura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Om Des benteng ini berbentuk kura - kura dengan dua penangkal bangunan depan benteng menunjukan kaki bagian belakang, dua penangkal samping kiri dan kanan melambangkan kaki depan dan satu penangkal mengarah ke selat zona gate adalah kepala," ujarnya yang disambut senyum Des Alwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boediono menyarankan Gubernur Ralahalu dan Des Alwi agar memanfaatkan benteng yang lokasinya bisa memandang Banda dari berbagai penjuru itu untuk menggelar pentas seni saat "Sail Banda" 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Disain acara yang sesuai dengan strategis lokasi maupun arsitektur benteng yang memilikiu 23 ruangan karena pasti menggugah peserta pelayaran internasional," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengakhiri kunjungan ke benteng Belgica selama sekitar 1,5 jam Boediono dan ibu Herawati menyempatkan diri juga berfoto bersama dengan Gubernur Ralahalu dan Ny.Sofie, Des Alwi, timnya dari Jakarta seperti Dirjen Perbubungan Udara Dephub Herry Bakti, Rizal Malarangeng , dan presenter kabar malam TV ONE, Tina Talisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boediono selama di Banda 26 - 28 September 2009 juga mengunjungi sejumlah cagar budaya berkaitan dengan Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Cipto Mangungkusumo, angrowisata pala, selam di perairan setempat dan tabur bunga di perairan Lautaka untuk menghormati srikandi Bhoy Kerang yang melawan penjajah Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dia juga meninjau gereka tua Neira, meresmikan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta meletakkan batu pertama kampus Hatta - Sjahrir dan berdialog dengan tokoh masyarakat, agama dan adat setempat. (Antara News)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-365852810230133531?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/365852810230133531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=365852810230133531&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/365852810230133531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/365852810230133531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2009/09/antara-boediono-banda-naira-1.html' title='Antara Boediono &amp; Banda Naira [1]'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-8757614076883173509</id><published>2009-09-28T17:03:00.003+07:00</published><updated>2009-09-28T17:08:46.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>SAIL BANDA 2010 [2]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BOEDIONO SIAP PROMOSIKAN SAIL BANDA 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banda, Maluku - Wakil Presiden terpilih, Boediono menyatakan kesiapannya untuk mempromosikan kegiatan pelayaran bertaraf internasional bertajuk "Sail Banda 2010."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak janji, hanya bila dilantik sebagai wapres pada 20 Oktober 2009 mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saya siap mempromosikan kegiatan bertaraf internasional tersebut," katanya di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan kesiapannya saat bertatap muka dengan tokoh masyarakat Banda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang dihadiri Wakil Bupati Imanuel Seipala, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, dan sesepuh masyarakat Banda, Des Alwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sail Banda memiliki nilai jual strategis di bidang pariwisata yang bisa menjaring para pelayar internasional dan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke daerah yang memiliki andil sangat besar bagi Indonesia itu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, ia mengingatkan nilai jual itu harus didukung dengan stabilitas keamanan yang senantiasa terpelihara sebagaimana kenyataan yang dirasakan selama kunjungannya pada 26-28 September 2009.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula sarana dan prasarana seperti kepastian penerbangan reguler yang dikeluhkan masyarakat selama empat tahun terakhir, karena hanya sekali penerbangan dari sebelumnya yang mencapai tiga kali penerbangan selama sepekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kualitas sumber daya manusia harus menunjang pengembangan pariwisata sejarah dan budaya di Pulau Banda yang sudah terkenal hingga ke mancanegara sejak abad 15.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana dan prasaran kesehatan dan jalan pada 10 pulau pada Kecamatan Banda serta sistem demokrasi dan pemerintahan bersih harus direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu merupakan bagian dari visi dan misi SBY-Boediono sehingga dipercaya rakyat Indonesia untuk memimpin bangsa ini lima tahun ke depan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boediono juga mengingatkan masyarakat Banda soal wacana pengembangan daerah ini sebagai otorita seperti Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan terhanyut dengan istilah-istilah yang sebenarnya bila direalisasikan tidak sesuai dengan berbagai potensi di daerah ini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Boediono mengusulkan lembaga perguruan tinggi di Maluku mengkaji undang-undang kawasan ekonomi khusus yang saat ini dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah atau kawasan potensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau hasil kajiannya strategis, silahkan usul kepada pemerintah pusat, dan sekali lagi saya tidak berjanji tetapi saya siap memperhatikan demi kesejahteraan masyarakat Banda khususnya dan masyarakat Maluku pada umumnya," katanya.[&lt;a href="http://www.antarajatim.com"&gt;sumber&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-8757614076883173509?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/8757614076883173509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=8757614076883173509&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/8757614076883173509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/8757614076883173509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2009/09/sail-banda-2010-2.html' title='SAIL BANDA 2010 [2]'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-918464585919447546</id><published>2009-09-28T16:55:00.003+07:00</published><updated>2009-09-28T17:02:33.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>SAIL BANDA 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Panitia Internasional Sail Banda 2010 Akan Survei Tiga Lokasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ambon - Panitia internasional "Sail Banda 2010" dari berbagai negara bahari (maritim internasional country) akan melakukan survei pada tiga lokasi yang akan dijadikan pusat kegiatan layar di Provinsi Maluku setelah Lebaran 1430 Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selepas Lebaran, panitia internasional akan mengunjungi Maluku untuk melakukan survei di tiga lokasi yang menjadi pusat kegiatan Sail Banda 2010," kata Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Maluku, Bakrie Lumbessy, di Ambon, Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga lokasi yang ditinjau adalah Kepulauan Lucipara, Pulau Banda, dan sebuah lokasi diving di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Panitia internasional yang selama ini juga telah sukses menyelenggaran "Sail Bunaken" di Provinsi Sulawesi Utara yang diikuti ratusan perahu layar dari berbagai negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, tiga lokasi yang telah ditetapkan menjadi tempat kegiatan "Sail Banda 2010" itu memiliki keindahan panorama bawah laut yang eksotik karena terdapat aneka jenis terumbu karang dan ikan hias yang sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Khusus untuk lokasi pelaksanaan upacara bendera di bawah laut, telah ditetapkan sebuah pulau terluar di Kabupaten MBD (Maluku Barat Daya)," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana pelaksanaan "Sail Banda 2010" yang akan diikuti ratusan perahu layar dari berbagai negara di belahan dunia itu dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 27 Juli hingga 28 Agustus 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kawasan perairan Pulau Banda sendiri, sudah dikenal memiliki palung laut terdalam dan dihiasi aneka jenis coral (terumbu karang) yang warna-warni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banda juga memiliki aneka objek wisata kebudayaan dan sejarah serta terkenal di zaman penjelajahan samudera sejak abad 15 karena rempah-rempah sehingga dicari bangsa Eropa, kemudian ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infokom juga meminta peran aktif insan pers di daerah ini untuk bersama-sama pemerintah dan seluruh komponen masyarakat menyukseskan kegiatan internasional itu sejak sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanya, kami akan menggunakan sistem pelayanan informasi satu pintu atau semacam media center dan merangkul seluruh media cetak maupun elektronik di daerah ini agar pemberitaannya lebih harmonis," katanya. [&lt;a href="http://www.antarajatim.com"&gt;sumber&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-918464585919447546?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/918464585919447546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=918464585919447546&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/918464585919447546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/918464585919447546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2009/09/sail-banda-2010.html' title='SAIL BANDA 2010'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-2528162983116952421</id><published>2009-06-26T11:17:00.005+07:00</published><updated>2009-06-26T11:48:18.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Cerita tentang Basin Banda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Cekungan (Laut) Banda secara tektonik kompleks dan pemikiran-pemikiran tentang kejadiannya telah menyebabkan perdebatan yang lama di antara para ahli yang pernah menelitinya. Beberapa konsepnya seperti berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut Banda mempunyai batuan dasar kerak samudera. Aliran bahang (heat flow) yang rendah dan kedalaman batuan dasarnya yang lebih daripada 4500 meter mendukung argumen bahwa kerak samudera Banda merupakan kerak tua (Mesozoik – awal Tersier) yang sekarang terperangkap terkurung oleh busur volkanik dan non-volkanik Busur Banda) (Lapouille et al., 1986 : Age and origin of the seafloor of the Banda Sea, Eastern Indonesia : Oceanological Acta, 8, pp. 379–389). Hipotesis kerak samudera berumur Mesozoikum yang terkurung atau terperangkap oleh pembusuran Busur Banda harus dibuktikan oleh peneraan umur kerak samudera ini – yaitu mesti berumur tua. Masalahnya adalah, terdapat kontroversi soal umur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesis “Banda tua” ditantang oleh Honthaas et al. (1998 : A Neogene back-arc origin for the Banda Sea basins: geochemical and geochronological constraints from the Banda ridges, East Indonesia, Tectonophysics, 298, pp. 297–317) yang berdasarkan contoh batuan backarc basalt dari singkapan gawir sesar pada batuan dasar Banda Utara menghasilkan umur 9.4–7.3 Ma (Miosen Akhir). Berdasarkan dredged samples (contoh batuan hasil pengerukan dasar laut) dari Lucipara dan punggungan bawahlaut Nieuwerkerk Emperor of China dan pulau-pulau volkanik di Laut Banda, ditemukan bahwa kerak Banda berumur Miosen Akhir - Pliosen Awal. Contoh batuan ini berupa backarc basalt dan andesit yang mengandung kordierit dan silimanit. Hadirnya kordierit dan silimanit sebagai xenocrysts, dan secara petrokimia punya kandungan Sr tinggi dan Nd rendah mengindikasi bahwa batuan volcanik terbentuk oleh penerobosan kerak kontinen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hasil ini telah menggiring Honthaas et al. (1998) menafsirkan bahwa Punggungan Banda, yaitu wilayah-wilayah tinggi di Laut Banda sebagaikerak kontinen yang dulunya berasal dari tepi Sulawesi kemudian pindah ke posisinya sekarang oleh pemekaran dalam-busur (intra-arc spreading). Fragmen benua ini bergerak menjauh sampai ke selatan Banda oleh proses “diffuse spreading” dan pemekaran dalam-busur yang terjadi berulang-ulang selama Mio-Pliosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kompleks busur volkanik kemudian berkembang di sisi selatan fragmen benua ini. Berdasarkan model ini, maka pulau-pulau volkanik di Nusa Tenggara Timur (Busur Sunda bagian timur atau Busur Banda bagian barat) dari Pantar ke Damar merupakan pulau-pulau gunungapi yang menumpang di atas kerak kontinen. Segmen Wetar dan Punggungan Lucipara, yang masing-masing berposisi di selatan dan utara Banda Selatan, merupakan single volcanic arc berumur 8-7 Ma yang dibentuk oleh subduksi kerak samudera Hindia di bawah kerak kontinen dengan sudut Wadati-Benioff yang curam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut Banda saat ini adalah produk pemekaran Cekungan Banda Selatan oleh proses intra-arc opening pada 6.5-3.5 Ma yang memisahkan Segmen Wetar dan Punggungan Lucipara. Proses pemekaran terhenti pada sekitar 3 Ma karena terjadinya benturan busur-benua di sebelah Wetar (Australia vs Timor) dan utara Punggungan Lucipara (Kepala Burung vs Seram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, umur muda Banda ini bertentangan dengan kenyataan kedalaman Laut Banda yang sangat dalam (sekitar 5000 meter). Sebuah kerak yang muda dikatakan tak mungkin sedalam itu. Meskipun demikian, para pembela “young age Banda Sea, punya jawaban atas sanggahan ini. Misalnya Hinschberger et al. (2001 : Magnetic lineations constraints for the back-arc opening of the Late Neogene south Banda Basin, eastern Indonesia, Tectonophysics, pp. 333, 47–59) menawarkan tiga mekanisme yang menyebabkan Laut Banda dalam meskipun muda, yaitu : (1) rapid thermal subsidence karena hilangnya panas di sebuah cekungan yang kecil, (2) tectonic subsidence akibat compressive tectonic setting di sekelilingnya (model kompensasi isostatik), dan (3) induced tectonic subsidence akibat drag stress oleh dua kerak samudera (slab) yang menunjam di bawah Banda (yaitu slab Banda dan Seram) yang berkonvergen di bawah Banda. Argumen nomor 3 a.l. didukung oleh Hill (2005 : Tectonics and regional structure of Seram and the Banda Arc, Indonesian Petroleum Association Newsletter, July 2005, pp. 16-28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori tentang asal Laut Banda terakhir diusulkan oleh Harris (2006 : Rise and fall of the eastern great Indonesian arc recorded by assembly, dispersion and accretion of the Banda terrane, Timor, Gondwana Research, 10, pp. 207-231) yang menulis bahwa Laut Banda pada mulanya berhubungan dengan subduction rollback (pencuraman bidang subduksi oleh perlambatan gerak penunjaman) kerak samudera tua Lempeng Australia/Hindia. Bagian atas lempeng ini mengalami pemekaran (suprasubduction zone seafloor spreading) membentuk Cekungan Laut Banda Sea. Kemudian, oleh gerak mundurnya palung, menyebabkan bagian Banda Terrane yang paling selatan berbenturan dengan tepi benua Australia. Dalam proses benturan ini, Banda collisional terrane terlipat, lepas (detached), dan terangkat. Saat ini, bagian paling selatan Banda Terrane membentuk tumpukan sesar naik bersudut landai (thrust sheet) yang alokton (berasal dari tempat lain) serta berposisi sebagai tepi struktur jalur lipatan dan sesar Timor fold. Ketika benturan terus berjalan, tepi struktur ini melebar sehingga batas lempeng Australia terlokalisasi di posisi belakang busur yang secara termal melemah oleh penunjaman kerak samudera Laut Banda bagian selatan di bawah Busur Banda. Penutupan Cekungan Laut Banda oleh pembusuran dan benturan di sekelilingnya telah menyebabkan bagian-bagian alokton Banda Terrane berbenturan dengan fragmen-fragmen autokton (asli di tempat itu) Banda Terrane yang terdapat di kerak Banda, lalu akhirnya berbenturan kembali dengan Sulawesi, tempat asal sebenarnya fragmen-fragmen ini pada 50 Ma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa kompleksitas pemikiran-pemikiran yang berkembang soal asal Laut Banda. Meskipun kompleks, sangat menarik mengikutinya. Para ahli kita pun (Indonesia) turut terlibat dalam paper-paper yang saya kutip di atas, sebagai anggota tim tektonik dan survey geomarin baik dari Prancis, Jepang, Amerika, maupun Indonesia sendiri. Beberapa nama misalnya : Hardi Prasetyo, Ade Kadarusman, Safri Burhanuddin. Banyak mata dunia tertuju ke Laut Banda – sebuah kompleksitas tektonik luar biasa yang tersembunyi di balik birunya Laut Banda “yang teduh tanda dalam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita lebih lanjut tentang Laut Banda ini dan pengurungannya oleh Busur Banda serta semua jalur benturan di Indonesia bisa diikuti di publikasi saya dan rekan-rekan yang saya presentasikan di Joint Convention PIT IAGI-HAGI-IATMI 2007 Bali (Satyana et al., 2007 : Collisional Orogens in Indonesia : Origin, Anatomy, and Nature of Deformation, CD Proceedings PIT IAGI). Versi asli paper ini panjang (64 halaman) meramu 123 publikasi dan mengemukakan beberapa konsep baru dalam collision tectonics. Indonesia adalah wilayah konvergensi tiga lempeng besar. Suatu konvergensi lempeng, mau tak mau, berimplikasi kepada benturan antar terrane tektonik. Maka, haruslah ada penelitian tentang tektonik benturan tersebut. Paper ini hanyalah suatu usaha awal ke arah itu (&lt;a href="http://www.geounpad.ac.id/07/jun/2009/banda-basin"&gt;source&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-2528162983116952421?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/2528162983116952421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=2528162983116952421&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2528162983116952421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2528162983116952421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2009/06/cerita-tentang-basin-banda.html' title='Cerita tentang Basin Banda'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-7518269564677253441</id><published>2009-06-04T15:07:00.004+07:00</published><updated>2009-06-04T15:19:33.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Sjahrir dalam Dokumentasi Des Alwi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.kompas.com/images.php?path=foto/20092/26/36480p.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 243px; height: 169px;" src="http://images.kompas.com/images.php?path=foto/20092/26/36480p.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;JAKARTA, Sejarawan sekaligus pelaku sejarah Des Alwi membuat film dokumenter mengenai mantan perdana menteri pertama RI Sutan Sjahrir, yang telah ditayangkan pada 5 Maret 2009, atau bertepatan dengan peringatan seratus tahun kelahiran Sjahrir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sedang menyiapkan satu film dokumenter tentang Sutan Sjahrir, mulai dari lahir hingga wafatnya," katanya dalam jumpa pers Peringatan 100 Tahun Sutan Sjahrir di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Des Alwi, hadir dalam jumpa pers itu sejumlah tokoh penggagas acara seperti putera-puteri Sutan Sjahrir, Kriya Arsyah Sjahrir dan Siti Rabyah Parvati, kerabat dekat Sjahrir Nugroho Wisnumurti, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, pengamat politik Daniel Dhakidae, sosiolog Imam Prasojo, aktivis 66 Rahman Tolleng, tokoh pers Aristides Katoppo dan Sabam Siagian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Des Alwi, dirinya mengenal Sutan Sjahrir ketika Sjahrir bersama Bung Hatta diasingkan oleh Belanda ke Banda Naira, Maluku, yang juga tempat asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dokumenter ini akan bercerita mulai dari Sutan Sjahrir lahir di Padang Panjang, Sumbar, 5 Maret 1090, lalu ikut ayahnya bertugas di Bandung," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Des menuturkan, sejak kecil Sutan Sjahrir tidak suka pemberontakan, namun ketika diajak mendengarkan pidato dr Cipto Mangunkusumo di Bandung, barulah ia menjadi seorang nasionalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, katanya, Sutan Sjahrir dikirim ayahnya untuk bersekolah di Belanda dan sekembalinya ke Tanah Air bergabung dengan Bung Karno dan Bung Hatta memperjuangkan kemerdekaan RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dokumenter itu, lanjutnya, juga berisi perjuangan Sjahrir hingga masuk penjara, lalu dibuang ke Digul, Irian Jaya, selama setahun bersama Bung Hatta, sebelum diasingkan lagi ke Banda Naira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita akan putar pada 5 Maret. Kalau sudah menonton film ini, pasti akan lebih mengetahui sejarah nasional, khususnya tentang Sutan Sjahrir," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutan Sjahrir lahir di Padang Panjang, Sumbar, 5 Maret 1909. Ia dikaruniai dua orang anak, yakni Kriya Arsyah dan Siti Rabyah Parvati, dari hasil pernikahannya dengan Siti Wahyunah, pada tahun 1951.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutan Sjahrir pernah menjabat Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) merangkap Ketua Badan Pekerja KNIP pada 16 Oktober-28 November 1945. Sjahrir juga pernah tiga kali memimpin kabinet parlementer sebagai Perdana Menteri pada 15 November 1945 sampai 27 Juni 1947.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 30 Juni 1947 hingga akhir Januari 1950, Sutan Sjahrir menjabat sebagai penasihat presiden RI. Ia juga pernah menjadi Duta Besar Keliling RI pada 1947. Sejak akhir Januari 1950 Sutan Sjahrir tidak lagi memegang suatu jabatan negara (Kompas, 2009)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-7518269564677253441?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/7518269564677253441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=7518269564677253441&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/7518269564677253441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/7518269564677253441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2009/06/sjahrir-dalam-dokumentasi-des-alwi.html' title='Sjahrir dalam Dokumentasi Des Alwi'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-2524827421155079579</id><published>2009-05-31T15:25:00.005+07:00</published><updated>2009-06-04T15:32:13.668+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauladan'/><title type='text'>Tipe Pemimpin Kita</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;dari: A'a Gym &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengklasifikasian karyawan dan pejabat kantor ini didekati dengan istilah hukum yang digunakan dalam agama Islam. Pendekatan ini sama sekali bukan untuk mencampuradukkan atau merendahkan nilai istilah hukum tersebut, melainkan hanya sekedar guna mempermudah pemahaman kita karena makna dari istilah hukum tersebut sangat sederhana dan akrab bagi kita. Mudah-mudahan bisa jadi cara yang praktis untuk mengukur dan menilai diri sendiri. (Ide dasar ini diambil dari pendapat Emha Ainun Najib)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Karyawan / Pejabat "Wajib"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tipe karyawan atau pejabat wajib ini memiliki ciri : keberadaannya sangat disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan. Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan, wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat membahagiaan siapapun yang berjumpa dengannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi penyejuk bagi hati yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan, orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan. Akhlaknya sangat mulia, membuat setiap orang meraskan bahagia dan senang dengankehadirannya, dia sangat menghargai hak-hak dan pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat manfaat dengan keberadaannya &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Karyawan / Pejabat "Sunnah"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ciri dari karyawan/pejabat tipe ini adalah : kehadiran dan keberadaannya memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak terasa kehilangan. Kelompok ini hampir mirip dengan sebagian yang telah diuraikan, berprestasi, etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada, lingkungannya tidak merasa kehilangan, kenangannya tidak begitu mendalam.&lt;br /&gt;Andai saja kelompok kedua ini lebih berilmu dan bertekad mempersembahkan yang terbaik dari kehidupannya dengan tulus dan sungguh-sungguh, niscaya dia akan naik peringkatnya ke golongan yang lebih atas, yang lebih utama.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Karyawan / Pejabat "Mubah"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas karyawan atau pejabat tipe ini adalah : ada dan tiadanya sama saja.&lt;br /&gt;Sungguh menyedihkan memang menjadi manusia mubadzir seperti ini, kehadirannya tak membawa arti apapun baik manfaat maupun mudharat, dan kepergiannya pun tak terasa kehilangan. Karyawan tipe ini adalah orang yang tidak mempunyai motivasi, asal-asalan saja, asal kerja, asal ada, tidak memikirkan kualitas, prestasi, kemajuan, perbaikan dan hal produktiflainnya. Sehingga kehidupannya pun tidak menarik, datar-datar saja. Sungguh menyedihkan memang jika hidup yang sekali-kalinya ini tak bermakna. Harus segera dipelajarilatar belakang dan penyebabnya, andaikata bisa dimotivasi dengan kursus, pelatihan, rotasi kerja, mudah-mudahan bisa meningkat semangatnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Karyawan / Pejabat "Makruh"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ciri dari karyawan dan pejabat kelompok ini adalah : adanya menimbulkan masalah tiadanya tidak menjadi masalah. Bila dia ada di kantor akan mengganggu kinerja dan suasana walaupun tidak sampai menimbulkan kerugian besar, setidaknya membuat suasana tidak nyaman dan kenyamanan kerjaserta kinerja yang baik dapat terwujud bila ia tidak ada.&lt;br /&gt;Misalkan dari penampilan dan kebersihan badannya mengganggu, kalau bicara banyak kesia-siaan, kalau diberi tugas dan pekerjaan selain tidak tuntas, tidak memuaskan juga mengganggu kinerja karyawan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Karyawan / Pejabat "Haram"&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ciri khas dari kelompok ini adalah : kehadirannya sangat merugikan dan ketiadaannya sangat diharapkan karena menguntungkan. Orang tipe ini adalah manusia termalang dan terhina karena sangat dirindukan "ketiadaannya". Tentu saja semua ini adalah karena buah perilakunya sendiri, tiada perbuatan yang tidak kembali kepada dirinya sendiri. &lt;br /&gt;Akhlaknya sangat buruk bagai penyakit kronis yang bisa menjalar. Sering memfinah, mengadu domba, suka membual, tidak amanah, serakah, tamak, sangat tidak disiplin, pekerjaannya tidak pernah jelas ujungnya, bukan menyelesaikan pekerjaan malah sebaliknya menjadi pembuat masalah. Pendek kata di adalah "trouble maker".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan anda renungkan, kita termasuk kategori yang mana...? Semoga semua ini menjadi bahan renungan agar hidup yang hanya sekali ini kita bisa merobah diri dan mempersembahkan yang terbaik dan yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat nanti. Jadilah manusia yang "wajib ada". Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-2524827421155079579?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/2524827421155079579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=2524827421155079579&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2524827421155079579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2524827421155079579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2009/05/tipe-pemimpin-kita.html' title='Tipe Pemimpin Kita'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-7500861332768904642</id><published>2009-05-30T12:38:00.004+07:00</published><updated>2009-05-31T15:00:16.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sjahrir dimata Banda &amp; Indonesia</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;strong&gt;Muhammad Farid, M.Sos&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dosen Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora STKIP Hatta-Sjahrir &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah orang Banda yang tidak kenal Sjahrir? Disamping popularitas Mohammad Hatta, sutan Sjahrir juga tidak kalah harum namanya di Banda Naira, pulau kecil tempat diasingkannya sejumlah tokoh pergerakan nasional sejak 1936 sampai 1942. Meski tergolong muda, Sjahrir tetap dihargai dan dihormati pemikirannya, bahkan—menurut banyak ahli sejarah—melampaui Mohammad Hatta atau Ir. Soekarno itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun bagaimanakah status (popularitas) Sjahrir dimata orang Indonesia umumnya? Jawabannya sungguh sangat menyedihkan. Menurut putri kedua Sutan Sjahrir, Siti Rabyah Parvati Sjah, “kebanyakan orang masa kini, generasi muda, mulai SD sampai mahasiswa, tokoh sipil ataupun militer, guru sejarah, tidak mengenal siapa Sjahrir.” Ironis memang, seorang pejuang, sekaligus negarawan, Sjahrir justru terlupakan bangsanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SIAPAKAH SJAHRIR?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sjahrir adalah Perdana Menteri (PM) pertama Indonesia dengan begitu banyak pengalaman dalam diplomasi di masa kemerdekaan. Bahkan menurut para ahli sejarah, Sjahrir berperan penuh dalam membidani sistem parlemen itu sendiri. Sebagaimana yang ditulis Goerge McTurnan Kahin, dalam Nationalism and Revolution in Indonesia, Ia (Sjahrir) adalah asitek terjadinya pergeseran sistem pemerintahan pada November 1945 dari sistem Presidensial menuju Parlementer.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di usia belasan tahun, Sjahrir telah terlibat aktif dalam perjuangan revolusi, bahkan ikut mempelopori lahirnya sumpah pemuda pada Oktober 1928. Kahin mengemukakan, Sjahrir adalah tokoh paling berpengaruh menjelang Proklamasi Kemerdekaan. Meski tidak sedikit pula para ahli yang menentang pendapat itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hanya orang Banda yang paling antusias mendukung peran Sjahrir terhadap kemerdekaan RI. Sebab, dimasa pembuangannya di Banda Naira, Sjahrir bersama Hatta telah membuktikan peranannya dengan mendirikan Sekolah Rakjat, yang bertempat di halaman belakang rumah Hatta. Menurut Des Awli (murid, sekaligus anak angkat keduanya), Hatta dan Sjahrir seringkali secara “sembunyi-sembunyi” mengajarkan nyanyian-nyanyian dengan irama lagu kebangsaan Indonesia Raya kepada murid-muridnya dalam bahasa Indo-Arab, jauh sebelum telinga orang Indonesia mendengarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas keduanya pun dibagi, jika Hatta lebih sibuk dengan urusan sekolah dan sering menghabiskan waktunya bersama buku-buku kesayangannya, Sjahrir lebih banyak memfokuskan dirinya bertemu para pemuda dan warga Banda sekitarnya. Meski demikian keduanya sama populer nya di mata orang Banda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SJAHRIR DIMATA BANDA DAN INDONESIA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana “nasib” Sjahrir di wilayah lain negara ini? Dalam sebuah catatan perjalanan yang ditulis Syafruddin Ujang, tahun 2006—sebagai salah satu anggota rombongan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono, yang berkunjung ke Banda Naira untuk menghadiri lustrum perdana STP Hatta-Sjahrir—dapat kita lihat jelas perbedaannya. “Kepahlawanan Bung Hatta dan Bung Sjahrir yang dipuja di Banda Naira, nyaris tercerabut di Minangkabau” (asal kelahiran kedua tokoh, red), demikian awal tulisan Ujang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun yang paling mengagumkan bagi penulis, adalah “bagaimana orang Banda mengapresiasi kedua tokoh nasional tersebut. Meski cuma tinggal selama enam tahun di masa pembuangan, Bung Hatta, Sjahrir dan sejumlah tokoh pergerakan kemerdekaan lainnya seperti dr. Tjipto Mangunkoesoemo dan I.K. Soemantri, sangatlah berkesan di hati masyarakat Banda….Dibuktikan dengan terpeliharanya rumah-rumah pengasingan tokoh-tokoh tersebut. Mengabadikan nama Hatta dan Sjahrir, untuk sebuah Masjid, dan juga untuk dua buah pulau, yaitu Pulau Pisang menjadi pulau Sjahrir, dan Pulau Rosengging menjadi Pulau Hatta…” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup sampai disitu, pada tahun 2001 silam, dibawah Yayasan Warisan dan Budaya Banda yang dipimpin Des Alwi, warga Banda Naira sepakat untuk mendirikan sebuah Perguruan Tinggi yang bernama Hatta-Sjahrir. Kini Lembaga Pendidikan—yang dipimpin langsung oleh Prof.Dr. Hamadi Husain, seorang putra asli Banda—tengah meningkatkan kualitasnya menuju Universitas, dengan tiga Fakultas; Fakultas Perikanan (terakreditasi), Fakultas Pendidikan (SK resmi tahun 2009), dan Fakultas Pertanian (tahap usulan). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apresiasi yang begitu tinggi terhadap tokoh Nasional, khususnya Sjahrir di Banda Naira, tampaknya tak terjadi di wilayah Indonesia lainnya. Khususnya Sutan Sjahrir di tanah Minang tempat kelahirannya seolah lenyap ditelan bumi. Dari catatan sejarah, Sjahir, lahir di Padang Panjang pada lima Maret seribu sembilan ratus kosong sembilan. Namun peninggalan Sjahrir semasa kecil sulit ditemukan. Jejak yang masih bisa dilacak, adalah mengunjungi rumah adik tirinya, Rohana Kudus di Kampung Labuah Gadang di Koto Gadang. Namun, tidak ada satupun orang yang bisa ditemui. Kabarnya, rumah ini sejak lama sepi ditinggal penghuninya. Begitu pula dengan rumah kedua orang tua Sjahrir di Kampung Piliang, masih di Koto Gadang. Rumah besar ini kosong dan tidak terawat. Jejak Sjahrir sudah sulit ditemukan di tanah kelahiranya. Sejarah hanya mencatat, ia lahir di Tanah Minang ini dan tahun 1966 tutup usia di dalam tahanan di Zurich - Swiss. "Di samping Sjahrir, Tan Malaka juga tak bisa kalian cari," demikian tutur Oom Des, sapaan akrab Des Alwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;INTELEKTUALISME SJAHRIR&lt;/strong&gt;: Upaya memanusiakan manusia Indonesia &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bapak Sosialisme Indonesia, pemikiran dan visi Sjahrir terlampau jauh menembus zamannya, bahkan melampaui Soekarno dan Hatta itu sendiri, demikian pengakuan banyak ahli.&lt;br /&gt;Menurut John Legge, seorang ahli sejarah Universitas Monash, Australia, yang dikutip Herdi Sahrasad, pemikiran Sjahrir mempunyai makna dalam beragam interpretasi. Makna pemikirannya bukan terletak pada perannya sebagai sebuah organisasi politik, melainkan pada fakta, bahwa dia merepresentasikan suatu aliran moral dan politik yang bersumber dari nilai-nilai kehidupan bangsa kita. Dia memperjuangkan human dignity, martabat manusia dengan segala suka dukanya. (Jawa Pos, 4 Maret, 2009). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hanya Sjahrir, dan segelintir pejuang dan intelektual Indonesia yang aktif memperjuangkan martabat bangsa, sesuatu yang sudah terlalu asing pada pribadi petinggi negara kini. Perilaku korup, indisipliner, terjerat dalam belitan skandal moral, adalah bukti moral petinggi negara dan bangsa ini sedang kritis. Meskipun bukan sosok yang paling berpengaruh (dibawah bayang-bayang nama besar Soekarno-Hatta), Sjahrir muda telah meletakkan dasar prilaku dan moral yang mengagumkan, dan memberi contoh yang begitu mulia, bukan saja kepada pemuda-pemudi Indonesia, namun juga kepada orang yang lebih tua darinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai intelektual, ia enggan menjadi menara gading hingga melupakan rakyatnya yang jelata dan tak berpendidikan. Sebagai pemuda, ia tidak tercerabut dari akar moralitas hingga terjerat dalam belitan prilaku amoral. Jujur, Indonesia masih merindukan Sjahrir-Sjahrir muda terlahir kembali. Bangkit dan melawan krisis intelektualisme dan moralitas bangsa yang carut-marut ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-7500861332768904642?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/7500861332768904642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=7500861332768904642&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/7500861332768904642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/7500861332768904642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2009/05/sjahrir-dimata-banda-dan-indonesia.html' title='Sjahrir dimata Banda &amp; Indonesia'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-4818820133101382908</id><published>2008-12-07T14:42:00.007+07:00</published><updated>2008-12-07T14:53:00.155+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Met Idul Adha 1429 H</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/STuAGFgoFgI/AAAAAAAAAYg/GVW18bsyPns/s1600-h/Banda+naira+met+Idul+adha+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 383px; height: 284px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/STuAGFgoFgI/AAAAAAAAAYg/GVW18bsyPns/s320/Banda+naira+met+Idul+adha+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276952230441260546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Adha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;10 Dzulhijjah 1429 H&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-4818820133101382908?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/4818820133101382908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=4818820133101382908&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/4818820133101382908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/4818820133101382908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/12/met-idul-adha-1429-h.html' title='Met Idul Adha 1429 H'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/STuAGFgoFgI/AAAAAAAAAYg/GVW18bsyPns/s72-c/Banda+naira+met+Idul+adha+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-5924408922487020846</id><published>2008-11-25T11:45:00.010+07:00</published><updated>2008-11-25T18:28:25.833+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artefak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikayat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Cuci Parigi Pusaka Lonthoir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ROFAERWAR: TRADISI TANPA MENINGGALKAN RELIGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SSuEyO48YFI/AAAAAAAAAYI/VOid_jM-ZTo/s1600-h/Negeri+Lonthoir.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 224px; height: 122px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SSuEyO48YFI/AAAAAAAAAYI/VOid_jM-ZTo/s320/Negeri+Lonthoir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272453787292557394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BANDA NAIRA. Tradisi Cuci Parigi Pusaka atau biasa dikenal dengan ROFAERWAR di Negeri Lonthoir, Banda Naira Kabupaten Maluku Tengah menyedot perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. Tradisi yang dilakukan 10 tahunan tersebut menarik minat warga dari berbagai daerah termasuk masyarakat Maluku, Sulawesi dan Jawa. Tak ketinggalan wisatawan dari berbagai negara ikut ambil bagian dalam tradisi yang penuh dengan nuansa magis tersebut. Dari pantauan kami di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon pada sabtu sore, ribuan wisatawan dari berbagai daerah dan juga masyarakat keturunan Banda mengikuti pelayaran dengan Kapal Pelni KM Ciremai menuju Banda Naira. Tak ketinggalan juga ratusan turis dari mancanegara ikut dalam pelayaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu sekitar 7 jam Kapal tersebut tiba di Banda Naira. Tak ketinggalan sejumlah kapal pesiar dari mancanegara turut ambil bagian di Perairan Banda Naira. Yang menarik Tradisi ini setiap kali dilaksanakan, dikunjungi puluhan ribu pengunjung dari berbagai daerah dan berbagai negara. Sekedar informasi Parigi Pusaka yang mempunyai cerita unik dari Negeri Lonthoir Banda Naira adalah Parigi (Sumur) yang terletak di  atas bukit dan memiliki sumber air yang sangat menyejukkan. Sumur tersebut bila diamati secara seksama terlihat menyerupai kepala kucing. Cerita magis dari sumur tersebut, jika airnya kering pada satu waktu maka akan terjadi satu musibah sangat besar yang akan menimpa salah satu negeri atau dunia. Wallahualam.   Dalam prosesinya, Parigi Pusaka dicuci dengan menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kain gajah&lt;/span&gt; --kain putih yang panjangnya 99 meter-- dan diarak --oleh semua orang yang hadir saat itu-- menuju pantai. Selain Tradisi Cuci Parigi masih terdapat sejumlah kegiatan tradisional seperti Lomba Kora-Kora (Belang) dan beberapa kegiatan lainnya, termasuk "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kasnai kapala masjid&lt;/span&gt;" yang dilaksanakan beberapa hari sebelum ROFAERWAR. Pelaksanaan Cuci Parigi Pusaka Lonthoir sebelas (11) tahun sebelumnya berlangsung pada hari Senin, 20 November 1997 dan kali ini dilaksanakan pada hari Rabu, 19 November 2008. (mix sources)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;........"&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;tradisi tanpa harus meninggalkan religi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"......&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-5924408922487020846?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/5924408922487020846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=5924408922487020846&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/5924408922487020846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/5924408922487020846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/11/tradisi-cuci-parigi-pusaka-menyedot.html' title='Cuci Parigi Pusaka Lonthoir'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SSuEyO48YFI/AAAAAAAAAYI/VOid_jM-ZTo/s72-c/Negeri+Lonthoir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-756508730536663244</id><published>2008-11-06T11:37:00.005+07:00</published><updated>2008-11-06T13:00:53.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Info Penyetaraan Guru dan Dosen Swasta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Departemen Pendidikan Nasional, Baedhowi mengatakan, pemerintah mempunyai kepedulian dan keinginan besar untuk membantu meningkatkan kesejahteraan guru swasta.  Sebab, sesuai amanat UU tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan UU tentang Guru dan Dosen, tidak ada lagi dikotomi atau pembedaan antara guru pegawai negeri sipil (PNS) dan guru swasta. Dalam tahun anggaran 2008, pemerintah menyediakan pagu anggaran untuk program, penyetaraan guru swasta dengan guru PNS (impassing) sebesar Rp 14,7 miliar. Namun dana itu tidak terserap sama sekali karena tak seorang pun dari sekitar 5.000 guru swasta yang telah mengikuti program ini lolos seleksi. Mereka gagal karena belum diangkat menjadi guru tetap oleh yayasannya.  Walaupun demikian, para guru swasta harus senantiasa optimis untuk berusaha menikmati tunjangan yang disediakan pemerintah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan guru, para Dosen swasta juga sedang dalam proses sertifikasi dan penyetaraan ini.  Kabar ini tentunya amat berarti bagi para dosen swasta yang mengabdi di wilayah-wilayah kecil seperti di Banda Naira. Di Kepulauan nan indah ini, sejak tahun 2001 telah berdiri &lt;a href="http://evaluasi.or.id/profile-nidn.php"&gt;Sekolah Tinggi Perikanan Hatta-Sjahrir&lt;/a&gt; dibawah kordinasi Kopertis Wilayah XII. Berdasarkan Surat Direktur Ketenagaan Ditjen Dikti &lt;a href="http://ditnaga-dikti.org/ditnaga/opendoc.php?page=0&amp;amp;exp=0&amp;amp;id=167&amp;amp;date=2008-11-06%2009:40:15"&gt;Nomor : 2954 /D4.2/2008 tanggal 22 Oktober 2008&lt;/a&gt;, jumlah tenaga pengajar yayasan di Kopertis Wilayah XII mencapai 2,084 dan 569 diantaranya telah memiliki jabatan fungsional. Dari ke-569 dosen tersebut, terdapat 322 Asisten Ahli bergelar S1, 122 Asisten Ahli bergelar S2, 2 Asisten Ahli bergelar S3. Dalam jabatan Lektor, terdapat 38 Lektor bergelar S1, 58 Lektor bergelar S2, dan 10 Lektor bergelar S3, sementara itu, terdapat 4 Lektor Kepala bergelar S1, 9 Lektor Kepala bergelar S2, 2 Lektor Kepala bergelar S3 serta 2 Guru Besar.  Data ini tentunya belum final karena masih harus diklarifikasi kembali baik oleh kopertis maupun oleh PTS. Namun bila anda adalah tenaga pengajar yang menjadi bagian dalam data yang kami sampaikan tsb., maka bersiap-siaplah karena pemerintah sedang menyusun anggaran tujangan dosen perguruan tinggi negeri dan yayasan tahun 2009.  .....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-756508730536663244?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/756508730536663244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=756508730536663244&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/756508730536663244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/756508730536663244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/11/info-penyetaraan-guru-dan-dosen-swasta.html' title='Info Penyetaraan Guru dan Dosen Swasta'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-3417040694843976191</id><published>2008-11-05T10:52:00.004+07:00</published><updated>2008-11-05T11:05:05.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>The Abu-Abuers "Goyang"  Banda Naira</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BANDA NAIRA.  Pentas  seni yang digelar SMU Negeri 1 Banda, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah  tiga malam berturut-turut  sejak tanggal 5-7 Oktober  malam, berlokasi di halaman sekolah,  cukup memukau warga setempat yang datang dari pelbagai pelosok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara  itu dikemas tak hanya  melibatkan "the abu-abuers", namun warga yang berbakat juga ikut ambil bagian dalam memeriahkan acara dimaksud. Mulai dari  tari-tarian, puisi, disko poco-poco, musik rock hingga dandut dipentaskan dalam gawe terbesar sejak sekolah itu didirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dipentaskan acara itu, para pengunjung mencapai ribuan orang berdesak-desakan. Mereka datang menyaksikan kebolehan peserta pentas seni dari berbagai penjuru daerah di Kecamatan Banda. Mereka seolah-olah “dihipnotis” oleh  atraksi seni yang disuguhkan itu.   &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Tiga malam ini kita warga Banda benar-benar “digoyang”  para peserta seni,” ungkap Marwan salah seorang warga Desa Lonthoir yang menyaksikan acara itu, kepada wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, ini hiburan spektakuler  yang baru pernah terjadi di Banda. “Kita perlu memberikan apresiasi positif kepada pengambil kebijakan di SMU Negeri Satu Banda dalam menyajikan pentas seni ini,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya Marwan, Ardani misalnya yang sempat ditemui memberikan pernyataan senada. Ia mengatakan,  pentas-pentas semacam ini harus menjadi skedul tetap untuk dikelola saban tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, lanjut Ardani, acara ini akan sangat memberikan kontribusi  positif dalam mengali bakat-bakat seni anak Banda. “Ini merupakan sebuah prestasi dimana-bakat-bakat seni anak-anak Banda, baik itu pelajar maupun warga biasa dapat menunjukan bakat mereka di depan umum,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik adalam acara itu,  adalah kehadiran para turis manca negara. Mereka juga terlihat begitu kagum dan merasa dihibur dengan pelbagai pentas seni yang digelar. Hal ini bisa terlihat dari antusias mereka  dalam mengikuti acara itu tuntas hingga larut malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para turis manca negara  juga berbuar jadi satu bersama warga. Sesekali mereka juga tampak “bergoyang-goyang” mengikuti irama musik dandut yang disuguhkan. “Acara semcam ini bisa jadi  satu aset  berharga dalam mengaet  wisatawan manca negara. Karena itu, acara semacam ini harus lebih mantap lagi dikemas untuk tahun-tahun mendatang,” tambah Marwan. (&lt;a href="http://www.kbomaluku.com/content/view/634/99/"&gt;Ongkie - KBO Maluku&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-3417040694843976191?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/3417040694843976191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=3417040694843976191&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3417040694843976191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3417040694843976191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/11/abu-abuers-goyang-banda-naira.html' title='The Abu-Abuers &quot;Goyang&quot;  Banda Naira'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-8614511919003325127</id><published>2008-10-18T17:36:00.003+07:00</published><updated>2008-10-18T17:41:38.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Berburu Signal di Gang Hallo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berburu Signal di Gang Hallo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.yesyes.co.nz/images/phone_cartoon.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 228px; height: 246px;" src="http://www.yesyes.co.nz/images/phone_cartoon.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siapa yang tidak mengenal Proklamator Mohammad Hatta? Bagi masyarakat di Kepulauan Banda Neira, sosok ini telah dikenal sejak sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 dikumandangkan.  Pasalnya, dalam sejarah perjuangannya bagi kebebasan Bangsa Indonesia, Hatta sempat diasingkan ke Banda Naira oleh pemerintah Kolonial Belanda yang saat itu telah bercokol di Tanah Banda Alaihissalam sejak abad ke-16. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu kentalnya sosok yang satu ini bagi Masyarakat Banda, Pulau Rosengain--salah satu pulau di sebelah timur kepulauan Banda--diberi nama Pulau Hatta.  Selain itu terdapat juga "Rumah Hatta", rumah tempatan Mohammad Hatta selama diasingkan di Pulau Banda.  Selain itu, terdapat pula jalan Dr. Mohammad Hatta yang melintasi tepat di depan Rumah Hatta, yang akhir-akhir ini ramai dikunjungi oleh masyarakat Banda Neira.  Pasalnya, terdapat "hotspot" T-Sel di sana, "kol pi di Neira jang lupa pi di Gang Hallo, esemes tata pia, bilang antua kapal bale bor mama kirim bakasang", begitu pesan salah seorang warga di Pulau Lonthoir agar anaknya menghubungi bibi-nya yang berdomisili di Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, salah satu bagian dari Jalan Dr. Mohammad Hatta itu lebih dikenal warga sebagai "Gang Hallo", karena di pusat pemerintahan negeri Dwiwarna itu telah dipasang pemancar jaringan seluler telkomsel, walaupun daya pancar-nya masih terbatas dalam radius kurang lebih 50 meter. Kini, warga Banda telah berlega hati, "biar cuma di sekitar sini, yang penting signal su ada, dar pada trada sama sekali" kata salah satu warga yang sepertinya paling sering nongkrong di Gang Hallo dibanding warga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biar Lambat Asal Selamat, Biar signal Ngadat yang penting bisa ngucapin selamat", kata salah satu mahasiswa yang sempat ditemui di Gang Hallo pada sore hari Idul Fitri 1429 H. Namun, ketika salah teman mahasiswa tadi dimintai tanggapannya atas tersedianya jaringan seluler tersebut, "Bagi kami, kehadiran pemancar ini patut diapresiasi positif, namun kita mestinya jangan sampai lupa bahwa, warga Banda Naira yang berasal dari pulau-pulau lain perlu menikmati layanan yang serupa.  Perlu langkah arif baik dari pemda maupun dari investor untuk, tidak hanya menciptakan Gang Hallo-Gang Hallo lain, namun kami lebih berharap, dimanapun kami berada, kami bisa "say hello".&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-8614511919003325127?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/8614511919003325127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=8614511919003325127&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/8614511919003325127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/8614511919003325127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/10/berburu-signal-di-gang-hallo.html' title='Berburu Signal di Gang Hallo'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-3550498104093805509</id><published>2008-09-19T10:29:00.007+07:00</published><updated>2008-10-18T13:48:30.449+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>E-mail Unik jadi Kado Lebaran, MAU? ...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E-mail Unik:  panepunama@bandanaira.co.cc&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://mail.bandanaira.co.cc/" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SPmGKR06kJI/AAAAAAAAARY/AKCrNbP_N3g/s320/Banda+Naira+Mail+Community.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258381551073923218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;KADO LEBARAN.  Ada kabar unik bagi anda yang senantiasa merasa menjadi bagian dari komunitas blogger Banda Naira.  Bagi anda yang ingin memiliki E-mail Unik dengan menyertakan nama Banda Naira dibelakang email anda, segera daftarkan dengan menyertakan nama pertama (first name), nama akhir (last name) dan nama e-mail yang anda inginkan (username).  Kirim identitas anda ke alamat e-mail kami yang kami tancapkan pada kata embin atau admin pada TAMPA PAKAROL.   Layanan ini didukung sepenuhnya oleh gmail.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e-MAIL yang anda miliki nantinya tetap memiliki tingkat kerahasiaan yang sama dengan e-mail anda terdahulu.  Segera setelah anda mendaftar, kami akan mengirimkan username bersama temporary pasword yang bisa segera anda tukar dengan pasword yang hanya anda yang tauu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buruan, anda bisa segera TAMPIL BEDAA....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-3550498104093805509?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/3550498104093805509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=3550498104093805509&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3550498104093805509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3550498104093805509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/09/e-mail-unik-jadi-kado-lebaran-mau.html' title='E-mail Unik jadi Kado Lebaran, MAU? ...'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SPmGKR06kJI/AAAAAAAAARY/AKCrNbP_N3g/s72-c/Banda+Naira+Mail+Community.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-8195306014767930357</id><published>2008-09-17T11:43:00.009+07:00</published><updated>2008-09-19T11:34:10.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Met Lebaran : ....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SNMrNxviWCI/AAAAAAAAARM/I4SIkItbvc0/s1600-h/id+Mubarak1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 354px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SNMrNxviWCI/AAAAAAAAARM/I4SIkItbvc0/s320/id+Mubarak1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247585506507773986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;" center=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SNCL9_XdNEI/AAAAAAAAAQQ/PL7JvCUoTVc/s1600-h/id+Mubarak1.gif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-8195306014767930357?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/8195306014767930357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=8195306014767930357&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/8195306014767930357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/8195306014767930357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/09/met-lebaran.html' title='Met Lebaran : ....'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SNMrNxviWCI/AAAAAAAAARM/I4SIkItbvc0/s72-c/id+Mubarak1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-2526920138543796991</id><published>2008-09-15T12:40:00.004+07:00</published><updated>2008-09-15T13:09:23.131+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Gempa plus Sinlaku : ...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banda Naira, Gempa 7,6 SR yang menggoyang, Ternate, Maluku Utara pada sekitar pukul 09.10 WIT ternyata tidak dirasakan oleh masyarakat di Kepulauan Banda dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.detiknews.com/images/content/2008/09/11/10/ternate.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 293px; height: 151px;" src="http://www.detiknews.com/images/content/2008/09/11/10/ternate.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika muncul berita gempa ini di beberapa media elektronik, perantau Banda Naira biasanya langsung menghubungi sanak saudara di kampung halamannya itu, maklum-lah karena Kepulauan Banda termasuk salah wilayah "favourite" gempa di Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun gempa kali ini tidak dirasakan oleh masyarakat di Banda Naira, namun BADAI SINLAKU yang telah menewaskan beberapa orang di Taiwan telah cukup merepotkan masyarakat di sekitar Ambon, Seram bagian Barat dan Buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinlaku merupakan pusat tekanan rendah yang menyebabkan pusaran angin dengan kecepatan tinggi dan membentuk awan-awan badai (Cb) di sepanjang jalur angin yang dipengaruhinya. Pada Rabu (10/9), imbas pembentukan badai tropis di wilayah utara Filipina ini menyebabkan hujan deras dan angin kencang yang berakibat empat orang tewas, bajir, longsor dan puluhan rumah warga rusak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Prakirawan Stasiun Meteorologi Bandara Pattimura Ambon, Agie Wandala Putra kepada Ambon Ekspres mengatakan, imbas badai Sinlaku yang diambil dari nama dewa legenda di Mikronesia tersebut sudah berkurang untuk dirasakan di Ambon dan sekitarnya. Ini setelah bibit badai berubah menjadi badai (topan) yang bergerak menjauhi daerah tropis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Imbas badai ini ke depan tidak ekstrim lagi seperti dua hari lalu yang menyebabkan angin kencang diserati hujan lebat di daerah ini. Namun demikian kewaspadaan tetap harus ada,’’ kata Agie.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-2526920138543796991?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/2526920138543796991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=2526920138543796991&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2526920138543796991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2526920138543796991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/09/gempa-plus-sinlaku.html' title='Gempa plus Sinlaku : ...'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-3644879628534656415</id><published>2008-09-04T13:01:00.002+07:00</published><updated>2008-09-04T13:13:02.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Caleg Artis dan Pemimpin Muda di Mata Iwan Fals</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beri Pesan Jangan Korupsi Jabatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai musikus ternama yang punya banyak massa, Virgiawan Listanto alias Iwan Fals belum tertarik menerjuni kancah politik. Lalu, seperti apa pandangan dia terhadap rekan-rekannya dari dunia seni, terutama pemain sinetron, yang maju sebagai pemimpin daerah dan calon legislatif di DPR?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah berkali-kali tokoh politik berusaha menjebak Iwan Fals agar masuk ke dunia politik. Tapi, pelantun lagu yang kaya dengan kritik sosial itu selalu sigap menghindari jebakan tersebut. Hingga kini, dia pun masih netral dan tak tergoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Iwan anti pada dunia politik praktis? Soal banyaknya artis yang terjun ke kancah politik itu, dirinya tidak perlu terlalu mempermasalahkan. Sebab, memang kondisi secara keseluruhan masih bisa dibilang carut-marut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika saja, Ronald Reagan yang sebelumnya merupakan bintang film mendadak menjadi politikus. ’’Karena kondisinya masih gelisah, jadi mungkin kalau suatu saat dunia ini sudah seperti surga, artis bisa fokus ke artisnya, politisi bisa fokus ke dunianya,’’ ucap pelantun Manusia Setengah Dewa itu saat ditemui Jawa Pos (Grup Ambon Ekspres) di rumahnya, Lewinanggung, Depok, belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Reagan merupakan salah satu contoh sukses artis menjadi politikus. Hal itu pula yang diharapkan Iwan dari teman-temannya. ’’Ini juga saran buat teman-teman (artis), jangan korupsi jabatan. Kalau memang mau masuk, pelajari benar-benar, tekuni benar-benar, berkelahi di situ,’’ tegas bapak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Bassae, dan Raya Rambu Rabbani tersebut.&lt;br /&gt;Iwan berpandangan, menjadi politikus adalah belajar memberikan dirinya untuk orang lain. Belajar melayani. ’’Saya yakin teman-teman artis punya itu. Sekarang nama sudah punya, materi sudah, orang menghormati. Apa lagi? Selain tinggal pengabdian. Saya sih mendoakan saja. Kalau saya sih nggak mampu,’’ ungkapnya.&lt;br /&gt;Menurut dia, politik itu rumit. Harus menangani permasalahan manusia. Butuh latar belakang pendidikan yang mumpuni agar tidak sekadar mengabdi. ’’Kalau saya (masuk politik), nanti jadi aneh negeri ini. Jangan main-main api lah. Latar belakang saya juga bukan orang baik-baik. Ya, dunia musik tahu semua. Sebagian saraf saya putus. Sementara syarat (jadi politikus) itu kan sehat jasmani dan rohani,’’ kata Iwan terkekeh sekalian menyindir&lt;br /&gt;Menyambut Pemilihan Umum 2009, dia berharap Indonesia menghadirkan pemimpin muda. Dalam pengertiannya, orang muda adalah usia 35–45 tahun. ’’Saya berharap itu untuk 2009,’’ ucap suami Rossana tersebut serius.&lt;br /&gt;Alasannya, sudah enam presiden silih berganti memimpin Indonesia, tapi krisis di negeri ini belum bisa teratasi. ’’Walaupun Bung Karno muda, Pak Harto muda, setelah itu penggantinya di atas usia 50 tahun semua. Dan terbukti sampai sekarang krisis masih berjalan terus. Itu kan pertanyaan besar!’’  Iwan mengungkapkan, sudah terbukti, orang-orang di atas 60 tahun memimpin Indonesia, sampai sekarang masih krisis. Walaupun, kata dia, para pemimpin itu beralasan krisis terjadi karena merata di seluruh dunia.&lt;br /&gt;Tapi, kalau kita lihat, Indonesia kaya benar lho. Ikannya, lautnya, manusianya, dan orang-orang pandai banyak di negeri ini,’’ ujar Iwan seperti bingung. Dia juga mengaku sering terpana campur heran melihat berbagai acara dialog di televisi. Menurut pembicaraan para cendekiawan, selalu ada jalan keluar dari permasalahan yang membelenggu bangsa ini. ’’Tapi, kok susah. Ini jadi pertanyaan besar buat saya,’’ ujarnya heran.&lt;br /&gt;Karena itu, kata dia, masih lebih baik anak muda yang salah daripada orang tua yang salah saat menjadi pemimpin. ’’Loh, iya. Kan (kalau anak muda salah) masih ada orang tua. Masih ada yang bisa didengar, paling tidak orang tuanya, kan gitu. Tapi, kalau orang tua salah, masak mau dinasihatin kakeknya? Lah sudah pikun,’’ ungkapnya setengah bercanda.&lt;br /&gt;Tapi, jelas Iwan, memang benar kekuasaan itu seperti candu. Hanya, dia meminta agar coba dipikirkan lagi bahwa menjadi pemimpin itu berkaitan dengan nyawa lebih dari 200 juta rakyat Indonesia. ’’Saya lihat orang-orang muda ngomong di televisi, saya bersemangat. Ada jalan keluar lho. Cuma, memang belum populer,’’ tuturnya. Tapi, dia yakin masalah popularitas hanya pendekatan media massa. (&lt;a href="http://www.ambonekspres.com/index.php?act=news&amp;amp;newsid=24122"&gt;sumber&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-3644879628534656415?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/3644879628534656415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=3644879628534656415&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3644879628534656415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3644879628534656415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/09/caleg-artis-dan-pemimpin-muda-di-mata.html' title='Caleg Artis dan Pemimpin Muda di Mata Iwan Fals'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-1798353890828323131</id><published>2008-09-04T12:54:00.003+07:00</published><updated>2008-09-18T14:02:16.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>SMK I Banda Jajaki Kerjasama Dengan Perusahan Jepang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SMK I Banda Naira Jajaki Kerjasama Dengan Perusahan Jepang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SNH8fbppmJI/AAAAAAAAAQw/4A1he8DiJGI/s1600-h/smk+banda+naira+1.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 352px; height: 235px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SNH8fbppmJI/AAAAAAAAAQw/4A1he8DiJGI/s320/smk+banda+naira+1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247252657791932562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Direncanakan dalam waktu dekat ini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) I Banda, Kecamatan Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) akan menjajaki kerjasama dengan salah satu perusahaan asing yang berkedudukan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kerjasama di bidang perikanan tersebut selain untuk memberikan kontribusi bagi daerah, juga bagi peningkatan kualitas SMK itu sendiri. “Memang benar, kita (SMK I Banda) akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Waisiti, perusahaan Jepang yang berkedudukan di Indonesia,’’ ungkap Kepala SMK I Banda, Rahman Ladjai, kepada Koran ini, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; PT. Waisiti sendiri, kata dia, telah melakukan berbagai persiapan dalam rangka penyediaan sarana prasarana penunjang seperti, penempatan fresher (pendingin-red) super minus 60 derajat sebagai tempat penampungan ikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Container Fresher super minus 60 derajat ini direncanakan akan ditempatkan di sana (Banda Naira) sebagai tempat penampungan ikan. Fresher ini merupakan produk pertama di dunia dengan kapasitas 20 ton,’’ jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sementara ikan yang dibeli perusahaan tersebut adalah ikan Tuna Loin dan sudah dibelah. Sedangkan SMK Negeri 1 Banda sebagai mitra akan dijadikan sebagai pengelola. “Dan alumni SMK dan siswa SMK yang pernah magang di Bali dan Makassar akan dipakai perusahan tersebut sebagai tenaga teknik. Mereka semua di gaji dan khususnya SMK mendapat presentase keuntungan yang sudah ditetapkan dalam MoU nanti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-1798353890828323131?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/1798353890828323131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=1798353890828323131&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/1798353890828323131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/1798353890828323131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/09/smk-i-banda-jajaki-kerjasama-dengan.html' title='SMK I Banda Jajaki Kerjasama Dengan Perusahan Jepang'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SNH8fbppmJI/AAAAAAAAAQw/4A1he8DiJGI/s72-c/smk+banda+naira+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-1734466629317634267</id><published>2008-09-04T12:30:00.005+07:00</published><updated>2008-09-04T12:44:48.894+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Menu Ramadhan di Banda Naira</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/01/084028p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/01/084028p.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Banyak Cara yang dilakukan masyarakat Banda Naira ketika menyambut datangnya bulan ramadhan.  Mulai dari menyiapkan DUNANG-DUNANG menjelang Maghrib hingga menyajikan Kua Asam Pala ketika Sahur tiba.  Ikan Kuah Pala termasuk salah satu menu favorit di Banda Naira.  Bila lebaran tanpa ketupat terasa belum lengkap, di Banda Naira, ..... SAHUR BELUM LENGKAP TANPA ....KUAH ASAM PALA ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sup ikan kuah pala pengolahannya sebenarnya mudah dan bumbunya sederhana. Kendala utama mungkin buah pala yang jarang dijumpai di pasar di luar Maluku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah pertama adalah memilih ikan segar yang akan dibuat sup. Paling mantap ikan laut seperti kerapu dan kakap merah yang dagingnya lembut dan menyerap bumbu. Setelah ikan dibersihkan dan siap diolah, siapkan bumbu, yaitu bawang merah, laos, cabai merah, dan terasi. Bumbu- bumbu diulek hingga halus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah selanjutnya merebus air, setelah mendidih masukkan bumbu-bumbu. Kemudian ikan dimasukkan bersama irisan tipis-tipis daging pembungkus biji pala. Tambahkan sedikit garam dan serai tumbuk untuk rasa dan aroma segar. Angkat setelah ikan dan buah pala matang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk variasi hidangan bisa disajikan daun pepaya yang dihilangkan rasa pahitnya. Caranya, daun pepaya direbus menggunakan air tanah liat. Setelah direbus, daun pepaya dibersihkan dan diiris-iris halus. Siapkan bumbu bawang putih, bawang merah, cabai, dan terasi kemudian digiling halus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daun pepaya dan bumbu ditumis di atas api kecil, tambahkan garam, kenari giling, dan setengah gelas air. Daun pepaya dibolak-balik hingga matang dan sajikan bersama sup ikan kuah pala, sambal bekasang, ulang-ulang, dan ikan bakar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-1734466629317634267?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/1734466629317634267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=1734466629317634267&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/1734466629317634267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/1734466629317634267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/09/menu-ramadhan-di-banda-naira.html' title='Menu Ramadhan di Banda Naira'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-6981219872292607630</id><published>2008-09-02T12:21:00.003+07:00</published><updated>2008-09-02T13:14:20.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Imsakiyah Ramadhan 1429 H</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Imsakiyah Ramadhan 1429 H untuk Banda Naira dan sekitarnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SLzWNV6LH0I/AAAAAAAAAMk/YyQFRa475Zs/s1600-h/Imsakiyah+kota+ambon,+banda+naira,+dan+sekitarnya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 252px; height: 496px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SLzWNV6LH0I/AAAAAAAAAMk/YyQFRa475Zs/s320/Imsakiyah+kota+ambon,+banda+naira,+dan+sekitarnya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241299591060201282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1) &lt;a href="http://www.pkpu.or.id/imsyak/"&gt;Imsakiyah Ramadhan 1429 H&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; 2) &lt;a href="http://www.hanura.com/download/Hanura_Jadwal_Imsakiyah_Ramadhan_1429H.pdf"&gt;Imskiyah Ramadhan 1429 H. pdf&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;3) &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadfile/2012719/jadwal-imsakiyah-ramadhan1429h-2008.pdf.html"&gt;Imskiyah Ramadhan 1429 H&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-6981219872292607630?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/6981219872292607630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=6981219872292607630&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/6981219872292607630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/6981219872292607630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/09/imsakiyah-ramadhan-1429-h.html' title='Imsakiyah Ramadhan 1429 H'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SLzWNV6LH0I/AAAAAAAAAMk/YyQFRa475Zs/s72-c/Imsakiyah+kota+ambon,+banda+naira,+dan+sekitarnya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-8482799473251318404</id><published>2008-09-02T12:03:00.005+07:00</published><updated>2008-09-02T12:36:12.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Ramadhan Mubarak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Keluarga Besar Blogger Banda Naira Mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i226.photobucket.com/albums/dd200/ImKoyube/puasa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://i226.photobucket.com/albums/dd200/ImKoyube/puasa.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ramadhan 1429 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pkpu.or.id/imsyak/"&gt;Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1429 H&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-8482799473251318404?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/8482799473251318404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=8482799473251318404&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/8482799473251318404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/8482799473251318404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/09/ramadhan-mubarak.html' title='Ramadhan Mubarak'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-7306951959055884678</id><published>2008-08-25T10:44:00.013+07:00</published><updated>2008-08-27T14:24:51.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>ADA APA DENGAN BANDA 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2EZIN2QPQAM/SK7EEy4TXMI/AAAAAAAAAYE/iwl_h2w2_3s/s200/ayid-kartun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 165px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2EZIN2QPQAM/SK7EEy4TXMI/AAAAAAAAAYE/iwl_h2w2_3s/s200/ayid-kartun.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;By. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammad Farid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[Jong Ambon, Poetra Run]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini tentu tidak dimaksudkan untuk mendukung salah satu calon presiden 2009 nanti. ini hanya sekedar bentuk apresiasi terhadap fenomena yang berkembang akhir-akhir ini&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ADA APA DENGAN BANDA NAIRA 2009? Ya, pertanyaan itu mungkin tepat mewakili sejumlah tanda tanya kita jika melihat tayangan iklan beberapa minggu belakangan ini, khususnya tayangan iklan kampanye PILPRES 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar "Reklame politik" para capres mengusung tema yang sama; pentingnya persatuan dan kesatuan, peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, dan tak ketinggalan menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang majemuk. Pilihan latar shooting pun berbeda-beda; mulai dari wilayah pedesaan sampai kota, dari pasar sampai industri, dan dari daerah pesisir hingga ke gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;Menariknya, di antara sekian banyak iklan capres yang ada, Banda Naira dipilih sebagai latar shooting oleh 2 tokoh nasional, yakni; Rizal Malaranggeng, dan Susilo Bambang Yudhoyono (presiden RI). Maka wajar jika sebagian orang bertanya-tanya, ada apa dengan Banda? Apa menariknya Banda, yang di peta Indonesia saja cuma sebuah titik, hingga membuat "kepincut" hati para tokoh-tokoh tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizal, misalnya, yang membuat sekuel kampanye nya sampai 3 episode; 2 episode pertama bertema "if there is a will, there is a way", dan episode terakhir yang bertema "generasi baru harapan baru" dengan moto: "dream the imposible to reach the stars", semuanya berlatarbelakang pulau Banda Naira plus gunung nya yang eksotis. Rizal digambarkan begitu dekat dengan penduduk Banda Naira (setting: pelabuhan Banda Naira), merangkul para nelayan (setting: salah satu rumah di Nusantara), dan peduli terhadap pendidikan anak-anak (setting: rumah bung Hatta). Sekali lagi kita bertanya, ada apa dengan Banda Naira ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum hilang rasa heran, reklame politik lainnya sudah menghantam telinga kita. Suara SBY (Presiden RI) dengan lantang seakan "menjawab" pidato bung Karno: "Sudah hancurkah kita? Akankah kita hilang dan tenggelam?" SBY menjawab: "Tidak, dari sabang sampai merauke, dari mianas sampai P.RUN, kita akan bersatu, demi Indonesia Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bagi orang awam, rentetan kalimat SBY itu terasa biasa, tapi tidak bagi kita orang Banda, lebih lagi untuk orang pulau Run sendiri. Kalimat itu bak gelegar petir yang begitu haru dan membanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu haru, sebab Pulau Run hanyalah pulau kecil yang hampir punah ditelan zaman. Bahkan bisa dipastikan hampir sebagian besar orang Indonesia tidak mengenal pulau itu, apalagi history didalamnya. Banyak orang lupa, bahwa pernah berlangsung peristiwa besar 5 abad silam, tentang petukaran wilayah kekuasaan antara Inggris (yang saat itu menguasai hampir seluruh daratan Amerika, kecuali Manhattan), dengan Belanda (yang menguasai hampir seluruh daratan Indonesia, kecuali Pulau Run). Maka diladakanlah "perjanjian Breda" pada tahun 1617, untuk upaya barter antara Run dan Manhattan. [Sejarah ini valid dan tak terbantah, kecuali oleh seorang Indonesia yang mengaku-ngaku tahu sejarah yang mengatakan pertukaran itu berlangsung antara Manhattan dan pulau Bangka. Untuk hal ini kita bisa berdebat panjang]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun versi sejarah nya, faktanya kini Pulau Run hampir pasti dilupakan banyak orang. Kondisi sosial-ekonomi nya pun nyaris jauh dari campur tangan (baca: bantuan) pemerintah. Saat ini saja belum ada penerangan listrik dan sanitasi air bersih yang memadai bagi keberlangsungan hidup masyarakat disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membanggakan adalah, kondisi Pulau Run yang terpencil dan memprihatinkan itu terasa sedikit "terobati" dengan ucapan lantang SBY dalam kampanye nya, seakan menggambarkan kebulatan tekad nya untuk lebih peduli terhadap pulau-pulau terluar diseluruh wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Rizal, SBY, dan para politikus lainnya. Semoga semua itu bukan janji belaka. Semoga pula bukan "dagangan" politikus seperti yang sudah-sudah....sungguh rakyat menanti dengan dahaga dan lapar tentang apa yang kalian janji.......&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-7306951959055884678?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/7306951959055884678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=7306951959055884678&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/7306951959055884678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/7306951959055884678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/08/ada-apa-dengan-banda-2009-by.html' title='ADA APA DENGAN BANDA 2009'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2EZIN2QPQAM/SK7EEy4TXMI/AAAAAAAAAYE/iwl_h2w2_3s/s72-c/ayid-kartun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-1536901558459082420</id><published>2008-08-06T10:13:00.011+07:00</published><updated>2008-08-25T11:26:16.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Organisasi Pembelajar : ...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SJkYt9aPWgI/AAAAAAAAAIE/i4El9bwfLmk/s1600-h/learning%2Borganization.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 168px; height: 182px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SJkYt9aPWgI/AAAAAAAAAIE/i4El9bwfLmk/s320/learning%2Borganization.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231239620025342466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Organisasi Pembelajar:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Hasil  “Shared Experiences”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah dunia yang kini menjadi begitu kompetitif dan terus berubah, dimana akses informasi menjadi sangat berlimpah dan terbuka, kita semua makin sadar bahwa hanya individu dan organisasai yang senantiasa belajar-lah yang bisa survive. Namun, sekedar menambah kelas training atau mengirimkan sejumlah pegawai untuk sekolah, nyata-nyata tidak semata lantas membuat organisasi menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;learning organization&lt;/span&gt;. Sebuah lembaga pemerintah bergengsi, yang secara terprogram membiayai karyawannya untuk meningkatkan gelar pendidikan ke jenjang S2, bahkan sangat lumrah sampai ke jenjang PhD, dan sangat rajin mengirimkan ahlinya ke luar negeri, tetap belum dapat digolongkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;learning organization&lt;/span&gt; karena budaya belajarnya tidak kelihatan dari luar, maupun tidak terasa di dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Organisasi pembelajar tidak terdiri atas individu-individu yang bernafsu meningkatkan gelar pendidikannya hanya demi jabatan, kekuasaan serta status sosial tanpa memikirkan kontribusinya bagi pembelajaran itu sendiri&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut para ahli, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;In a learning organization, when one of us gets smarter, we all can get smarter&lt;/span&gt;”.  Ternyata, dalam organisasi pembelajar, tidak semua orang harus belajar, tetapi proses pembelajaran akan menular tanpa terasa dan perlahan namun pasti pencerdasan sudah mencapai tingkat yang lebih tinggi tanpa perlu formalitas belajar secara harafiah. Bisa kita bayangkan, kalau dalam sebuah organisasai saja proses pembelajaran formal dan non-formal yang sudah diupayakan mati-matian masih sulit terlaksana, bagaimana nasib sebuah organisasi yang tidak serius mendesain proses pembelajaran anggota-nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa organisasi yang sukses, kita bisa mem-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;benchmark&lt;/span&gt; beberapa praktek yang sebetulnya sudah kita laksanakan, walaupun belum sistematis. Dalam organisasi pembelajar yang sudah jadi, teramati individunya menampilkan tindakan yang lebih terkontrol dan kata-katanya tidak sekedar “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;asbun&lt;/span&gt;” (asal bunyi), namun lebih bisa dipertanggungjawabkan, terkait “lesson learned” dan informasi kunci untuk menampilkan pemikiran terbaiknya. Yang jelas, setiap individu dalam organisasi menampilkan sikap “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak pelit ilmu&lt;/span&gt;” dan juga meyakini bahwa kompetensi seperti sikap, nilai dan ketrampilan juga bisa ditularkan pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana dalam organisasi pembelajar tidak muncul dalam suasana “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sinau&lt;/span&gt;” (belajar intensif, bahasa jawa), namun lebih tampak pada diskusi seru, komunikasi intensif, keinginan untuk updating, serta rasa haus akan kesempatan belajar. Pertanyaan-pertanyaan seperti: “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Darimana kamu dapat ide itu&lt;/span&gt;?”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana sih caranya&lt;/span&gt;?”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana kalau&lt;/span&gt;…..”,  berkumandang di rapat-rapat yang membuat setiap orang dalam organisasi merasa seperti berada di sebuah laboratorium raksasa yang tiada henti menyambut inovasi baru ataupun tantangan yang berasal dari masalah dan kesempatan yang terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi boleh berharap menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;organisasi pembelajar&lt;/span&gt;, bahkan mengeluarkan banyak biaya untuk mendukung pelatihan dan bentuk program pembelajaran lainnya, tetapi kalau suasana kerja tidak “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;friendly&lt;/span&gt;”, kaku, tidak mampu melakukan komunikasi yang menembus divisi, doyan berpolitik, berperilaku tidak sejalan dengan misi organisasi alias penuh birokrasi dan masih sibuk mementingkan kebutuhan pribadi, semua upaya akan percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi pembelajar akan tercipta hanya bila suasana kerja mendorong “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengembangan pribadi&lt;/span&gt;” dan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;personal mastery&lt;/span&gt;” secara utuh, menyemangati kerja tim, memberi kesempatan untuk “problem solving” dan mengupayakan evaluasi yang jujur dan tulus. (Kompas/E. Rachman &amp;amp; S. Savitri)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-1536901558459082420?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/1536901558459082420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=1536901558459082420&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/1536901558459082420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/1536901558459082420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/08/learning-organization.html' title='Organisasi Pembelajar : ...'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SJkYt9aPWgI/AAAAAAAAAIE/i4El9bwfLmk/s72-c/learning%2Borganization.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-709244530083001619</id><published>2008-08-01T11:02:00.000+07:00</published><updated>2008-08-01T11:15:24.341+07:00</updated><title type='text'>Internet mampu menghambat Global Warming.....?!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://detikinet.com/images/content/2007/12/12/398/globalwarming.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;Bisakah Pemanasan Global dihambat dengan Internet???.. Atau Apakah penggunaan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;a id="KonaLink0" target="_top" class="kLink" style="text-decoration: underline ! important; position: static;" href="http://ririungan.blogspot.com/2007/12/hambat-pemanasan-global-dengan-internet.html#"&gt;&lt;span style="font-weight: 400; position: static; color: rgb(0, 14, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;&lt;span class="kLink" style="font-weight: 400; position: static; color: rgb(0, 14, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;internet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; bisa mengurangi/menghambat pemanasan Global???.. Ahh yang benar !!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;Berikut ini informasi ilmiah sebagaimana dikutip dari detikinet.com. Bahwa disinyalir pemanasan global yang melanda bumi sehngga meresahkan kita bisa ditolong (baca:dihambat) melalui penggunaan/akses internet berkecepatan tinggi. Ini sebagaimana disimpulkan oleh lembaga American Consumer Institute.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;Bagaimana hal ini bisa terjadi?.  Berikut adalah beberapa perincian penjelasannya;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt; &lt;li&gt;Bekerja dari rumah via internet meminimalisir pemakaian kendaraan dan menghemat pemakaian ruang kerja. Langkah ini meminimalisir gas rumah kaca sampai 588 juta ton. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;E-commerce atau perdagangan via internet menghemat pemakaian gudang pun juga memotong jalur distribusi/pengapalan. Langkah ini bisa meminimalisir gas rumah kaca sampai 206 juta ton. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rapat-rapat yang berlangsung secara teleconference via internet bisa menghemat pemakaian pesawat terbang. Langkah ini meminimalisir gas rumah kaca sampai 200 juta ton. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengunduh (&lt;em&gt;download&lt;/em&gt;) musik, film, dan koran via internet menghemat pemakaian kertas serta berbagai hal terkait seperti memotong jalur distribusi. Langkah ini meminimalisir gas rumah kaca sampai 67 juta ton.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;&lt;br /&gt;Studi serupa yang dilakukan di Australia juga mengemukakan bahwa pemakaian internet bisa meminimalisir emisi karbon negeri itu sampai sejumlah 5 persen di tahun 2015.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;Namun penelitian tersebut dianggap masih kurang lengkap. Bagaimana misalnya dengan emisi karbon yang dimuntahkan pabrik dalam produksi peralatan untuk pemakaian internet? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-709244530083001619?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/709244530083001619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=709244530083001619&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/709244530083001619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/709244530083001619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/07/internet-mampu-menghambat-global.html' title='Internet mampu menghambat Global Warming.....?!!'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-5820051594195639191</id><published>2008-08-01T09:57:00.000+07:00</published><updated>2008-08-01T10:44:15.220+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Hidup Sehat....instan.....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.illustrationsof.com/images/clipart/xsmall2/2341_happy_boy_playing_basketball_football_baseball_soccer_ball_and_hockey.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 152px; height: 134px;" src="http://www.illustrationsof.com/images/clipart/xsmall2/2341_happy_boy_playing_basketball_football_baseball_soccer_ball_and_hockey.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bermain sepak bola ternyata membakar lebih banyak lemak dan&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.signnetwork.com/decals/Decals/CARTOONS/People_Cartoons/images/BILL%20JOGING.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 93px; height: 159px;" src="http://www.signnetwork.com/decals/Decals/CARTOONS/People_Cartoons/images/BILL%20JOGING.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; membentuk otot lebih baik ketimbang joging.  Hal itu terungkap dalam penelitian tim Universitas Kopenhagen, Denmark terhadap 37 pria. Penelitian itu juga menemukan mereka yang bermain sepak bola mengalami kelelahan lebih lama ketimbang joging.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian itu dilakukan dengan memasang monitor jantung di dada 37 responden tersebut.  selain itu, sampel darah dan jaringan otot sebelum aktivitas diperiksa.  Mereka kemudian dibagi menjadi dua kelompok untuk bermain sepak bola dan joging.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas itu mereka lakukan selama satu jam per hari selama tiga pekan, persentasi lemak di tubuh responden yang bermain sepak bola diketahui menurun 3.7%, sedangkan yang berjoging hanya 2%.  Responden yang bermain sepak bola juga mengalami penambahan masa otot sebanyak 2.04 kg, sedangkan pejoging tidak mengalami penambahan massa otot sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu.............&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memaafkan bisa membuat manusia tetap sehat dan jauh dari penyakit.  Hal itu terungkap dalam hasil penelitian tim Universitas Stanford selama sepuluh tahun.  Penelitian itu dilakukan dengan cara memasukkan sesi 'memberi maaf' dalam program terapi pasien.  Mereka yang sakit dibimbing untuk memiliki perasaan yang positif terhadap hal-hal yang dibenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.cartoonstock.com/lowres/epa0396l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 317px; height: 186px;" src="http://www.cartoonstock.com/lowres/epa0396l.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya para pasien memiliki fungsi jantung yang jauh lebih baik, rasa sakit kronis mereka berkurang, dan terbebas dari depresi. Dalam jangka panjang, mereka yang mengikuti sesi itu dilaporkan memiliki kesehatan fisik dan mental yang sangat baik ketika menginjak usia paruh baya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, mereka yang sangat sakit pun mengaku lebih merasakan kepuasan hidup. Menurut psikolog Fred Luskin, anggota dari tim peneliti, memaafkan bisa menjadi sikap yang bisa dipelajari, dilatih, dan diulangi.  Mirip seperti bagaimana manusia belajar terbiasa mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-5820051594195639191?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/5820051594195639191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=5820051594195639191&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/5820051594195639191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/5820051594195639191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/07/hidup-sehatinstant.html' title='Hidup Sehat....instan.....'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-4948079652570406992</id><published>2008-07-27T12:01:00.000+07:00</published><updated>2008-07-27T12:10:28.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Lagunya Gus Tur.........</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: center;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jump You&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;So why or a jump you&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jump you cat them tell a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;So why or a cat them you&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Them you peace an go why gell a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suwe ora jamu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jamu gedong teloo...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suwe ora ketemu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Temu pisan, gawe geloo..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-4948079652570406992?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/4948079652570406992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=4948079652570406992&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/4948079652570406992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/4948079652570406992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/07/lagunya-gus-tur.html' title='Lagunya Gus Tur.........'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-5521826369900224491</id><published>2008-07-26T19:16:00.000+07:00</published><updated>2008-08-04T13:17:14.283+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Gaya ABG Cakalang......</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;Ya iya la&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;........ &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ya iya dong&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Mulan Jameela&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa'  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Mulan jameedong&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Dahulu Kala&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa'&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Dahulu  Kadong&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Museum Fatahilla&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa'&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;museum Fatahidong.. .&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Main Bola&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa'&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;main bodong..&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;John Tralala&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa' &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;John Tradongdong. .&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Gula gula&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa'&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Gudong Gudong...&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ya iya dong&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa'&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ya iya dech...&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Buah kedondong&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa'&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;buah kedondech..&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Udel bodong&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa'&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;udel bodech...&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Dapet berondong&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa'&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dapet berondech..&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pergi ke Tulodong&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa'&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;pergi ke Tulodech...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Kalau sayur&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; lodech &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa'&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;sayur lodong.....&lt;br /&gt;Ada ikan cakalang, ta'ada ikan cakadong...&lt;br /&gt;Ada belalang, ta'ada beladong&lt;br /&gt;Ada orang bajualang, ta'ada orang bajualdong&lt;br /&gt;--------------------------&lt;br /&gt;(via: &lt;a href="http://ririungan.blogspot.com/"&gt;ichal&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-5521826369900224491?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/5521826369900224491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=5521826369900224491&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/5521826369900224491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/5521826369900224491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/07/gaya-abg-cekalang.html' title='Gaya ABG Cakalang......'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-9110810533782371562</id><published>2008-07-26T15:19:00.007+07:00</published><updated>2008-10-18T14:58:16.011+07:00</updated><title type='text'>Chatting.......</title><content type='html'>&lt;script src="http://www.gmodules.com/ig/ifr?url=http://www.google.com/ig/modules/googletalk.xml&amp;amp;synd=open&amp;amp;w=490&amp;amp;h=600&amp;amp;title=Tampa+Pakaroll&amp;amp;lang=en&amp;amp;country=US&amp;amp;border=http%3A%2F%2Fwww.gmodules.com%2Fig%2Fimages%2F&amp;amp;output=js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-9110810533782371562?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/9110810533782371562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=9110810533782371562&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/9110810533782371562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/9110810533782371562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/07/chatting.html' title='Chatting.......'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-2677703219527618627</id><published>2008-07-26T14:17:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T16:23:01.749+07:00</updated><title type='text'>Aturan yang Aneh...........</title><content type='html'>Walau kitab hukum dan perundangan dibuat dengan serius, ternyata ada juga yang isinya unik, lucu dan konyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THAILAND :&lt;br /&gt;Dilarang keluar rumah tanpa mengenakan celana dalam. (ketauan pake ngga pakenya gimana dong?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FILIPINA :&lt;br /&gt;Untuk mengurangi tingkat kemacatan lalu lintas kota Manila , ditetapkan bahwa :&lt;br /&gt;Kendaraan bernomor akhir 1 atau 2 tidak diizinkan beroperasi di hari Senin.&lt;br /&gt;Sedangkan angka 3 &amp; 4 tidak boleh di hari Selasa, 5 &amp; 6 tidak boleh di hari Rabu, 7 &amp; 8 tidak boleh di hari Kamis, 9 &amp; 0 tidak boleh di hari Jumat. Peraturan ini berlaku sejak pukul 07.00 pagi setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;span class='fullpost'&gt;&lt;br /&gt;SWISS :&lt;br /&gt;a. Dilarang berkebun di hari minggu. Alasannya : BERISIK!!!&lt;br /&gt;b. Walau warga Swiss dilarang menjual, membeli, menyelundupkan, dan &lt;br /&gt;   memproduksi minuman beralkohol, tapi mereka diizinkan untuk mengkonsumsinya. (CARANYA ???BELI GA BOLEH,BUAT NDIRI JG DILARANG ??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SWEDIA :&lt;br /&gt;Dilarang mengecat rumah tanpa ijin dari pemerintah dan harus menggunakan cat yang sudah mendapat sertifikat / ijin dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOREA SELATAN :&lt;br /&gt;Para polisi wajib melaporkan jumlah uang suap yang mereka terima dari para pengendara yang mereka tilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SINGAPURA :&lt;br /&gt;a. Dilarang menjual Permen karet di Singapura.&lt;br /&gt;b. Dilarang berjalan tanpa busana (bugil)&lt;br /&gt;c. Tidak menyiram setelah buang air di toilet, dapat dikenakan denda.&lt;br /&gt;d. Jika Anda tertangkap basah meludah sebanyak 3X, Anda diwajibkan membersihkan &lt;br /&gt;   jalan di hari Minggu dengan menenteng tulisan di dada "I am a Litterer" (Saya &lt;br /&gt;   seorang Peludah)&lt;br /&gt;e. Dilarang pipis di dalam lift / elevator.(YA IYAAAAAAALAAAAHHHH&gt;&gt;&gt;GILA APA PIPIS &lt;br /&gt;   di Lift) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNITED KINGDOM :&lt;br /&gt;a. Dilarang menjual sayuran di hari minggu (kecuali wortel).&lt;br /&gt;b. Wanita dilarang makan coklat di tempat umum.&lt;br /&gt;c. Mengambil barang yang dibuang, dapat diancam hukuman Pidana Terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEKSIKO :&lt;br /&gt;a. Wanita yang bekerja di kantor pemerintahan dilarang mengenakan rok mini atau pakaian yang dapat "memprovokasi" rekan kerja selama jam kerja.&lt;br /&gt;b. Dilarang memaki di tempat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ITALIA :&lt;br /&gt;a. Pria yang mengenakan rok mini di tempat umum dikenakan hukuman kurungan.(YA IYALAAAAH&gt;&gt;&gt;ANEH SOALNYA....)&lt;br /&gt;b. Memukul orang dengan kepalan tangan diancam hukum pidana penganiayaan. &lt;br /&gt;   Tapi menghajar orang dengan meja dan kursi dapat dianggap membela diri.(Gila... &lt;br /&gt;   trus apa bedanya????? ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AUSTRALIA :&lt;br /&gt;a. Anak-anak berusia di atas 18 tahun (dibawah 21) dilarang membeli rokok, &lt;br /&gt;   tapi diizinkan merokok.&lt;br /&gt;b. Dilarang mengangkat telepon pada deringan pertama.(KENAPA DILARANG SIIIH…&lt;br /&gt;   GA PENTING)&lt;br /&gt;c. Hanya Petugas Listrik berizin yang boleh mengganti lampu rumah.&lt;br /&gt;d. Dilarang mengenakan celana Hot Pink di hari minggu. (huahahahaha. ..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YUNANI  :&lt;br /&gt;Dilarang mengenakan topi di stadium olahraga, karena dapat mengganggu pandangan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHINA :&lt;br /&gt;Hanya anak cerdas yang boleh kuliah (dan ini harus bisa dibuktikan dengan ijazah ujian Negara yang diterimanya) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KANADA :&lt;br /&gt;a. Dilarang mencopot plester luka di tempat umum.&lt;br /&gt;b. Dilarang menyirami tananam di kebun saat sedang hujan.&lt;br /&gt;c. Dilarang pipis di semua tempat di Kanada (kecuali toilet rumah Anda sendiri). &lt;br /&gt;   (trus kalo kebelet gimana? aneh deh...)&lt;br /&gt;d. Dilarang memanjat pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERANCIS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dilarang berciuman di kereta bawah tanah.&lt;br /&gt;b. Dilarang menamai babi peliharaan Anda "Napoleon". (MAKSA DEH AAAAH….)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISRAEL :&lt;br /&gt;a. Dilarang memelihara babi di tanah Israel . Orang yang meakukannya akan ditembak &lt;br /&gt;   mati. (sadis euy..)&lt;br /&gt;b. Dilarang ngupil di hari Sabat (Sabtu / Minggu). (rupanya ngupil juga perlu &lt;br /&gt;   istirahat pas weekend :D)&lt;br /&gt;c. Dilarang naik sepeda, kecuali punya izin mengendarai sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMERIKA :&lt;br /&gt;1. ARIZONA :&lt;br /&gt;a. Pemerintah Arizona melarang para pemburu melakukan aktivitas pemburuan onta di &lt;br /&gt;   Arizona. (Masalahnya : Onta tidak hidup / tidak ada di Arizona. Lalu buat apa &lt;br /&gt;   memberlakukan undang-undang itu? *bingung*)&lt;br /&gt;b. Dilarang menirukan gaya Pendeta / Pastor setempat.&lt;br /&gt;c. Dilarang mengendarai mobil tanpa sepatu.&lt;br /&gt;d. Dilarang bermain domino di hari Minggu.&lt;br /&gt;e. Dilarang memakai kumis palsu di gereja.&lt;br /&gt;f. Hukuman mati diberlakukan bagi siapapun yang menaburkan garam di atas rel &lt;br /&gt;   kereta api.&lt;br /&gt;g. Dilarang mengendarai mobil dengan mata tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ALASKA :&lt;br /&gt;a.. Dilarang memfoto beruang yang lagi tidur.&lt;br /&gt;b. Dilarang mengikat anjing peliharaan di atas kap / atap mobil.&lt;br /&gt;c. Dilarang memberi minum bir pada rusa.&lt;br /&gt;d. Dilarang berjalan-jalan sambil membawa busur dan anak panah.&lt;br /&gt;3. ARKANSAS :&lt;br /&gt;a. Pria diizinkan memukuli istinya, tapi tidak boleh lebih dari 1 kali sebulan. &lt;br /&gt;   (WHAT??!!)&lt;br /&gt;b. Dilarang memelihara buaya di dalam bathtub. (idiiih…. Siapa juga yg mau????)&lt;br /&gt;c. Pria dan wanita yang ketahuan saling menggoda di tengah jalan, akan dikenakan 30 &lt;br /&gt;   hari penjara.&lt;br /&gt;d. Dilarang membawa sapi berjalan-jalan di jalan utama setelah lewat jam 1 dini hari &lt;br /&gt;   di hari Minggu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. CALIFORNIA :&lt;br /&gt;a. Binatang peliharaan dilarang dibiarkan berhubungan intim di sekitar lokasi &lt;br /&gt;   sekolah, taman, dan tempat ibadah.&lt;br /&gt;b. Wanita dilarang mengendarai mobil mengenakan daster.&lt;br /&gt;c. Mobil tanpa pengemudi dilarang ngebut di jalan.(YA IAYALAAAAAAAAAAH)&lt;br /&gt;d. Dilarang bersepeda di kolam renang. (APALAGI INI…)&lt;br /&gt;e. Dilarang mengenakan sepatu boot koboi, kecuali Anda memelihara sapi minimal &lt;br /&gt;   2 ekor.&lt;br /&gt;f. Dilarang memelihara binatang berwarna hijau dan berbau menyengat.&lt;br /&gt;g. Dilarang bermain bowling di trotoar.&lt;br /&gt;5. COLORADO :&lt;br /&gt;a. Dilarang berdebat dengan polisi, kecuali kendaraan Anda dihentikan olehnya.&lt;br /&gt;b. Dilarang mendirikan bangunan di tengah jalan. (YA IYALAAAH…GILA APA…????)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. CONNECTICUT&lt;br /&gt;a. Dilarang mengendarai sepeda dengan kecepatan lebih dari 90 km / jam.&lt;br /&gt;b. Pria dilarang mencium istrinya di hari Minggu.   (ANEEEH…SIRIK AJAH…)&lt;br /&gt;c. Mobil pemadam kebakaran tidak diizinkan ngebut lebih dari 40 km / jam, walau &lt;br /&gt;   sedang menuju ke lokasi kebakarang sekalipun..&lt;br /&gt;d. Penata rias / kecantikan dilarang bersiul, berdendang, ataupun bernyanyi saat &lt;br /&gt;   melayani pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. FLORIDA :&lt;br /&gt;a. Konstitusi Negara menjamin babi-babi hamil bebas dari ancaman penjara, untuk &lt;br /&gt;   tindakan apapun yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;b. Denda akan diberikan pada wanita yang tertidur saat rambutnya di-hair dryer, &lt;br /&gt;   kecuali dia adalah pemilik salon.&lt;br /&gt;c. Dilarang bernyanyi di depan umum sambil mengenakan pakaian renang.&lt;br /&gt;d. Dilarang kentut di tempat umum setelah jam 6 sore. (PENJARA BS PENUH NEH...HAHAHA)&lt;br /&gt;e. Dilarang memecahkan piring dan gelas lebih dari 3 buah sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. NEW YORK :&lt;br /&gt;a. Dilarang menyapa orang sambil ngupil. (YA IYALAH &gt;&gt;&gt; GA SOPAN TAU)&lt;br /&gt;b. Dilarang mengenakan sandal setelah lewat jam 10 malam.&lt;br /&gt;c. Pria dilarang keluar dengan mengenakan jaket dan celana yang gak matching.&lt;br /&gt;   (WHAT…??? KALO LAGI GAK MODE SERBA MATCHING GMANA???)&lt;br /&gt;d. Pria dilarang keluar rumah topless (tidak mengenakan baju atasan). (FYI : Ini &lt;br /&gt;   adalah hukum tertua di New York karena telah diberlakukan sejak tahun 1900..)&lt;br /&gt;e. Dilarang menyeruput sup.&lt;br /&gt;f. Dilarang makan sambil berenang di lautan. (KITA SIH UDAH TAUUUUU….)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. WASHINGTON :&lt;br /&gt;a. Dilarang menyusui anak di tempat umum.&lt;br /&gt;b. Dilarang menari dan minum di waktu bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------&lt;br /&gt;(by:&lt;a href="http://ririungan.blogspot.com"&gt;http://ririungan.blogspot.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-2677703219527618627?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/2677703219527618627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=2677703219527618627&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2677703219527618627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2677703219527618627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/07/aturan-yang-aneh.html' title='Aturan yang Aneh...........'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-6154762100937549675</id><published>2008-07-25T11:19:00.001+07:00</published><updated>2008-12-11T09:04:20.257+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artefak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikayat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Parigi Rante 08 Mei 1621.......</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;SINOPSIS PERJUANGAN RAKYAT BANDA MELAWAN VEREENIGDE OOSTINDISCHE COMPAGNIE - VOC&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SBWtFC14KGI/AAAAAAAAAHY/Z_7Ohln8diY/s320/Parigi+Rante+massacre.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 139px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SBWtFC14KGI/AAAAAAAAAHY/Z_7Ohln8diY/s320/Parigi+Rante+massacre.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1511, Laksamana Alfonso de Albuquerque (penjelajah Portugis) sesuai perintah Raja Portugal mengirimkan du kapal, masing-masing dipimpin oleh Antonio de Abreu dan Fransisco Serrao menuju Kepulauan Maluku untuk menemukan Banda Naira sebagaimana yang tertulis dalam catatan perjalanan Fransisco Serrao;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada pertengahan Januari 1512 tibalah kami di Kepulauan Banda Naira yang begitu indah. Begitu banyak petualang barat berupaya menemukan kepulauan yang bagaikan surga dunia ini, yang kaya dengan pala, namun kami yang berjasa sukses menemukannya. Tapi alangkah terperanjatnya kami ketika kami mengetahui bahwa orang Moro (orang Arab yang beragama Islam) yang begitu lama berperang dengan kami, telah tiba di Banda Naira 100 tahun sebelum kami"&lt;br /&gt;(tulisan dalam buku harian kapal Fransisco Serrao)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rempah-rempah dari Banda Naira sebelumnya dibeli oleh pedagang-pedagang Melayu, Cina dan Arab, lalu dikapalkan ke Teluk Persia, diangkut oleh kafilah ke kawasan Laut Tengah dan disebarkan melalui Konstantinopel (Istambul) dan Genoa (Venesia). Melalui karavan daratan Cina, sejarah membuktikan bahwa kapal-kapal Cina sudah berada di Banda Naira kurang lebih 600 tahun sebelum Portugis tiba (Van der Chijs, J.A., Devestiging van Het Nederlandsche Gezeg over de Banda Eilanden, Batavia 1886).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai catatan ahli sejarah umumnya dan khususnya sejarawan Portugis, di Kepulauan maluku dalam tahun-tahun 1512-1605 adalah merupakan "abad Portugis yang penuh dengan pertumpahan darah dan kejadian-kejadian yang memalukan" (Dasseri, M., De Nederlanders in de Molukken, Utrech 1040).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Seventeen Gentlemen (Heeren Zeventien) yaitu para direktur VOC di Amsterdam kepada Laksamana Pieterszoon Verhoeven berisi antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kami mengarahkan perhatian anda khususnya kepada pulau-pulau dimana tumbuh cengkeh dan pala, dan kami memerintahkan anda untuk memenangkan pulau-pulau itu untuk VOC baik dengan cara perundingan maupun dengan kekerasan"&lt;br /&gt;(Frederik W.S., Geschiedenis van Nederlandsch Indie, V.III, Amsterdam 1938-1940).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspedisi Verhoeven tiba di Banda Naira pada awal April 1609 dengan 13 buah kapal. Verhoeven membawahi sekurang-kurangnya 1000 orang bersenjata. Dalam sengketa yang terjadi dengan Orang-orang Kaya Banda, Verhoeven, Opperkoopman (pedagang senior) Jacob van Groenwegen beserta 26 orang Belanda lainnya terbunuh. Menurut Sejarah Banda, BHOI Kherang, Putri Raja Lautaka ikut berperang dalam peristiwa ini. Saat itu Jan Pieterszon Coen yang menjadi juru tulis Verhoeven nyaris terbunuh (Des Alwi, Sejarah Maluku 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Jan Pieterszon Coen menjadi Gubernur Jenderal VOC yang baru, nasib Banda sepenuhnya ada di tangannya. Coen adalah pemimpin yang keras dan mempunyai prinsip; "yang kuat adalah yang benar", dan dialah yang kuat dan benar untuk menaklukkan Banda, Inggris dan Batavia. Visi Coen sama dengan pendahulunya yang lalim, bengis dan tidak berperikemanusiaan, yang telah merancang suatu rencana induk untuk mengukuhkan kekuasaan Belanda atas seluruh Asia. Pada tahun 1621 Coen bertolak dari batavia menuju Ambon dan Banda. Mereka tiba di Benteng Nassau 27 Pebruari. Dalam waktu 10 hari Coen menghimpun sebuah armada yang terdiri dari 13 kapal besar, 3 kapal kecil dan 6 perahu layar. Pasukannya berjumlah 1665 orang Eropa, 250 orang dari garnisun Banda, 226 orang hukuman dari Jawa dan 100 orang tentara bayaran Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 11 Maret 1621, Coen mendaratkan pasukannya pada 6 titik yang berjauhan, dengan tujuan untuk membingungkan pihak Banda yang bertahan dan menguasai pos-pos penting. Pada hari utu juga seluruh Banda Besar dikuasai. Keesokan harinya, 12 Maret, Pasukan Coen menyerbu dan mengambil alih kekuasaan atas pertahanan-pertahanan rakyat terakhir yang masih ada. Coen menuntut agar mereka merobohkan kubu-kubu pertahanan, menyerahkan semua senjata, berhenti menghasut dan menyerahkan anak laki-laki mereka sebagai sandera. Dalam suasana tegang seperti ini, seorang tokoh Orang Kaya Lonthoir, Kalabaka Maniasa menghadap Coen denga dewan perwiranya, bahwa Banda tidak akan tunduk dan menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letnan Laut Nicolas van Waert seorang saksi mata yang penuh kecemasan dan ketakutan, melaporkan rangkaian peristiwa yang terjadi pada tanggal 8 Mei 1961 sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keempat puluh empat tawanan-tawanan digiring ke dalam benteng (Fort Nassau) bagaikan sekawanan domba. Delapan orang yang paling berpengaruh dituduh sebagai pemicu kerusuhan. Sebuah kurungan bambu berbentuk bulat dibangun di luar benteng. Sambil terikat erat dengan tali dan dijaga ketat oleh penjaga, tawanan-tawanan itu dipaksa masuk. Hukuman mereka dibacakan dengan keras-keras di hadapan mereka, bahwa mereka telah bersekongkol untuk membunuh Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen dan telah memutuskan perjanjian perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam orang serdadu algojo Jepang diperintahkan masuk ke pagar bambu dan merekalah yang memotong perut dan membedah tubuh kedelapan orang kaya itu dengan pedang yang tajam menjadi empat bagian. Sementara ketiga puluh enam tawanan lainnya juga mengalami nasib yang sama, dipenggal kepala dan dipotong-potong. Eksekusi ini ngeri untuk dilihat, para Orang kaya itu mati tanpa mengeluarkan sepatah katapun, kecuali seorang diantara mereka dengan tegarnya berkata: apakah tuan-tuan (berbuat demikian), tidak merasa berdosa?. Pihak VOC memang tidak ada belas kasihan apalagi merasa berdosa. Kepala dan potongan tubuh mereka yang telah dieksekusi ditancapkan pada ujung bambu dan dipertotonkan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Hanya tuhan yang tahu, siapa yang benar"&lt;br /&gt;(Luc Kiers. Coen Op Banda: de Qonqueste an Hetrech van Den Tijd, Utrecht 1943).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksekusi ini dilaksanakan sesuai perintah tidak resmi Heeren Zeventien pada 1615 yang mengatakan bahwa: keberhasilan menjajah Kepulauan banda Naira dan menguasai rempah-rempah disana adalah dengan cara menghabiskan atau menghilangkan pimpinan sesepuh rakyat secara besar-besaran sehingga yang ditinggal tidak mempunyai pimpinan perlawanan. Menurut catatan sejarah, kekejaman Jan Pieterszoon Coen di Banda telah menghabiskan kurang lebih 60% rakyat Banda dari jumlah penduduk 14.000 jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jan Pieterszoon Coen, Heeren Zeventien, VOC adalah seperangkat nama-nama kejam, bengis, biadab dan tidak berperikemanusiaan, yang telah menyebabkan mengalirnya darah-darah syuhada Banda dalam mempertahankan harga diri dan kedaulatan negeri ini....Tanah Banda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita belajar dari sejarah. Sejarah perjuangan nenek moyang dan orang tua-tua kita sendiri. kalau bukan kita siapa lagi? Kitalah orang pertama yang harus tampil mewarisi dan mengemban semangat juang mereka untuk membangun Tanah Banda menuju masa depan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------&lt;br /&gt;Dibacakan pada setiap Apel Kehormatan "Parigi Rante 08 Mei" di Banda Naira.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-6154762100937549675?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/6154762100937549675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=6154762100937549675&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/6154762100937549675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/6154762100937549675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/07/sinopsis-perjuangan-rakyat-banda.html' title='Parigi Rante 08 Mei 1621.......'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SBWtFC14KGI/AAAAAAAAAHY/Z_7Ohln8diY/s72-c/Parigi+Rante+massacre.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-4171043294130004904</id><published>2008-07-25T10:04:00.001+07:00</published><updated>2008-10-22T10:55:33.886+07:00</updated><title type='text'>Kontak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a href="mailto:admin@bandanaira.co.cc"&gt;&lt;target="_blank"&gt;Mail to Mr. Admin&lt;/target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-4171043294130004904?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/4171043294130004904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=4171043294130004904&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/4171043294130004904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/4171043294130004904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/07/buku-tamu.html' title='Kontak'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-1256519046381378675</id><published>2008-04-25T19:26:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T09:04:20.548+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>The Fisherman from Banda Naira</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SBHQzi14KEI/AAAAAAAAAHI/Ka6rC3U_ick/s1600-h/Nelayan+Banda5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 117px; height: 158px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SBHQzi14KEI/AAAAAAAAAHI/Ka6rC3U_ick/s320/Nelayan+Banda5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193161429279582274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;D&lt;/span&gt;ia begitu indah bagi mereka yang bersantai di tepinya,&lt;br /&gt;begitu menakjubkan bagi mereka yang menyelaminya,&lt;br /&gt;begitu penting bagi mereka yang melintasinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang dia juga mampu menjadi bencana bagi mereka&lt;br /&gt;yang tidak memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;N&lt;/span&gt;amun, yang lebih penting darinya adalah:&lt;br /&gt;dialah &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Laut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang menjadi Napas bagi mereka; .............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;......... &lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;The Fisherman from Banda Naira&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; ......... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SBHQ0C14KFI/AAAAAAAAAHQ/EWPkJWKi4A0/s1600-h/Nelayan+Banda1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 209px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SBHQ0C14KFI/AAAAAAAAAHQ/EWPkJWKi4A0/s320/Nelayan+Banda1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193161437869516882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SBHQ0C14KFI/AAAAAAAAAHQ/EWPkJWKi4A0/s1600-h/Nelayan+Banda1.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-1256519046381378675?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/1256519046381378675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=1256519046381378675&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/1256519046381378675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/1256519046381378675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/04/fisherman-from-banda-naira.html' title='The Fisherman from Banda Naira'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/SBHQzi14KEI/AAAAAAAAAHI/Ka6rC3U_ick/s72-c/Nelayan+Banda5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-2397907043126589558</id><published>2008-04-09T12:08:00.000+07:00</published><updated>2008-04-09T12:10:03.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Map'/><title type='text'>Peta Maluku</title><content type='html'>&lt;iframe width="425" height="350" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://maps.google.com/?ie=UTF8&amp;amp;ll=-3.886177,127.595215&amp;amp;spn=4.635303,13.886719&amp;amp;t=h&amp;amp;z=7&amp;amp;output=embed&amp;amp;s=AARTsJqzARj-Z8VnW5pkPMLMmZbqrJcYpw"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;&lt;a href="http://maps.google.com/?ie=UTF8&amp;amp;ll=-3.886177,127.595215&amp;amp;spn=4.635303,13.886719&amp;amp;t=h&amp;amp;z=7&amp;amp;source=embed" style="color:#0000FF;text-align:left"&gt;View Larger Map&lt;/a&gt;&lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-2397907043126589558?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/2397907043126589558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=2397907043126589558&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2397907043126589558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2397907043126589558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/04/peta-maluku.html' title='Peta Maluku'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-1591413413967738476</id><published>2008-04-09T12:01:00.000+07:00</published><updated>2008-04-09T12:03:54.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Map'/><title type='text'>Peta Banda Naira</title><content type='html'>&lt;iframe marginheight="0" marginwidth="0" src="http://maps.google.com/?ie=UTF8&amp;amp;ll=-4.55726,129.862518&amp;amp;spn=0.144766,0.43396&amp;amp;t=h&amp;amp;z=12&amp;amp;output=embed&amp;amp;s=AARTsJqzARj-Z8VnW5pkPMLMmZbqrJcYpw" frameborder="0" height="350" scrolling="no" width="425"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;&lt;a href="http://maps.google.com/?ie=UTF8&amp;amp;ll=-4.55726,129.862518&amp;amp;spn=0.144766,0.43396&amp;amp;t=h&amp;amp;z=12&amp;amp;source=embed" style="color: rgb(0, 0, 255); text-align: left;"&gt;View Larger Map&lt;/a&gt;&lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-1591413413967738476?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/1591413413967738476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=1591413413967738476&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/1591413413967738476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/1591413413967738476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/04/peta-banda-naira.html' title='Peta Banda Naira'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-3810689887412550794</id><published>2008-02-27T12:39:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T12:52:34.352+07:00</updated><title type='text'>Tanah Barkat...part three</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tanah Barkat (Blessed Land): The Source of the Local in the&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Banda Islands, Central Maluku, 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;by:  &lt;a href="mailto:phillip.winn@anu.edu.au"&gt;Phillip Winn&lt;/a&gt;, 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;The Negeri Adat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If the keramat themselves testify to the claim that the islands are blessed ground, then the practices occurring at these sites actively enact this perspective and provide a concrete expression of connection to place. Keramat played a central part in the context of regular (though infrequent) collective ritual action involving the residents of particular settlements. Concentrations of important local keramat offer legitimation and focus within such collective practice, providing evidence of the existence of a pre-colonial polity known as negeri adat occupying the same location as contemporary settlements. These negeri adat in turn provide the social boundaries of ritual participation, in addition to providing a source of more specific communal identification within the embracing notion of orang Banda (being orang Lonthoir or orang Hatta, for example).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The expression negeri is likely an archaic one. The Hikayat Tanah Hitu, an indigenous narrative chronicle concerning the Muslim polity of Tanah Hitu on the north coast of Ambon, uses the terms negeri and tanah interchangeably in referring to the Banda Islands—‘Tanah Bandan’ and ‘Negeri Bandan’ (Manusama 1977: 193). Geertz (1980: 4) posits the term negeri as a variation of negara, a loan word derived from the Sanskrit nagara, originally meaning ‘town’ or ‘city’. The Indonesian terms negara, nagari and negeri developed to encompass such diverse ideas as ‘palace’, ‘capital’, ‘state’ and ‘realm’ in addition to ‘town’ (Wisseman-Christie 1986: 67). Reflecting on the Malay use of negeri, Milner (1982: 123) suggests: ‘[It] denotes a fairly large community … an entrepot for foreign merchants, with some political influence over the surrounding territory.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Certainly the Banda Islands were an important trading entrepot in Central Maluku, perhaps the most important in a local network of trade that included the island groups of Aru and Kei and the small archipelagic chain off eastern Seram (Ellen 1987). Early European traders recorded dealing with several distinct polities located throughout the islands, many of which directly paralleled the locations of named negeri adat in the contemporary Bandas. Geertz (1980: 121) also notes, however, that negara ‘catches up a various field of meanings, but a different field than state, leading to the usual misconnections of intercultural translation when it is thus rendered’. As a case in point, Geertz notes the existence in Bali of a ‘custom community’ or ‘negara adat’, which he depicts in part as:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a stretch of sacred space ... all those living within its bounds, and therefore benefiting from its energies, were collectively responsible for meeting the ritual and moral obligations those energies entailed. (Geertz 1980: 128-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Traube (1986: 13) makes the Durkheimian-inspired observation that ritual obligations may be viewed as synonymous with social obligations—not simply an adjunct to relationships but rather constituting them as meaningful social forms. There are areas of important congruence here with local perspectives in the Banda Islands concerning adat obligations to the negeri adat and its datu-datu. These obligations were rarely expressed in the idiom of ‘life’ itself or couched in the idioms of derivation involving biological substance, as is widespread in eastern Indonesia. 16 As noted, the datu-datu were not envisaged as ancestors, and neither did social groupings (such as ‘houses’) defined by systems of marriage exchange have a presence in the contemporary Banda Islands. But ancestry and marriage exchange are far from being the only form ideas of relatedness might take. In the Bandas, concerns of social derivation tended to emphasise instead&lt;br /&gt;the source of productive social relations, the physical and moral conditions understood as underpinning and enabling community existence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this respect, informants regularly interpreted the cooperation and mutual assistance inherent in adat practice as providing a model for contemporary life: ‘following the example of the negeri people from the past’(‘mengikuti jejak daripada orang negeri dari dulu’[Waer]) or ‘similar to the way people behaved in the distant past, doing what is good, what is right’(‘semacam orang dulu-dulu punya cara, bikin baik, bikin bersih’[Lonthoir]). 17 Despite the absence of social groups defined in relation to apical ancestors, the Banda negeri adat can nevertheless be viewed as constituting origin groups of a kind, but one that emphasises concerns with the origins of community itself and the sustaining&lt;br /&gt;characters of communal life rather than personal derivation. This is reflected vividly in the greater local salience of moral metaphors linked to religious ideals—particularly bersih and kotor (clean-pure vs. soiled-impure)—rather than biological or botanical idioms of (e.g. blood or roots-tips).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My research showed that the depth of an individual’s personal genealogical knowledge usually comprised two or, more rarely, three prior generations. Very few individuals could recall genealogical detail of any kind beyond this. The origin of ancestors who came to the Bandas from elsewhere tended to be conceived in extremely general terms, such as ‘Java’, rather than involving specific locations. 18 Many people simply stated that they did not know the geographic origins of personal forebears, and little systematic attempt was made to maintain the memories of distant ancestors. Carsten (1997: 271) describes a similar situation among an island-coastal community of Malay immigrants and stresses that this should not be interpreted solely in terms of the loss of important knowledge, as implied, for example, in descriptions such as ‘structural amnesia’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instead, the absence of genealogical knowledge may play a critical positive role in the production of sociality among populations comprising a high level of impoverished immigrants. In this reading, analytical focus is given to the downward or forward-looking kinship practices that do exist as a productive orientation to social relations which work to integrate and cohere an otherwise diverse group: ‘it may be more important to create kinship out of new ties than to remember ancestors whose identity has become largely irrelevant’ (Carsten 1997: 270). It is unsurprising then that traditions associated with multiple points of ancestral origin should disappear over time, particularly as low-status groups or commoners regularly form the most mobile segments of a population. Under such conditions, ‘kinship—or a sense of connectedness to place and people—is not derived from past ties but must be created in the future’ (Carsten 1997: 272).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This kind of kinship orientation appears likely to have arisen also in the Bandas, where the bulk of colonial era immigrants were slaves, convicts and indentured labourers. As with Carsten’s Malay-based study, Bandanese kinship is cognatic and tends to be ‘wide’ rather than ‘deep’: ‘it stretches outwards, following degrees of siblingship, rather than backwards into the past’ (Carsten 1997: 272). 19 She notes also that the long-term process of creating relatedness under such circumstances might rely on strongly asserted elisions of difference: ‘the emphasis is on absorbing and blending, rather than maintaining regional and cultural difference’(Carsten 1997: 270). In the Bandas, this insight also appears applicable. Social differentiation based on issues of origin within negeri adat was considered impossible because the entire population was described as the descendants of immigrants, a perspective often put with some insistence: ‘we are [all] immigrants, there are no truly autochthonous [people] left ... where can you find them? They are gone ... [people of] truly autochthonous origins – there are none’(‘katorang pendatang, asli betul su tarada lai ... mo dapat orang asli di mana? Su habis ... asal asli betul—tarada’ [Lonthoir]). A general principle of equality of origin appears almost axiomatic: all are pendatang (immigrants) and campur (mixed).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For the bulk of contemporary Bandanese, this overt rejection of social differentiation based on personal derivation has not eliminated the possibility of valorising the past. In emphasising the narratives of Banda as tanah berkat, the theme of incorporation and inclusion is given greater productive possibilities than the mere absence of ancestral detail. It facilitated a resiling from the kind of ethnic, religious and status differentiations that characterised colonial social life in the Banda plantations. In the post-colonial era, earlier distinctions that are still part of living memory between longer-term residents residing in hamlets outside the walled plantation compounds and more recent immigrants (many of whom were indentured labourers) who formed the bulk of the plantation workforce have fallen away, as a legacy of revolutionary-era nationalist sentiment and intermarriage. 20 In this context, the negeri adat emerged as an embracing ritual entity and a moral community, capable of cutting across religion and providing a vehicle of commonality rather than differentiation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At the same time, informants suggested that their immigrant ancestors were obligated to become members of the negeri where they took up residence (‘musti masuk warga negeri’[Lonthoir]), an act that involved adapting themselves to the adat tanah (‘sesuai diri dengan adat tanah’[Lonthoir]) and, in so doing, joined the ritual activities associated with the existence of the negeri (‘ikut keadaan, kerja negeri’[Selamon]). This principle remained predominant in thinking about negeri membership and identification. Local birth and local residence were the primary factors in allowing participation in the important ritual practices of the negeri adat, which in turn conferred and substantiated claims of local identification, being of the negeri—a negeri person (orang negeri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An important enabling factor was undoubtedly an absence of social stratification based upon landownership. Negeri adat in the Banda Islands clearly express a mode of territorial ordering in the existence of the frontiers seen as separating different negeri. The significance of negeri membership for access to local resources was considerable, in particular for tree crops such as nutmeg and kenari nut, and also in some instances to marine biota (see, for example, Winn 2002). But the relation of the negeri to landownership was slight. A general recognition existed that much of the land was officially owned by the Government (tanah negara), a consequence of being formerly part of colonial plantation holdings. Nonetheless, a perspective I encountered frequently among ritual specialists suggested that no formal agreement existed between the Bandanese and the Dutch that involved passing ownership of the land to the latter, rather the use of the land only. In this view, the Indonesian Government has misconstrued what occurred historically and therefore, in taking possession of Dutch property in the 1950s, erroneously included areas of extant traditional holdings within its general declaration of the plantation areas as tanah negara. There was a persistent hope that former plantation land currently used for individual residences, garden cultivation and tree-planting would at some future point be converted officially into individual hak paki (exclusive right of use), if not hak milik (exclusive right of property).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nonetheless, state law did not determine local practices of landholding. While taking account of the regulatory regimes of the State (or, at least, local conceptions of what these might involve), landholding practices were less involved with normative concepts of property consisting of ‘jural typification’ and much more concerned with constellations of social relationships and the distribution of property among living people (von Benda-Beckmann and Taale 1996: 39-40). A general area of emphasis involved the recognition of effort, in particular clearing and planting. These acts set in motion a constellation of local views akin to those described as ‘perusah’ (von Benda-Beckmann and Taale 1996: 45) and customary ‘pioneer’s rights’ (White 1999: 244), established in the first instance by a person's efforts in clearing and cultivating or house-building. Ownership of trees and use-rights to gardens was viewed locally as constituting part of an individual’s estate (warisan or pusaka), passed on to their heirs after death. This was in turn shaped by varied interpretations of Islamic inheritance law, the most prevalent being that sons should receive twice the portion of daughters. People often noted that in practice the land had been used and passed on to descendants over many years without interference from the Government, a situation they hoped would continue.&lt;br /&gt;--------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;In  &lt;/span&gt;T. Reuter (ed.) 2006:  &lt;a style="font-style: italic;" href="http://epress.anu.edu.au/sharing_citation.html"&gt;Sharing the Earth, Dividing the Land&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;  dimuat atas kebaikan hati &lt;a href="http://arts.anu.edu.au/AandA/people/staff/winn.asp"&gt;Dr. Phillip Winn&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2) &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;School of Archaeology and Anthropology, Faculty of Arts,&lt;br /&gt;Australian National University&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-3810689887412550794?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/3810689887412550794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=3810689887412550794&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3810689887412550794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3810689887412550794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/02/tanah-barkatpart-three.html' title='Tanah Barkat...part three'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-2274002552558137471</id><published>2008-02-07T21:28:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T09:04:20.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>KETIKA FAIR PLAY semahal KEDELE</title><content type='html'>&lt;div face="georgia" style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/R6wT17FnzDI/AAAAAAAAAG8/AdkLdtRC41M/s1600-h/Buyung.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164524689802382386" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 144px; height: 130px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/R6wT17FnzDI/AAAAAAAAAG8/AdkLdtRC41M/s320/Buyung.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh Syamsul Bahri, ST&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left;font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penikmat sepakbola asli Run. Tinggal di Malang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="georgia" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: left;font-family:georgia;" class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anggota FORUM INTERNISTI INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="georgia" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="georgia" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;DI TENGAH kejutan akibat lonjakan harga bahan pokok yang kian melejit; tingginya harga minyak goreng, telor, tepung, beras dan yang paling gress kacang kedelai untuk tempe dan tahu, kita dikejutkan kembali dengan berbagai aksi brutalisme dan anarkisme dalam dunia sepakbola. Apa hubungannya? Ya, tampaknya fair play dan sportivitas yang tak bosan kita gaungkan itu nyaris sama mahalnya dengan harga bahan-bahan pokok saat ini?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Fair play dan sportivitas adalah dua kata yang paling sering terdengar dalam dunia sepakbola, sekaligus menjadi bukti bahwa keduanya merupakan dambaan setiap insan pencinta bola terhadap persepakbolaan tanah air. Namun seiring waktu berjalan, sepertinya sepakbola kita semakin jauh panggang dari api, fair play yang didengung-dengungkan sebatas slogan saja, sportivitas yang dielukan cuma mimpi belaka, melihat fenomena kerusuhan antar suporter, oficial, hingga tawuran antar pemain yang baru-baru ini terjadi. Sedemikian parahkah mental pesepakbola kita? Atau serendah itukah diri kita hingga begitu mudah dipenuhi nafsu kekerasan, kebencian dan agresi?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, jika melihat segmentasi penikmat bola di Indonesia dari tahun ke tahun justru menunjukkan tren yang cukup positif. Dulu tidak ada satu pun orang tua yang berani datang ke Stadion untuk menyaksikan langsung pertandingan bola. Namun kini, bukan hanya orang tua, bahkan istri dan anak-anaknya pun ikut dibawa. Sama halnya penikmat bola wanita yang semakin hari makin menjamur ikut ngumpul bareng tumplek blek dengan penikmat bola lainnya dari pria yang umumnya berusia remaja itu. Secara sederhana, hal ini merupakan indikator adanya safety feeling setiap orang untuk datang ke stadion. Dengan keamanan yang dirasakan, maka banyak orang semakin nyaman, dan tanpa ragu lagi membawa keluarganya ke stadion. Setidaknya itulah fenomena sepakbola yang ada di kota Malang, dan sepertinya tidak jauh berbeda dengan kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Makassar.&lt;br /&gt;Kesadaran publik bola (suporter) juga semakin meningkat, dengan atraksi-atraksi yang semakin kreatif dan inovatif tanpa anarkhi, seperti yang ditunjukkan suporter Indonesia saat mendukung Timnas vs Arab Saudi di piala Asia tahun lalu. Meskipun saat itu Timnas kalah, para suporter (gabungan se-Indonesia) ikut standing appalause memuji kebesaran hati dan semangat juang para pemain Timnas yang tanpa kenal lelah. Lalu apa yang salah dengan sepakbola kita, sehingga stadion harus dibakar? Para pedagang kaki lima dan mobil-mobil harus dirusak seperti yang terjadi di Kediri 16 Januari lalu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUTUH PENGADIL YANG KOMPETEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kita dituntut lebih jeli melihat seputar persoalan kerusuhan suporter, oficial dan pemain yang terus terjadi akhir-akhir ini. Tanpa kejelian, persoalan ini akan berlarut tak kunjung usai. Kita juga butuh klarifikasi dengan sasaran yang lebih jelas tentang Fair Play dan Sportivitas yang juga tidak jelas itu. Sadarkah kita bahwa selama ini Fair Play dan Sportivitas terlanjur "dikhsusukan" kepada para pemain dan penonton? Seperti yang terlihat di setiap awal pertandingan, dua orang Kapten dipanggil lalu dihimbau untuk menjunjung tinggi fair play. Sementara di tribun penonton terdengar sayup-sayup suara corong panitia diantara gemuruhnya para suporter meminta untuk tetap menjaga ketenangan dan sportif. Seakan-akan sikap sportif dan fair hanya mutlak dimiliki para pemain dan suporter, lain tidak. Maka jika terjadi kerusuhan, para pemain dan suporter lah yang disalahkan, dihina, dianggap tribalis, anarkhis dan seterusnya.&lt;br /&gt;Padahal, untuk menjamin suksesnya sebuah pagelaran sepakbola yang fair dan sportif dibutuhkan keterlibatan semua pihak; pemain, suporter, pengadil, pengawas dan penyelenggara. Artinya, sikap sportif dan fair seharusnya menjadi tanggungjawab bersama. Tidak boleh ada ketergantungan antara satu dengan lainnya, apalagi penyelewengan oleh salah satu pihak. Sebab segala bentuk penyelewengan hanya akan menyalakan sumbu bagi kerusuhan yang siap meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, tanggungjawab yang sesungguhnya ada pada pundak seorang pengadil, karena dialah sumber segala keputusan, dan membuat itu menjadi final. Karena itu, wasit dituntut untuk selalu benar, dan tidak boleh salah. Kesalahan sekecil apapun hanya akan membuat wasit dihujat dan dicaci maki, kalau tidak dipukul. Mungkin disini letak antagonisme kita terhadap wasit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab vitalnya peran pengadil, maka kebutuhan akan pengadil yang kompeten adalah mutlak. Dalam hal ini meliputi; wasit dan asisten wasit (hakim garis). Komptensi pengadil meliputi wawasan kepelatihan; mengetahui hukum dan aturan main sepakbola, disertai adanya ketegasan sikap dan kejujuran nurani di setiap keputusan yang diambil. Wawasan kepelatihan terkait hukum dan aturan main sepakbola harus terus ditingkatkan, sebab aturan dan hukum akan selalu dikembangkan oleh FIFA seiring dengan makin tingginya teknik dalam sepakbola. Dengan wawasan yang luas maka kesalahan-kesalahan yang sifatnya teknis akan dapat diminimalisir. Seperti halnya 2 gol (Emile Mbamba dan Patricio Morales) yang dianggap offside oleh asisten wasit pada pertandingan Arema vs Persiwa di Kediri lalu. Padahal, untuk menganalisa pemain terperangkap offside tentunya diukur ketika bola mulai digulirkan, bukan saat pemain mampu mengontrol bola yang didapat. Ini jelas kesalahan teknis akibat kurangnya wawasan sepakbola seorang pengadil. Jika kesalahan ini dibiarkan terus terjadi, alih-alih mendapat tontonan sepakbola yang berkualitas, yang ada hanya tontonan dagelan seorang wasit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika wawasan telah terpenuhi, maka yang dibutuhkan selanjutnya adalah ketegasan sikap dan kejujuran hati seorang pengadil. Wasit haruslah tegas dan jujur dalam menindak. Kebimbangan dan keraguan dalam mengambil keputusan hanya mengundang "curiga" banyak pihak akan keberpihakan wasit. Dan itu semakin memperburuk citra pengadil tentunya. Tegas juga bukan berarti menampakkan hanya wajah garang, dan jujur bukan berarti harus terus mengumbar senyum agar terlihat layaknya good person meskipun terus diprotes. Sebab semua itu tidak berpengaruh jika wasit justru melakukan kesalahan (teknis) penilaian. Jangankan untuk menampakkan wajah garang, senyum yang diobral justru semakin dibenci pemain maupun suporter. Karena itu, kewibawaan seorang pengadil tidak mungkin didapat tanpa wawasan yang baik, ketegasan sikap dan keujujuran dalam bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FROM HERO TO ZERO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari tragedi Kediri, kemudian disusul Solo satu hari berikutnya, memberikan pukulan berat bagi siapapun yang mendambakan sepakbola damai di nusantara ini. Namun pukulan yang teramat telak justru dideritai oleh Aremania, Best of the Best Suporter Indonesia. Bayangkan, tragedi rusuh satu malam harus dibayar mahal dengan tidak bisa menikmati pertandingan selama 3 tahun! Sesuatu yang (seharusnya) tidak boleh terjadi, mengingat prestasi gemilang yang telah ditorehkan selama ini sebagai suporter terbaik. Aremania kini seperti menemukan titik kulminasinya dari Hero to Zero, sesuatu yang sulit dibayangkan oleh Aremania sendiri tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, kejadian yang begitu cepat dalam satu malam mengakibatkan kerugian yang diderita Pemkot Kediri mencapai 1 Milyar Rupiah (Jawa Pos, 18/01/08). Beberapa fasilitas vital seperti 76 pipa pagar pembatas, mesin diesel air, trafo listrik, papan iklan, empat gawang, bangku cadangan wasit, pemain dan pengawas rusak berat. Wajah stadion Brawijaya seperti bopeng, tinggal bekas-bekas hitam akibat dibakar. Tidak sampai disitu, kerusuhan berlanjut sampai di luar stadion yang mengakibatkan 14 rumah rusak akibat dilempar, sejumlah mobil pribadi, bus, dan sepeda motor ikut dirusak. Korban luka-luka pun berjatuhan, termasuk 9 orang dari Aremania sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tersisa hanyalah kerugian untuk semua pihak. Ya pemerintah, ya Arema dan Aremania. Dampak bagi Arema FC tentu sangat "terasa beda". Tak terbayangkan jika Arema harus tampil tanpa dukungan Aremania. Sebab Arema FC selama ini dikenal jago kandang, dukungan suporter sering menjadi "doping" untuk melipat gandakan semangat para pemain. Namun dengan tragedi Kediri, semangat juang Arema diduga akan banyak berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih mengkhawatirkan adalah, fenomena Aremania akan menjadi justifikasi bagi suporter lainnya di tanah air untuk melakukan tindakan yang sama, mengingat Aremania merupakan barometer suporter terbaik negeri ini. Bayangkan jika suporter yang menjadi teladan saja mampu melakukan anarkhis, bagaimana dengan suporter yang selama ini belajar dan meneladani? Sikap imitasi (ikut-ikutan) dari sebagian besar anggota suporter yang masih remaja ini dikhawatirkan memicu problem sosial yang lebih serius. Mungkin awalnya hanya senang, namun selanjutnya mencontohi sehingga ikut senang (mudah) merusak. Parahnya jika sifat ini berproses kearah identifikasi yang dapat mempengaruhi akal dan jiwanya, hingga membentuk kepribadian kasar, keras, yang ringan tangan untuk merusak?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi Kediri sepatutnya menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa betapapun sulitnya kita menerima sebuah keputusan, betapapun perihnya hati kita menerima segala hasil, betapapun sakitnya kita dianiaya, tindakan membabi buta tentu tidak akan pernah memberikan manfaat apapun, justru yang ada hanyalah kerugian semua pihak, sesuatu yang sungguh tidak kita butuhkan, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua harus disikapi dengan legawa, seperti yang telah diteladani Aremania selama ini. Jika kebesaran hati dan jiwa mampu diberikan Aremania dalam menyikapi segala hal, bukan mustahil dapat membalikkan keadaan menjadi form zero to hero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BERHARAP BANYAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun upaya peningkatan kualitas sepakbola dengan pengadil yang kompeten dan diikuti kedewasaan para suporter di tanah air, tampaknya akan menelusuri jalan panjang nan berliku. Sebab tanggungjawab yang diemban penyelenggara sepakbola PSSI belum menunjukkan kesungguhan yang berarti. Organisasi tertinggi sepakbola tanah air ini dinilai banyak pihak masih belum serius, dengan banyaknya kesalahan prosedural yang dilakukan, atau kelengahan yang selalu dibuat berulang kali, meskipun harus dibayar mahal dengan kekecewaan banyak pihak, dan tidak jarang berujung pada konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan prosedural ditunjukkan PSSI ketika tidak mampu mengikutsertakan Arema dan Persipura dalam pagelaran Liga Champion Asi musim lalu, dengan alasan keterlambatan pendaftaran, masuk akalkah? Anehnya, kesalahan itu diulangi kembali musim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan lainnya adalah Kelengahan PSSI, dalam hal ini BLI, ketika pertandingan Arema vs Persiwa lalu, tidak tampak satupun pihak BLI (Badan Liga sepakbola Indonesia) yang hadir, sebagaimana yang diakui Ketua Pengda Jatim, Haruna Soemitron (Jawa Pos, 18/01/08). Padahal, bukankah tugas mereka itu mengawasi pertandingan dan kerja para pengadil? Kalau pengawasnya saja tidak hadir, bagaimana mungkin pertandingan bisa berjalan dengan baik sesuai harapan? Bagaimana pula keamanan dapat terjamin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi dengan kondisi internal PSSI yang masih banyak dipenuhi orang-orang "bermasalah", yang entah kenapa masih ngotot bertahan (dipertahankan?) meskipun telah diminta mundur oleh Badan Sepakbola Dunia, FIFA! Jika demikian, bagaimana mungkin dapat melahirkan para pengadil yang bersih dan jujur? Alih-alih menginginkan sepakbola yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutlak diperhatikan, bahwa indikator utama dari sebuah pagelaran yang sukses utamanya tertumpu pada para pengadil yang kompeten. Bukan pada banyaknya aparat kemananan yang dikerahkan, atau tingginya pagar pembatas. Sebab semua itu dapat "ditembus" jika dipicu oleh pertandingan yang tidak fair. Bukankah ada asap karena ada apinya? Sama halnya dengan para suporter, yang tidak mungkin bereaksi jika tidak dipancing emosinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potret buram persepakbolaan negeri ini sesungguhnya merupakan cermin kondisi akut dari akumulasi problem yang dideritai PSSI. Karena itu, jangan terlalu berharap banyak untuk menikmati sepakbola yang berkualitas, sebab kini semakin mahal saja harganya, semahal tempe kedele yang sehari-hari kita nikmati dulu.&lt;br /&gt;Tulisan ini juga dimuat pada majalah Lokal milik orang Malang, Januari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-2274002552558137471?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/2274002552558137471/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=2274002552558137471&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2274002552558137471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2274002552558137471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/02/ketika-fair-play-semahal-kedele.html' title='KETIKA FAIR PLAY semahal KEDELE'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/R6wT17FnzDI/AAAAAAAAAG8/AdkLdtRC41M/s72-c/Buyung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-5529639270274887926</id><published>2008-01-27T15:39:00.001+07:00</published><updated>2008-02-02T14:02:17.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Soeharto Meninggal Dunia,...Indonesia Berduka....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Innalillahi Wainna Ilaihi Raji'un&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.cbc.ca/news/background/indonesia/gfx/suharto_cp_7600365.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.cbc.ca/news/background/indonesia/gfx/suharto_cp_7600365.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Warga Banda Naira Turut Berduka atas Meninggalnya H.M. Soeharto&lt;br /&gt;Presiden Ke-2 Republik Indonesia&lt;br /&gt;Pada puku 13.10 WIB, 27 Januari 2008,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-5529639270274887926?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/5529639270274887926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=5529639270274887926&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/5529639270274887926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/5529639270274887926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/01/soeharto-meninggal-duniaindonesia_27.html' title='Soeharto Meninggal Dunia,...Indonesia Berduka....'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-3363934103801275252</id><published>2008-01-25T13:31:00.000+07:00</published><updated>2008-02-02T13:44:09.371+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Supervisor termahal di Indonesia, ...?</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-3363934103801275252?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/3363934103801275252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=3363934103801275252&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3363934103801275252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3363934103801275252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/01/membimbing-bisnis-kah.html' title='Supervisor termahal di Indonesia, ...?'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-504133322409624498</id><published>2008-01-25T13:16:00.000+07:00</published><updated>2008-07-27T13:19:32.001+07:00</updated><title type='text'>Daong Gadihu Spanga....</title><content type='html'>&lt;!-- BEGIN CBOX - www.cbox.ws --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="cboxdiv" align="center"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Inga carita ini to  ..? :  " dol-dolo kol atusang jalang kastau orang nikah korta orang hatam, kol atusang sampi mar trada orang di ruma, dong cuma &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;pata daong gadihu spanga&lt;/span&gt; trus taru di lobang kunci pintu muka, kol su bagitu orang ruma sutau --&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ada dapa kastau orang karjaa&lt;/span&gt;--.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kol basudara dong ada datang di sini, .......&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;taru gadihu spanga jua, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;supaya katong tau basudara dong ada datang tadi....., ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;iframe marginheight="2" marginwidth="2" src="http://www3.cbox.ws/box/?boxid=2828266&amp;amp;boxtag=fvqr86&amp;amp;sec=main" id="cboxmain" style="border: 1px solid rgb(237, 222, 219);" allowtransparency="yes" name="cboxmain" frameborder="0" height="600" scrolling="auto" width="450"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe marginheight="2" marginwidth="2" src="http://www3.cbox.ws/box/?boxid=2828266&amp;amp;boxtag=fvqr86&amp;amp;sec=form" id="cboxform" style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color rgb(237, 222, 219) rgb(237, 222, 219); border-width: 0px 1px 1px;" allowtransparency="yes" name="cboxform" frameborder="0" height="100" scrolling="no" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- END CBOX --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-504133322409624498?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/504133322409624498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=504133322409624498&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/504133322409624498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/504133322409624498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/01/kultur-bisu.html' title='Daong Gadihu Spanga....'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-873280478070712563</id><published>2008-01-20T11:35:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T15:52:46.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artefak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikayat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Tanah Berkat.....................part two</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanah Berkat (Blessed Land): The Source of the Local in the&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Banda Islands, Central Maluku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;by: &lt;a href="mailto:phillip.winn@anu.edu.au"&gt;Phillip Winn&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Blessed Land&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The small archipelago of the Banda Islands is envisaged by its local inhabitants as a unified landscape in a sense that exceeds the administrative standing of the island group as a kecamatan or sub-regency. The islands are often referred to collectively as tanah Banda, ‘the land of Banda’, an expression that simultaneously marks the Bandas as a distinct locale and emphasises the earth that physically constitutes the islands. Tanah Banda was popularly understood as possessing a singular significance, that of being a ‘blessed land’ or tanah berkat. The source of this special status was envisaged in terms of the islands having played an important historical role in significant religious events.&lt;br /&gt;&lt;span class='fullpost'&gt;&lt;br /&gt;An example of this perspective appears in a document dated 1922. Purportedly the transcription of an ancient origin narrative obtained in the settlement of Lonthoir on Banda Besar Island, it begins with Noah and the flooding of the Earth:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At the end of the flood the lands all rose above the water, in the West, in the South and in the East. The land Andare in the East, that is Banda, was raised first, after that Tidore and Ternate, and Java and Bali, followed by the other lands. (Van Ronkel 1945: 124)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A similar account, also attributed to Lonthoir but dated 1924, contains additional details. 4 Noah’s craft is described running aground on Mount Ararak, after which he releases a dove in order to ascertain whether the flood has truly ended. The dove journeys to another mountain where it alights on a pomegranate tree and pecks off the terminal sprout, carrying it to the ark. Convinced, Noah releases animals back into the world. The dove, for its part, is depicted as returning to the pomegranate tree, which the text then reveals as growing on the peak of Mount Lewerang—a still-active volcano in the Banda Group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the late 1990s, this volcano-island was generally known by the more ubiquitous title Gunung Api (literally, ‘volcano’). 5 The peak, and the Banda Islands as a whole, were no longer given such a prominent part in tales of the flood, but a motif of religious significance continued. The islands’ special status was attributed widely to the actions of several male siblings in the archaic past (jaman dulu), who journeyed from the islands seeking religion. They are said to have returned with Islam, obtained from its source in Mecca. Both the historical texts cited previously provide descriptions of the siblings’ journey that closely parallel contemporary accounts. 6 Crucially, among local Muslims (who formed the bulk of the population) there is a common assertion that the Bandas were in fact the first location in Indonesia to receive Islam. The rest of the archipelago—and in some local accounts, the rest of the non-Arab world-encountered Islam after this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Such narratives clearly evoke powerful claims for the islands: the first dry land after the flood, the first place visited by Noah’s dove, the first Indonesian location to receive Islam. It is notable too that the repetitive theme, in addition to being religious, involves an assertion of precedence. This cultural motif has been highlighted throughout Austronesian populations, often associated with claims to ritual authority or other status (Fox 1995). In this case, there is a vision of peculiar potency attached to the islands in a physical sense—to the very land or earth itself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The tiny uninhabited outlier of the Banda Group is called Suanggi Island, a title that is described as marking it as the boundary of tanah Banda. The suanggi-a malevolent witch-figure-is a common image throughout Maluku; in the Bandas its range of powers are said to include invisibility and the ability to fly. Suanggi Islands name is said to stem from the fact that any flying suanggi who passes the island would be robbed of its powers as a result of crossing into the Banda Groups zone of influence, plummeting to earth on the island or into the sea. 7 Similarly, soil or sand from the Bandas was frequently incorporated into amulets by Banda residents that were designed to provide safety against the influence of suanggi (and all evil intent) while one was travelling outside the islands. Many residents even suggested that the mere fact of their personal association with the Bandas could be sufficient to ward off the machinations of&lt;br /&gt;suanggi encountered elsewhere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Other more tangible evidence of the blessed nature of tanah Banda existed in the form of sites known as keramat that dot the landscape of the islands. Keramat were viewed as ancient locations associated with the journeying male siblings and other early autochtonous figures in the islands. Sometimes the sites are described as tempat sakti, i.e. ‘places which are sakti’, a term generally translated into English as ‘sacred’ or ‘supernaturally powerful’ (Grimes 1996). They may also be referred to as tempat suci, ‘holy places’. Suci generally refers to matters more specifically religious, much as the term ‘holy’ does in English—partaking of God/godliness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These sites then are regarded as both powerful and holy, a significance connected directly to the early Muslim founder-figures with which they are associated. Most are viewed as graves and have this appearance (with single or double markers, sometimes of decoratively carved coral-stone blocks); others comprise enduring physical features such as springs, large boulders or caves associated with specific activities of these individuals in the distant past. Many of the sites are linked to placenames, establishing a close connection between the landscape and local origin narratives. The Banda keramat form a continuous mnemonic suggestion to island residents of a dense inscribing of hidden significances in the land, particularly of important historical events and religious figures, and of their coexistence in the Bandas with these figures who continue to exist in spirit form (see Winn 2000). The figures themselves (which include, but are not limited to, the journeying siblings) are often referred to collectively as datu-datu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In standard Indonesian, the term datuk can be translated as ancestor or forebear, but the expression has cognates in local languages across Indonesia, Malaysia, Brunei and the Philippines that also form titles of respect or recognition linked to Islamic religious scholars, shamans and/or high-ranking officials attached to a local rulers court (Federspiel 1995: 47). Such was the emphasis in the Banda Islands, where they were also sometimes referred to variously as wali and imam besar—Islamic saints and holy figures, as Islamic or religious teachers (guru Islam; guru agama) and as religious experts or scholars (tokoh agama; ahli agama; kiai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Banda datu figures were seen as possessing immense religious knowledge, particularly of the esoteric and mystical elements of Islam, a realm viewed by local Muslims as enormously powerful but difficult to access for the ordinary person in the contemporary world. In the words of one informant: ‘[Their] Islamic knowledge is far greater [than ours]’ (‘pengetahuan agama Islam jauh lebih tinggi’ [Hatta]). This was a result of the datu being close to God (dekat Allah). Informants also described them as the beloved (habib) or grandchildren (cucu) of the prophet Mohammed, who were elevated or glorified by God. Their special status is manifest in their association with keramat: ‘people who give rise to keramat have received honour from the All-Powerful’ (‘orang yang terjadi keramat dapat mulia dari yang Maha Besar’ [Lonthoir]). It is this closeness to God and to Mohammed that is popularly considered as providing them with the capacity to intercede on behalf of those who visit a keramat site.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is important to note that a repetitive emphasis in adat narratives is on the status of tanah Banda, rather than the agency of the datu. Narratives stress the prominence of the islands in God’s view as giving rise to the siblings and their journey to Mecca. The actions of the siblings do not create the island’s prominence—they are vehicles for the operation of God’s intent. In this respect, the origin of the siblings is popularly linked to a miraculous emergence from a pomegranate fruit, through God’s will. In the 1924 text, this fruit emerged on the same tree encountered by Noah’s dove, later inhabited by Gabriel (Jibrail), the archangel Mohammed met in a cave while meditating and who carried the Qur’an for recitation. In the 1922 text, the pomegranate tree arose through the prayer of a holy woman who desired to eat that particular fruit, and as a result became pregnant. 9 Some informants even maintained that the Banda Islands were considered by God as the birthplace for the prophet Mohammed himself. As evidence, one adat specialist repeated part of a ritual verse that explicitly brings Banda into relation with Mecca: ‘the land of Mecca is heavy, the land of Banda is light; therefore the Prophet was born over there’(‘tanah Mecca berat, tanah Banda ringan; padahal Nabi melahirkan di sana’[Selamon]). He illustrated this using his hands to mimic a set of scales, tipping down in Meccas favour.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The datu and their immense religious knowledge in a sense personify the islands and ultimately remain attached to them. A widespread view suggested that keramat sites were not constructed by human effort but rather appeared miraculously on the death of the holy figure linked to the site. This would occur even if the datu died away from the islands: ‘in speaking of keramat, he dies in a different place, afterwards a keramat appears here by itself’(‘dikatakan keramat, dia mati di tempat lain, nanti keramat jadi di sini sendiri’[Lonthoir]). This emphasis on the mystical providence of keramat sites works against their representation as ‘shrines’, a term applied to similar sites elsewhere in the Muslim world. The expression tends to carry suggestions of a formally bounded or enclosed sacred precinct, relying overmuch on the salience of a profane-sacred opposition. Rather than marking a boundary separating the realms of the sacred and the profane, the Banda keramat bear witness to the generalised significance of the islands to Islam. Where humanly sponsored elements appear at Banda keramat such as tiles, concrete borders, roofs or fences, these were understood as respectful gifts or additions to the site, enhancing its visibility, not as somehow containing sacred substance. Neither were keramat used as repositories for relics or iconic symbols. Many Banda keramat are certainly isolated—located on promontories, cliff-sides and mountaintops relatively remote from homes or human activity. But others are situated within areas of settlement, or adjacent to gardens and well-used paths.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rather than enclosures, the keramat constitute foci for the potency that imbues the islands more generally. As obvious centres of this force, they attract human attention, but there is no local vision of a sacred precinct, absolutely demarcated or contained by physical boundaries of some form. Though the entire landscape could be regarded as sacred (tanah berkat), in a practical everyday sense some places will of necessity be more revered than others. As Hubert has suggested, ‘not every stone or plot of earth can be treated with the same degree of respect’(1994: 18). The keramat thus can be understood as complex ontological toponyms, specific places that act as potent signifiers of a larger whole. The key perspective in the islands is that adat is fundamentally emplaced: ‘it belongs to the earth/ground, not to people’ (‘tanah punya, bukan orang punya’[Lonthoir]). Linked to the keramat sites and essentially grounded in the islands, the datu spirits were unable to leave tanah Banda with the fleeing population after the Dutch conquest in 1621 but continued to exert a watchful presence and active influence over their original territory. The datu were not considered the ancestors or biological founders (i.e. apical ancestors) of existing populations in the islands.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The datu-datu of the Bandas were associated with place rather than personal origins. They were the figures who founded human community in the islands (‘mulai membuka kampung ini”). It is through their ritually based engagements with these figures and their sites that a population acknowledging its immigrant status is also able to argue that it has become demonstrably local. This identification is grounded literally in their presence on the tanah berkat. In the local view, populations elsewhere that continue to trace origins to the pre-conquest Banda Islands and who might even declare a form of contemporary identification as Bandanese must also recognise that the inability of themselves and their displaced ancestors to continue an intimate connection to the Banda keramat over several centuries has compromised any claims they may wish to assert regarding prior rights in the islands. The legitimacy of the ‘newer’ residents is evident in the relations they have successfully maintained with keramat and datu, a relation intrinsic to the influence that the founder-figures are understood as exerting over general wellbeing in the islands, including the fecundity and accessibility of resources.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A narrative concerning the origins of Hatta Island illustrates this close connection, but also the agency of Allah working through the land, to which the founder-figures are themselves subject. The island was said to have come into existence as the result of a catastrophic event linked to the flooding of another nearby island named Skaru, whose people were bikin kotor (behaving immorally). 12 Only two people were orang bersih (righteous, good, literally ‘clean’), a conjugal couple. Their deliverance and the punishment of the others coincides with Hatta Island’s creation:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There was a large celebration ... an elderly person asked for water, wanted to drink. All the households refused ... those in one home, husband-wife, they provided it. The person told them: ‘Do not go to sleep before twelve o’clock midnight. Shortly, a white chicken will come; climb onto it, shut your eyes; the chicken will fly. Don’t open your eyes until the chicken’s feet bump dry ground.’ The chicken carried the couple to Hatta, on top of Fleeing Mountain. Hatta was newly risen from the sea. Skaru was drowned, the evil population all died. Therefore on Hatta Island, everyone is unsullied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The place where the righteous spouses landed in Hatta, Gunung Lari (Fleeing Mountain), has a keramat near the peak, said to mark the spot where they first touched the earth. Another less widespread version involved two chickens (male and female) who worked together to save husband and wife respectively. In this case, they did not land on the top of Gunung Lari, but rather at two other important local keramat—keramat tanjung kenari and keramat tanjung buton. These sites were about one kilometre apart on the northern coastline immediately in front of the site of the original negeri (ie the current Kampung Lama). The male landed first at that keramat closest to Skaru because the man was heavier, and the chicken became tired. Those who adhere to the first version tended to see the coastal sites as the two graves of the couple. Conversely, those embracing the second pointed to the mountain-top as their grave. In any case, the role of the coastal keramat illustrates the close relation between these morally exemplary founder-figures and the land itself. They were linked to the erection of two sasi poles (tiang sasi) in the tidal zone (maiti) at either end of the same northern beach and tidal flats stretching for about one kilometre inbetween. Widespread in Maluku, sasi refers to periodic restrictions on the harvesting of a local resource – in this case, focused on trochus-shell-controlled by ritual action that is linked in turn to the sanction of ancestors and/or spirit figures. The placement of these poles effectively closes community access to the resource while their removal permits it. Both actions were simultaneous with the fundamental ritual activity associated with adat practice throughout the islands—the collective construction of sirih containers (tempat sirih) by men and women, which were then carried to several keramat for placement on their surface, along with Muslim prayer. On the island of Banda Besar, the placement of tempat sirih on keramat was sometimes associated with ensuring the supply of water in wells, the abundant fruiting of nutmeg and kenari trees, the successful growth of gardens and their protection from the depredations of wild pigs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda adat practice is revealed here as (re-)inscribing an intimate connection between place, locality and ideas of community and their moral state. Not only was an entire population erased in the past because of the scale of impure action, but the land itself descended under the waves. At the same time, the salience of such forces remained vivid in the contemporary period through the control they exercised over the fruitfulness of the local environment. Indeed, ritual procedures are deemed necessary not only to make particular sought-after resources available, but to ensure their abundance and the safety of those who gather them. The ultimate cause of local catastrophes throughout the Bandas (for example, the 1988 eruption of Gunung Api) were widely interpreted in terms of moral explanations, particularly the conduct of the communities most affected. The practice of adat rituals provides collective opportunities to acknowledge the character of locality and reaffirm and enact the ideals of moral community. A key point is that this concern with local founder figures and locally derived adat was not simply portrayed as an end in itself (i.e. obtaining some direct benefit) but represented as an engagement with the principal terms of locality itself. In a general sense, informants explicitly affirmed a shared perspective of the islands’ importance and their now-obscured pre-colonial history. The datu-datu are not simply magically powerful or religiously potent figures—their autochthonous origins exemplify their closeness to the tanah berkat. They represent a compelling ontological source of localness, a relationship with the cultural terms of belonging to the Banda Islands as place.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) In T. Reuter (ed.) 2006: Sharing the Earth, Dividing the Land,&lt;br /&gt;dimuat atas kebaikan hati Dr. Phillip Winn&lt;br /&gt;2) School of Archaeology and Anthropology, Faculty of Arts,&lt;br /&gt;Australian National University&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-873280478070712563?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/873280478070712563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=873280478070712563&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/873280478070712563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/873280478070712563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/01/tanah-berkatpart-two.html' title='Tanah Berkat.....................part two'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-4715154849484781414</id><published>2008-01-09T19:31:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T14:53:24.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.deepestfeelings.com/holidays/muharram/muharram2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.deepestfeelings.com/holidays/muharram/muharram2.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 153);font-family:verdana;" &gt;SELAMAT TAHUN BARU&lt;br /&gt;1 MUHARRAM 1429 H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-4715154849484781414?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/4715154849484781414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=4715154849484781414&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/4715154849484781414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/4715154849484781414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/01/selamat-tahun-baru-1-muharram-1430-h.html' title=''/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-194563003567970678</id><published>2008-01-02T15:22:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T15:43:51.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artefak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Tanah Barkat.........part one</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanah Barkat (Blessed Land): The Source of the Local in the&lt;br /&gt;Banda Islands, Central Maluku, 1) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;by:  &lt;a href="mailto:phillip.winn@anu.edu.au"&gt;Phillip Winn&lt;/a&gt;, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Introduction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Banda Islands in central Maluku have long been a site of historical transformations. As a consequence, human relationships to land and place in the Bandas need to be understood in terms of dynamic processes of culture and history. In the pre-colonial period, the islands formed a key part of extensive trading networks reaching across the archipelago to link Maluku with the northern seaports of Java, the cosmopolitan city-state of Malacca in peninsular Malaysia, and ultimately to the Middle East, China and Europe. By the arrival of the first Europeans, the population of the islands included numbers of resident Malay and Javanese merchants, with significant socio-cultural changes in progress. In particular, autochthonous structures of authority had been transformed through the acceptance of Muslim practices and the burgeoning importance of local trade functionaries.&lt;br /&gt;&lt;span class='fullpost'&gt;&lt;br /&gt;Military conquest of the Banda Islands in 1621 by the Dutch East India Company or VOC (Verenigde Oost-Indische Compagnie) resulted in more radical change: the destruction or displacement of much of the existing population of the islands followed by the imposition of the perkerniersstelsel or ‘nutmeg-planter system’. Among the world’s earliest plantation enterprises, this venture relied on several centuries of importing captive labour—in particular, slaves—from regional and extra-regional sources. The VOC’s decimation of indigenous-language speakers, in combination with the diverse origins of the colonial-era population, can certainly be linked to the emergence of a shared and distinctive Malay language that has been referred to as Banda Malay. It still forms the main contemporary vernacular spoken in the Banda Islands.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is against this background that representations of the land (tanah) itself is prominent in shaping an ontological topography within which the contemporary significance of locality and the legitimacy of local identification take shape. The current population acknowledge descent from immigrants of diverse origins and generally engage in what Carsten (1997) characterises as a ‘future orientation’, where genealogical reckoning is relatively shallow in historical depth butextremely broad in contemporary reach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unlike the island Malay population Carsten describes, contemporary Bandanese valorise traditions of knowledge concerning the past, in particular, those that relate to the Banda Islands. This knowledge (known as adat Banda) represents the islands as possessing profound religious significance—in fact, as a blessed land or tanah berkat. By engaging in collective ritual practice (known as kerja adat), local residents enact obligations to social collectivities that derive their meaningfulness from narratives of place, rather than genealogically based visions of ancient shared relatedness. Participation in collective ritual occasions was understood as communicating and reinforcing the moral commitments and goals of religion alongside idealised visions of sociality. Ritual practices additionally confer legitimacy to contemporary assertions of authentically local identity.&lt;br /&gt;--------------------------------------&lt;br /&gt;1) In T. Reuter (ed.) 2006: Sharing the Earth, Dividing the Land,&lt;br /&gt;dimuat atas kebaikan hati Dr. Phillip Winn&lt;br /&gt;2) School of Archaeology and Anthropology, Faculty of Arts,&lt;br /&gt;Australian National University&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-194563003567970678?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/194563003567970678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=194563003567970678&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/194563003567970678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/194563003567970678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2008/01/blog-post.html' title='Tanah Barkat.........part one'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-2461625857273654634</id><published>2007-12-27T16:34:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T09:04:21.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Mimpi tentang Banda Masa Depan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/R3N6mhxjRxI/AAAAAAAAAE8/KTvxPyRnsyQ/s1600-h/tom+cruise.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148593601334429458" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 102px; height: 127px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/R3N6mhxjRxI/AAAAAAAAAE8/KTvxPyRnsyQ/s320/tom+cruise.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;".....mengasingkan Banda sama dengan bersikap acuh dan tak peduli terhadap negeri sendiri. Ketidakpedulian terhadap negeri sama halnya dengan membutakan mata dan menutup rapat telinga kita terhadap segala persoalan yang malanda negeri ini..."&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh: Muhammad Farid, M.Sos (Poetra Run)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;K&lt;span style="font-size:100%;"&gt;urang&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;lebih 60 tahun yang lalu, pernah tinggal di Banda Naira seorang briliant dan pemikir sejati, yang kemudian menjadi pendiri Negara Republik Indonesia, dialah Dr. Ir. Mohammad Hatta. Motivasi Belanda "membuang"-nya di Banda Naira adalah agar dapat dengan mudah "mengontrol" nalar kritis Hatta yang dipandang berbahaya bagi stabilitas kompeni yang saat itu menjadikan Banda sebagai Pusat Pemerintahan VOC-nya (Governer). Banda yang juga dikenal sebagai wilayah perdagangan rempah-rempah dunia, dus tempat perjumpaan para saudagar Eropa dan Timur Tengah yang datang, bermukim dan berketurunan di Banda Naira. Karena itu, wajar saja bila banyak dari warga keturunannya yang manis-manis dan tampan rupawan. Konon katanya, alasan ini pula yang melatarbelakangi pengasingan Hatta di Banda, yaitu agar "sibuk" mengurusi urusan "keduniaan" dan bukan "kenegaraan".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class='fullpost'&gt;&lt;br /&gt;Namun niat jahat Belanda justru menjadi bumerang yang telak mengena jantung pertahanannya sendiri. Hatta dan kawan-kawan malah menjadi lebih kritis dan semakin bersemangat untuk mewujudkan "mimpi" mereka tentang Negara Kesatuan Indonesia yang berdaulat, bersatu, adil dan makmur. Maka disusunlah rancangan kasar dari butir-butir Proklamasi Kemerdekaan RI, yang ditulis di Banda Naira. (dalam hal ini masyarakat Banda patut berbangga hati, sebab jauh sebelum rakyat Indonesia mengetahui rumusan Proklamasi Kemerdekaan, orang Banda sudah "menikmati" aroma kemerdekaan itu lebih awal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midas dan musuh kecil&lt;br /&gt;Jika dianalogikan, gambaran sejarah di atas mengingatkan kita pada cerita anak tentang Serigala Midas yang selalu ingin memangsa hewan-hewan ternak kecil (ayam, itik dan babi kecil) lainnya yang hidup tidak jauh dari tempat tinggalnya. Namun usaha Midas tidak pernah berhasil. Kelicikan Midas selalu saja gagal oleh kecerdikan musuh kecilnya yang dengan lihai mampu menjaga keselamatan diri dan tempat tinggal mereka. Alhasil, ambisi Midas untuk memuaskan kepentingan pribadi harus berakhir dengan malapetaka dan kesialan di setiap akhir episode. Belanda si-penguasa dapat saja kita samakan dengan Midas, sementara "musuh kecil"nya adalah Bung Hatta dkk yang kritis, dinamis, maju, dan loyal terhadap bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Banda dalam Jerat Problematika&lt;br /&gt;Kini, di era Reformasi, Banda seakan tenggelam dalam lautan sejarah masa lalu. Dan membuat banyak orang lupa, bahwa di Banda pernah terukir sejarah penting tentang kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan bagi sebagian orang Banda sendiri, sejarah tidak lebih dari puing-puing bangunan tua yang tak bernilai sama sekali. Banda akhirnya kembali menjadi tempat pengasingan (atau diasingkan?) untuk kesekian kali!&lt;br /&gt;Padahal, mengasingkan Banda sama halnya dengan bersikap acuh dan tak peduli terhadap negeri sendiri. Ketidakpedulian terhadap negeri sama halnya dengan membutakan mata dan menutup rapat telinga kita terhadap segala persoalan yang malanda negeri ini. Jika dirunut sejumlah persoalan ada, sungguh tulisan ini tak sanggup melakukannya.&lt;br /&gt;Namun tentunya, kita tidak bisa terus menerus membutakan mata terhadap nasib nelayan yang terjerat patokan harga ikan yang sangat tinggi? Kita pun tak bisa berpura-pura tuli terhadap teriakan saudara-saudara kita yang tak kebagian jatah beras miskin yang hilang entah kemana? Kita juga tidak bisa acuh terhadap nasib pekerja yang hidup dibawah standar UMR oleh perusahaan asing? Belum lagi masalah BBM yang harganya menjulang tinggi tidak rasional?&lt;br /&gt;Lebih dari itu, butakah kita terhadap kondisi ummat yang hidup dalam sekat curiga, cemburu, dan iri hati? Atau sikap superior satu kelompok atas kelompok yang lain; yang menganggap hanya "orang kampung saya" yang bisa begini dan begitu, sementara "orang kampung lain" tidak bisa, bahkan tidak boleh. Belum lagi asumsi-asumsi negatif yang mempetak-petakan masyarakat kedalam golongan orang negeri dan pendatang. Adakah perhatian kita terhadap persatuan dan kesatuan ummat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan potret vulgar pola "pergaulan bebas" masyarakat kita? Dengan maraknya tempat-tempat hiburan malam (billiard, prostitusi, miras adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan). Adakah kepedulian kita terhadap masa depan anak negeri? Kenapa ironi ini harus terjadi di negeri kecil, dan hanya didiami oleh satu umat?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin &amp; Masyarakat: Dua Cermin berhadapan&lt;br /&gt;Rasulullah saw., pernah bersabda: "Bagaimana keadaan kalian, demikian pula ditetapkan penguasa atas kalian". Kalimat singkat ini mengandung beberapa makna:&lt;br /&gt;Pertama, ia dapat berarti seorang penguasa atau pemimpin adalah cerminan dari keadaan masyarakatnya. Pemimpin atau penguasa yang baik adalah yang dapat menangkap aspirasi masyarakatnya, sedangkan masyarakat yang baik adalah berusaha mewujudkan pemimpin yang dapat menyalurkan aspirasi mereka.&lt;br /&gt;Kedua, dapat pula bermakna suatu pesan untuk tidak tergesa-gesa menyalahkan terlebih dahulu pemimpin yang menyeleweng, durhaka atau membangkang, karena pada hakekatnya yang bersalah adalah masyarakat itu sendiri. Bukankah pemimpin adalah cerminan dari keadaaan masyarakatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apapun problem yang dihadapi masyarakat akan terasa begitu lekat dengan sang pemimpinnya, begitupun sebaliknya. Karenanya dapat dipahami mengapa Nabi Muhammad saw. menekankan pentingnya mengangkat pemimpin yang kuat, punya keahlian, dan amanah. Rasul bersabda: "Amanat terabaikan dan kehancuran akan tiba, bila jabatan diserahkan kepada yang tidak mampu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, masyarakat yang enggan menegur atau mengoreksi pimpinannya atau menyanjungnya secara berlebihan pada hakekatnya telah menanam benih keangkuhan dan kebejatan pada diri pempimpinnya walaupun pada mulanya sang pemimpin adalah seorang yang baik. Disinilah pentingnya peranan koreksi sosial atau dalam bahasa agama, amr ma’ruf nahy munkar yang harus terbina dalam hubungan pemimpin dan masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hubungan pemimpin dan yang dipimpin dimaknai sebagai satu kerangka tubuh yang saling berhubungan dalam mengemban amanat bersama. Maka modal utama yang harus dipegang adalah Istiqamah dalam memperjuangkan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik; saling nasehat-menasehati dalam kebajikan, menegakkan amr ma’ruf nahy munkar bersama-sama demi kemajuan negeri yang lebih baik. Berhentilah menyalahkan pemimpin jika umat sendiri tak ingin maju dan diperbaiki. Sebaliknya, sebagai pemimpin jangan anti-kritik dan emosional jika mendapat koreksi dari rakyatnya ketika ia berbuat salah. Akui itu sebagai kekhilafan, dan terimalah dengan lapang dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hubungan harmonis ini telah terbina, maka kriteria putra daerah atau tidak, orang nagri atau pendatang, bertitel tinggi atau rendah, berkulit hitam atau putih bukan lagi ukuran, selama dia mampu mengemban amanat dan beroerientasi pada kemaslahatan umat, maka dialah yang pantas menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan Kita bersama&lt;br /&gt;Cerita tentang kelihaian ternak kecil untuk menghindar dari tipu muslihat Midas dapat menjadi pelajaran bagi rakyat yang selalu dizalimi pemimpinnya yang serakah dan mementingkan nafsu pribadi. Meskipun itu hanya dongengan anak, namun memiliki korelasi dengan kisah perjuangan Hatta di Banda Naira melawan penjajah yang semena-mena, memeras keringat rakyat, membunuh daya nalar, dan mengasingkan rakyat dari wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gabungan kedua kisah tersebut akan memberikan bekal semangat untuk maju dalam membangun negeri ini menjadi lebih bermartabat. Dan untuk menggapai sebuah kemajuan, masyarakat Banda harus kritis, loyal dan berani untuk "membungkam" segala bentuk penipuan terhadap hak rakyat banyak, sikap-sikap egoistik untuk memperkaya diri sendiri, sikap angkuh dan anti kritik diantara masyarakat dan pemimpinnya. Namun tetap jujur, amanah dan bertanggungjawab dalam segala sikap dan tindakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, berhentilah bernostalgia tentang Banda yang maju, makmur, indah dan memiliki nilai historis tinggi, sebab semua itu bukan hanya cerita lalu, tapi juga nyaris punah oleh "tangan-tangan kotor" manusia sendiri. Bangunlah dari mimpi dan lihatlah Banda kini. Apa yang kita temukan hanyalah penggalan-penggalan sejarah diselimuti kebusukan hati dan pikiran, kebodohan dan keterbelakangan. Atau tetaplah bermimpi jika kita terlanjur "senang" hidup dibawah mendung yang sedang menggantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-2461625857273654634?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/2461625857273654634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=2461625857273654634&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2461625857273654634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/2461625857273654634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2007/12/mimpi-tentang-banda-masa-depan.html' title='Mimpi tentang Banda Masa Depan'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/R3N6mhxjRxI/AAAAAAAAAE8/KTvxPyRnsyQ/s72-c/tom+cruise.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-6025381770802977842</id><published>2007-12-17T10:47:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T11:18:33.821+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauladan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>Lima (5) Tipe Karyawan di Kantor Kita.....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;dari: A'a Gym&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengklasifikasian karyawan dan pejabat kantor ini didekati dengan istilah hukum yang digunakan dalam agama Islam. Pendekatan ini sama sekali bukan untuk mencampuradukkan atau merendahkan nilai istilah hukum tersebut, melainkan hanya sekedar guna mempermudah pemahaman kita karena makna dari istilah hukum tersebut sangat sederhana dan akrab bagi kita. Mudah-mudahan bisa jadi cara yang praktis untuk mengukur dan menilai diri sendiri. (Ide dasar ini diambil dari pendapat Emha Ainun Najib)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;1. Karyawan / Pejabat "Wajib"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tipe karyawan atau pejabat wajib ini memiliki ciri : &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;keberadaannya sangat disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan.   &lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan, wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat membahagiaan siapapun yang berjumpa dengannya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi  penyejuk bagi hati yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan, orang merasa  terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akhlaknya sangat mulia, membuat setiap orang meraskan bahagia dan senang dengankehadirannya, dia sangat menghargai   hak-hak dan pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat manfaat dengan keberadaannya &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Karyawan / Pejabat "Sunnah"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ciri dari karyawan/pejabat tipe ini adalah : &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;kehadiran dan keberadaannya memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak     terasa kehilangan..&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelompok ini hampir mirip dengan sebagian yang telah diuraikan, berprestasi, etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada, lingkungannya tidak merasa kehilangan, kenangannya tidak begitu mendalam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Andai saja kelompok kedua ini lebih berilmu dan bertekad mempersembahkan yang terbaik dari kehidupannya dengan tulus dan sungguh-sungguh, niscaya dia akan naik peringkatnya ke golongan yang lebih atas, yang lebih utama.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Karyawan / Pejabat "Mubah"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ciri khas karyawan atau pejabat tipe ini adalah : &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;ada dan tiadanya sama saja.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sungguh menyedihkan memang menjadi manusia mubadzir seperti ini, kehadirannya tak membawa arti apapun baik manfaat  maupun mudharat, dan kepergiannya pun tak terasa kehilangan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karyawan tipe ini adalah orang yang tidak mempunyai motivasi, asal-asalan saja, asal kerja, asal ada, tidak memikirkan kualitas, prestasi, kemajuan, perbaikan dan hal produktiflainnya. Sehingga kehidupannya pun tidak menarik,   datar-datar saja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sungguh menyedihkan memang jika hidup yang sekali-kalinya ini tak bermakna. Harus segera dipelajarilatar belakang dan penyebabnya, andaikata bisa dimotivasi dengan kursus, pelatihan, rotasi kerja, mudah-mudahan bisa meningkat  semangatnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Karyawan / Pejabat "Makruh"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ciri dari karyawan dan pejabat kelompok ini adalah : &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;adanya menimbulkan masalah tiadanya tidak menjadi masalah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila dia ada di kantor akan mengganggu kinerja dan suasana walaupun tidak sampai menimbulkan kerugian besar, setidaknya membuat suasana tidak nyaman dan kenyamanan kerjaserta kinerja yang baik dapat terwujud bila ia tidak ada.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Misalkan dari penampilan dan kebersihan badannya mengganggu, kalau bicara banyak kesia-siaan, kalau diberi tugas dan pekerjaan selain tidak tuntas, tidak memuaskan juga mengganggu kinerja karyawan lainnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Karyawan / Pejabat "Haram"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ciri khas dari kelompok ini adalah : &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;kehadirannya sangat merugikan dan ketiadaannya sangat diharapkan karena     menguntungkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang tipe ini adalah manusia termalang dan terhina karena sangat dirindukan "ketiadaannya". Tentu saja semua ini adalah karena buah perilakunya sendiri, tiada perbuatan yang tidak kembali kepada dirinya sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akhlaknya sangat buruk bagai penyakit kronis yang bisa menjalar. Sering memfinah, mengadu domba, suka membual, tidak amanah, serakah, tamak, sangat tidak disiplin, pekerjaannya tidak pernah jelas ujungnya, bukan menyelesaikan pekerjaan malah sebaliknya menjadi pembuat masalah. Pendek kata di adalah "trouble maker".&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silahkan anda renungkan, kita termasuk kategori yang mana...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Semoga semua ini menjadi bahan renungan agar hidup yang hanya sekali ini kita bisa merobah diri dan mempersembahkan yang terbaik dan yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat nanti. Jadilah manusia yang "wajib ada". Semoga!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-6025381770802977842?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/6025381770802977842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=6025381770802977842&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/6025381770802977842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/6025381770802977842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2007/12/lima-5-tipe-karyawan-di-kantor-kita.html' title='Lima (5) Tipe Karyawan di Kantor Kita.....'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-7195697985830945691</id><published>2007-12-13T12:35:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T16:01:18.687+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artefak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikayat'/><title type='text'>KENALI diri lewat SEJARAH (bag.3)</title><content type='html'>Oleh&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Muhammad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Farid, M.Sos&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(editor&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;Buku "Sejarah Banda Naira", Karya Des Alwi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hikayat Lonthor&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pada awalnya Pulau Banda dihuni 2 orang suami-isteri, Suaminya bernama Andan, Isterinya bernama Dalima. Mereka berdua tinggal di Gunung Kumber. Tiga nama panggilan gunung itu, adalah; Gunung Kulitcipu, Gunung Bendera, Gunung Sarua. Dari perkawinan Andan dan Dalima, dikaruniai 5 (lima) orang anak, Anak pertama, laki-laki bernama Kaki Yai, Anak kedua, laki-laki bernama Kele Laiy, Anak ketiga, laki-laki bernama Lele Waiy, Anak keempat, laki-laki bernama Kele Liang, Dan yang kelima (bungsu), bernama Cilubintang. Mata pencahariannya sebagai nelayan, memancing dan mencari siput di laut, selain itu juga berkebun pada bukit-bukit sekitarnya. Dari waktu ke waktu mulailah orang-orang berdatangan untuk mencari hidup di Pulau Andan ini, para pendatang yang menetap diharuskan seizin dari kepala Andan sebagai tuan tanah di Pulau Banda ini, yang ketika itu masih bernama Pulau Andan.&lt;br /&gt;&lt;span class='fullpost'&gt;&lt;br /&gt;Sesudah para pendatang tinggal beberapa lama di Andan, mereka kembali ke kampung halaman masing-masing, mereka bercerita tentang Pulau Andan dan tersiarlah khabar bahwa Pulau Andan yang subur banyak terdapat beberapa mata pencaharian antara lain melaut dan berkebun. Maka berduyun-duyun orang berdatangan untuk mencari hidup dan menetap di Pulau Andan ini. Semakin banyak pendatang yang menetap dan menjadi penduduk di Pulau Andan, maka sebutan Pulau Andan ini berubah menjadi Pulau Banda. Para pendatang banyak yang tinggal di kota Blarak. Dengan tersiarnya kabar bahwa, selain Pulau Banda, para pendatang juga berdatangan ke Pulau Rosengin (Pulau Hatta) untuk tinggal/menetap, disana mencari penghidupan baru sebagai nelayan. Ketiga saudara ini, Anak pertama Kaki Yai, Anak kedua Kele Laiy, Anak ketiga Lele Waiy, Berangkat ke Pulau Rosengin ( Pulau Hatta ) dengan korakora untuk menyelidikinya. Setelah mereka, tiga bersaudara tersebut tiba dan tinggal di Pulau Rosengin (Pulau Hatta) beberapa lama, maka datanglah musibah angin taufan, sehingga pulau ini tenggelam dan sekarang disebut Sekaru Pulau Hatta. Pada waktu musibah tersebut, ketiga bersaudara itu terpisah (selamat dengan kora-kora mereka). Kedua saudara yaitu anak keempat Kele Liang dan si bungsu (Cilubintang) yang tinggal di Gunung Bendera dan Gunung Kulit Cipu Pulau Banda mengungsi ke tempat lain yaitu di Gunung Keliy, mereka bergabung dengan orang-orang pendatang antara lain salah satunya bernama Silawane, waktu itu penduduk Pulau Banda tidak terdapat sumber air sama sekali, bila mereka memerlukan airterpaksa mengambil di Gunung Bendera dan Gunung Kulit Cipu. Tempat airnya terbuat dari bambu (lodong ), air yang mereka pikul kadang kala berceceran sehingga timbul beberapa aliran anak sungai kecil-kecil. Kesedihan dan kerinduan adiknya yang bungsu (Cilubintang) kepada ketiga saudara yang sedang berada di Pulau Rosengin, yang telah lama belum juga kembali maka dengan tangisan dan menggosok-gosok kakinya di tanah tetes air mata Cilubintang itu jatuh ke tanah sehingga menjadi kolam air mata Cilubintang. Sekarang ini dinamakan air kampung yang tiap-tiap upacara buka kampung harus mengambil air kampung itu waktunya pun pada jam 12 malam dengan toples/botol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga saudara yang ditimpa musibah angin taufan itu terdampar di salah satu kepulauan Indonesia (yang mereka tidak tahu namanya) yang penduduknya beragama Islam. Setelah mereka bertiga tinggal beberapa lama di pulau itu, akhirnya mereka bertiga pulang lagi ke Pulau Banda, tetapi di tengah laut Kaki Yai (anak tertua) terlempar ke laut dan tenggelam, kedua saudara itu berusaha mencari Kaki Yai yang tenggelam namun tidak ditemui, keduanya (Kele Laiy dan Lele Waiy) melanjutkan perjalanan pulang ke Pulau Banda. Dalam perjalanan tiba-tiba dihadapan mereka terlihat sebuah gunung dan ternyata gunung itu adalah gunung api. Tibanya kedua bersaudara bertepatan pula waktu menjelang subuh di hari Jumat. Mereka singgah untuk shalat subuh dan sekarang tempat itu disebut Sembayang. Setelah shalat subuh mereka berangkat menuju ke Kumber, dan di tengah perjalanan antara Banda Besar dan Gunung Api mereka mendengar beduk berkali-kali. Mereka pun memutar haluan ke tempat asal bunyi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba di tempat itu mereka bertemu dengan kedua saudaranya itu ialah Cilubintang dan Kele Liang. Mereka pun bertanya “siapakah yang mengajar agama Islam di kampung ini”, maka dijawab oleh Cilubintang, “yang membawa agama Islam adalah Kaki Yai (anak tertua)”. Maka dua bersaudara itu (Kele Laiy dan Lele Waiy) terkejut mendengarnya, keduanya merasa heran, Kaki Yai yang telah jatuh kelaut rupanya masih hidup, juga tibanya lebih dahulu dari mereka berdua. Kaki Yai (anak tertua) bercerita tentang kejadian yang menimpa dirinya di tengah laut, bahwa ia ditolong oleh seekor hiu (yo) raksasa, hiu yang badannya berbintang-bintang. Sebagai pembawa jalan adalah seekor ikan serui dan sebagai penerang jalan atau lampu jalan adalah sekelompok ikan tali-tali (ikan momar). Kisah kecelakaan Kaki Yai itu sampai sekarang ini ada dalam kabata tarian Cakalele Lontor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima bersaudara mendirikan sebuah Mesjid yang sekarang ini disebut Mesjid Kenari Istiga, saat itu pula pendatang-pendatang baru yang tinggal di Pulau Banda memeluk agama Islam, maka tersiarlah Khabar di seluruh Kepulauan Banda ini bahwa di kampung Wailondor sudah masuk agama Islam dan dalam kabata pun tarian Cakalele disebut “Salam Lebi dulu Wailondor’e”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Banda banyak pula didatangi orang-orang dari kepulauan sebelah Timur. Sampai hari ini tempat itu pun disebut Pantai Timur. Salah seorang Kapitan Timur bermaksud meminang Cilubintang (si bungsu), kelima saudara pun menyetujuinya, sedangkan sebagai mahar perkawinan permintaannya diserahkan sendiri kepada Cilubintang. Keputusan Cilubintang maharnya berupa buah pala sebanyak 99 buah. Mendengar permintaan Cilubintang, Kapitan Timur terkejut mendengarnya karena nama buah pala baru didengarnya, bentuk dan rupanya pun belum diketahuinya. Setelah beberapa lama mencari buah pala, kemudian Kapitan Timur itu kembali dengan membawa 99 buah pala sebagai mahar, namun sayangnya sebelum memasuki hari pernikahan Kapitan Timur meninggal dunia. Buah pala yang diberikan Kapitan Timur itu oleh kelima bersaudara mulai ditanamnya di tempat kelahiran mereka yaitu Gunung Kulit Cipu dan Gunung Bendera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak pendatang dari seluruh pulau-pulau dari bagian barat ke Pulau Banda ini, seperti orang-orang Jawa, Kalimantan dan Sumatra. Pulau Banda mulai ramai, diantara salah satu pendatang adalah seorang Jawa keturunan ningrat (raden) yang kemudian meminang Cilubintang untuk menjadi isterinya. Maka kawinlah Cilubintang dengan orang Jawa tersebut (raden) dan setelah berkeluarga tak lama kemudian mereka pergi ke Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat saudara Cilubintang membentuk kelompok-kelompok yang dipimpin oleh seorang Nira atau kepala kelompok atau ketua kelompok. Sesudah terbentuk sembilan kelompok, tiap-tiap kelompok harus mencari sumber air. Setelah beberapa hari mencari sumber air, maka sebuah kelompok secara kebetulan melihat seekor kucing yang baru saja keluar dari semak-semak dengan badan telah basah. Maka kelompok itu masuk ke semak-semak ke arah keluar kucing tadi dan ternyata kucing itu baru habis minum dalam sebuah kolam (sumber air). Kelompok yang telah menemukan sumber air itu lalu memberi tanda dengan memukul tifa berkali-kali. Kemudian berdatanganlah kelompok-kelompok lain kepada kelompok yang menemukan sumber air itu, dan diceritakanlah tentang penemuan sumber air itu. Dengan bahasa adat, yaitu “Ramjati Kami Ramjati Kubunyi Ngeong-ngeong Kami Ramjati” dan bila ada acara cuci sumur pusaka, kabata itu harus disebutkan dalam beberapa waktu lamamya baru mereka membuat sumur. Tapi malang dalam penggalian sumur terjadi musibah tanah longsor, sehingga 33 orang meninggal dunia dan harus disiapkan kain putih sebanyak 99. [kutipan langung dari buku “Sejarah Banda Naira”]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jadi ngerti kan asal nama “Banda” yang dulunya “Andan”? Kita juga jadi tahu sebab musabab beberapa hal, seperti; asal terjadinya “kolam cilubintang”, kenapa disebut “pante sambayang”, atau cerita mistik dibalik penemuan “sumur pusaka” di lonthor? Dan masih banyak lagi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, ternyata Banda juga punya cerita mistis tentang asal muasal nya. Sama halnya dengan peradaban-peradaban besar dunia lainnya, seperti; mitologi Yunani Kuno, China, Mesir Kuno, dll. Mungkin itulah karakteristik masyarakat terdahulu yang begitu lekat dengan dunia mistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi agak sulit juga kalo “hikayat lonthor” disebut mistik, yang berarti gak masuk akal. Sebab, naskah itu ada dan tertulis, meskipun banyak yang meragukan keaslian bahasa yang ditulis dengan bahasa yang digunakan zaman itu. Dalam kunjungan Gubernur Jendral De Graaf pada 1925 di Banda Naira, Said Baadilla berhasil membawa De Graaf ke kampung adat Lontor untuk kunjungan resmi, dan De Graaf memberikan kampung adat Lontor bendera oranye sebagai tanda setia kepada Pemerintah Belanda. Saleh Nurbati atau Nerabati kemudian memberikan Hikayat Lontor kepada Gubernur Jendral Graaf. Pada 1927 keluarlah hasil penelitian dari ahli sejarah Belanda di Indische Museum Amsterdam, bahwa walaupun ditulis dalam bahasa Melayu dengan huruf Jawi (Arab), Hikayat Lontor dianggap tidak asli karena bahasa Melayu dari hikayat tersebut adalah bahasa Melayu abad ke-20 (modern) dan bukan bahasa Melayu kuno. Karena kejadian tersebut maka Regent Lontor Saleh diganti dengan O.K Samsi pada 1927.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Bung Hatta dibuang ke Banda Naira, saat berada di pantai Belakang Lontor seorang bernama Abdul Kader menunjukkan naskah hikayat itu kepada Bung Hatta. Setelah Bung Hatta membacanya, komentar Bung Hatta bahwa Bahasa yang digunakan dalam hikayat itu tidak sesuai dengan ragam bahasa yang semestinya digunakan pada zaman itu. Tulisan itu hanya merupakan dongengan, kata Hatta. Sementara itu Bung Sjahrir juga pernah mendengar adanya Hikayat Lontor, tapi ia tidak pernah membacanya dan juga tidak tahu siapa yang menyimpannya. Hikayat Lontor itu kalau betul otentik pasti sudah disebut oleh ahli sejarah Ulama Radjali dari Hitu atau Valentijn yang pernah tinggal di Lontor pada 1690-1701.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah “hikayat lonthor” hanya dongengan semata? Atau merupakan cerita asli rakyat Banda? Hanya Allah yang tahu. Kita hanya patut bersyukur, karena telah memiliki “sejarah” tanah kelahiran kita. Meskipun sejarah memang selalu “berpihak” pada penulisnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-7195697985830945691?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/7195697985830945691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=7195697985830945691&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/7195697985830945691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/7195697985830945691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2007/12/kenali-diri-lewat-sejarah-bag3.html' title='KENALI diri lewat SEJARAH (bag.3)'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-5493759264389832796</id><published>2007-12-12T20:22:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T09:04:21.575+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Political Dynamics and Religious Change...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Political Dynamics and Religious Change in the Late Pre-Colonial Banda Islands, Eastern Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Peter V. Lape&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Abstract&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/R2DCJ_Ke1SI/AAAAAAAAAEQ/Y9l7ENmWTnA/s1600-h/banda_naira_neira_maluku_ambon.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 116px; height: 158px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/R2DCJ_Ke1SI/AAAAAAAAAEQ/Y9l7ENmWTnA/s320/banda_naira_neira_maluku_ambon.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143324251287115042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Recently completed archaeological survey and excavation, in conjunction with a re-anal y  sis of historical documents and oral histories, brings to light new evidence about the pre-colonial (tenth to seventeenth centuries) society of the Banda Islands, once the world's sole source of nutmeg. The new data challenge historical assumptions about settlement, Islamization and the nature of trade networks in pre-colonial Banda. They also have implications for the history of conflict between Bandanese and European colonizers, which resulted in genocide, enslavement or forced migration of the Bandanese population in the 1620s, and the beginning of the colonial era in what is today Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;World Archaeology, Vol. 32, No. 1, Archaeology in Southeast Asia (Jun., 2000), pp. 138-155. This article consists of 18 page(s).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-5493759264389832796?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/5493759264389832796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=5493759264389832796&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/5493759264389832796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/5493759264389832796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2007/12/political-dynamics-and-religious-change.html' title='Political Dynamics and Religious Change...'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/R2DCJ_Ke1SI/AAAAAAAAAEQ/Y9l7ENmWTnA/s72-c/banda_naira_neira_maluku_ambon.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-1851270499555277734</id><published>2007-12-12T17:12:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T16:08:39.667+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artefak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikayat'/><title type='text'>KENALI diri lewat SEJARAH (bag.2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Oleh&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Muhammad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Farid, M.Sos&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(editor&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;Buku "Sejarah Banda Naira", Karya Des Alwi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Banda dalam hikayat kuno&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Sejarah Banda Naira, secara sederhana bisa dipetakan menurut masa-masa tertentu, berdasarkan temuan naskah-naskah kuno, maupun artefak-artefak yang tertimbun di dasar tanah Banda. Artinya, sejarah yang tertulis rapi baru ditemukan sejak masa penjajahan Portugis, atau bahkan Belanda persisnya.&lt;br /&gt;&lt;span class='fullpost'&gt;&lt;br /&gt;“Banda kuno” bisa ditemukan dalam sebuah naskah yang dikenal dengan nama “hikayat lonthor”. Meski naskah ini diragukan banyak pihak, termasuk para peneliti dan ahli sejarah Belanda di Indische Museum Amsterdam, namun bagi masyarakat Banda umumnya, naskah ini masih diakui orisinil. Sebab banyak sekali korelasi yang signifikan antara cerita dalam hikayat ini dengan adat-istiadat yang berlaku di masyarakat Banda sampai saat ini. Nah, karena itu, dengan mengetahui hikayat ini, kita akan semakin terbuka mata dan pikiran tentang makna dari dalam simpul-simpul adat yang selama ini kita lakukan. Penasaran kan apa isi hikayat-nya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-1851270499555277734?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/1851270499555277734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=1851270499555277734&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/1851270499555277734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/1851270499555277734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2007/12/kenali-diri-lewat-sejarah-bag2.html' title='KENALI diri lewat SEJARAH (bag.2)'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-8644034170743843704</id><published>2007-12-08T20:45:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T16:06:23.729+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artefak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikayat'/><title type='text'>Kenali diri lewat sejarah yuk.....</title><content type='html'>Oleh: Muhammad Farid&lt;br /&gt;(editor buku "Sejarah Banda Naira", karya Des Alwi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengar nama Banda, pasti agak asing buat kebanyakan orang, soalnya kata Banda sering dikaitkan dengan Banda Aceh, ujung Barat republik ini yang beberapa tahun lalu dapat cobaan Tsunami. Tapi banyak orang pasti ngerenyitkan dahi waktu dengar nama Banda Naira. Dimana sih letaknya? Itu pertanyaan yang sering muncul, yang kadang-kadang bikin kita pusing 7 keliling bagaimana cara nunjukinnya, karena di peta terlalu kecil alias cuma satu titik. Buat orang Banda pastinya tau dong, tapi yang bukan orang Banda, wajarlah....walaupun sebenarnya itu menunjukkan minimnya wawasan ke-nusantara-an kita, betul?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang baru mengenal Banda kalo kita sebutin bersamaan dengan tokoh-tokoh penting seperti; Bung Hatta, Sjahrir, Iwa K., Dr.Tjipto, untuk menyebut beberapa diantara tokoh-tokoh pendiri Republik Indonesia yang pernah "dibuang" disana. Ato figur Oom Des, seorang Sejarawan atau bahkan pelaku sejarah yang masih bisa kita temui saat ini. Nama-nama mereka memang terlalu "dekat" dengan Banda. Bahkan gak lengkap menyebut Banda tanpa nama dan peran mereka. Khususnya nama yang terakhir, jelas telah memberikan sumbangsih jiwa dan raga untuk "menjembatani" Banda dengan masa lalunya, masa kini, dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa arti Banda Naira? Mengapa disebut "Banda" dan mengapa pula disandingkan dengan kata "Naira"? Lalu apa artinya "Andansari", nama yang menurut banyak orang adalah nama asli kepulauan rempah-rempah itu? Mengetahui itu semua akan membuka wawasan kita tentang kedahsyatan Banda Naira dalam lintasan sejarah Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda, atau yang sebenarnya merupakan reduksi kata dari "Bandar", bermakna "Kota Pelabuhan", diduga kuat berasal dari bahasa melayu kuno, yang makna itu sekaligus menjelaskan eksistensi wilayah kepulauan ini di masa lalu sebagai "pelabuhan" rempah-rempah dunia. Bayangin aja, sejak 600thn lalu para saudagar dari negeri tirai bambu (China) sudah berdagang di Banda, lalu diikuti Islam (dari Spanyol), dan kemudian Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Melihat fenomena ramainya kota Banda, jelas aja, kata "Banda" harus disandingkan dengan kata "Naira", yang berasal dari kata Nayirah (bahasa Arab) atau yang artinya "bercahaya", "berkemilauan", sebab itulah banyak orang tertarik datang ke Banda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari Banda, pastinya adalah rempah-rempah yaitu Cengkeh dan Pala. Saking seringnya orang Cina dagang pala, mereka mengucapnya dengan kata Tjintieh (bahasa Cina), syzigium aromaticum untuk bahasa latin-nya. Sementara Pala lebih dikenal di dataran Eropa yang dikenal dalam bahasan latin Mauristica Fragrans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpaduan asal kata "Banda", yang dari melayu, dan "Nayirah", yang impor Arab, menegaskan persinggungan budaya lokal dan asing yang begitu intens terjadi dari dulu sampai sekarang. Bukan hanya itu, nama-nama desa, dan jalan-jalan di Banda sampai saat ini masih ada yang menggunakan nama import, seperti Papenberg (jerman/belanda), Selamon (arab), Run (inggris), jalan Eldorado (Portugis/Spanyol). Atau istilah perk untuk tempat-tempat tertentu, yang sebenarnya merujuk pada lokasi perk/perkebunan pala milik penjajah Belanda. Walhasil, Banda bukan hanya kaya akan rempah, tapi juga sangat kaya akan bahasa.&lt;br /&gt;Bersambung.......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-8644034170743843704?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/8644034170743843704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=8644034170743843704&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/8644034170743843704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/8644034170743843704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2007/12/banda-naira-asal-kita.html' title='Kenali diri lewat sejarah yuk.....'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-6118428067724261105</id><published>2007-12-07T11:34:00.001+07:00</published><updated>2007-12-12T20:46:00.465+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Salam Kenal:</title><content type='html'>Hai Teman-teman !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pengen tau nih siapa aja yang bisa mengakses ke sini biar kita saling tukar informasi.&lt;br /&gt;Saya : Safar Dody, Peneliti pada Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Jakarta. Saya punya ambisi untuk mengekspose Sumberdaya Laut  Banda Neira . Untuk itu saya juga minta dukungan teman-teman dari Sekolah Tinggi Perikanan Hatta Sjahrir Banda Neira dan teman lainnya dimanapun berada, untuk memulai suatu eksplorasi sumberdaya yang ada dan kemudian kita expose ke dunia luar (sudah tentunya lewat kegiatan penelitian ilmiah yang dibantu oleh mahasiswa STP). Ini juga bisa membantu para dosen dan mahasiswa untuk mengungkapkan buah pikirannya dengan metode ilmiah yang tepat.&lt;br /&gt;Ok saya tunggu tanggapan teman-teman !&lt;br /&gt;Capat kaneng ! Arumbae belang tar bisa laju, kalo tar panggayong sama-sama&lt;br /&gt;KAPALOOO !!&lt;p&gt;Salam,&lt;br /&gt;Dody (dodysafar@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.yahoo.com/r/hs"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-6118428067724261105?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/6118428067724261105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=6118428067724261105&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/6118428067724261105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/6118428067724261105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2007/12/perkenalan.html' title='Salam Kenal:'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-3316437357549199833</id><published>2007-12-07T09:46:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T20:47:25.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Harapan Dr. Ir Safar Dody, M.Si.</title><content type='html'>Assalamualaikum :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Ojohn dan Rekan-rekan orang Banda samua,&lt;br /&gt;sebaiknya katong saling kontak dulu dan boleh kita&lt;br /&gt;saling ngobrol dan selanjutnya boleh kita promosikan&lt;br /&gt;Banda dan saling mengsisi jika ada kekurangan sana&lt;br /&gt;sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok Beta sangat setuju dengan ide ini, disamping&lt;br /&gt;promosi Banda, juga makin mengasah wawasan kita&lt;br /&gt;sebagai putra Banda untuk bisa melek teknologi&lt;br /&gt;informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Dody&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-3316437357549199833?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/3316437357549199833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=3316437357549199833&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3316437357549199833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/3316437357549199833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2007/12/harapan-dr-ir-safar-dody-msi.html' title='Harapan Dr. Ir Safar Dody, M.Si.'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-7338524221353928187</id><published>2007-12-05T21:22:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T09:04:21.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Kerapatan dan Penutupan Mangrove Rhizopora stylosa di Gugusan Pulau Pari Kepulauan Seribu, Jakarta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;font-size:100%;"  &gt;Johny Dobo, Iis Triyulianti, Nurmila Anwar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xZH6nsslhzg/R1a29vKe01I/AAAAAAAAAAM/TH0pGb4YeYY/s1600-h/Embin_Dobo_Bandanaira.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juni 2007 yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kerapatan dan penutupan jenis vegetasi mangrove di  Pulau Kongsi dan Pulau Tengah gugusan Pulau Pari Kepulauan Seribu, Jakarta.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipe komunitas mangrove di lokasi penelitian adalah komunitas mono spesies yang hanya terdiri dari satu jenis mangrove Rhizophora yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rhizophora stylos&lt;/span&gt;a.  Adanya tipe komunitas seperti ini berkaitan dengan karakteristik lingkungan serta strategi reproduksi dan kolonisasi dari jenis tumbuhan yang hanya memungkinkan bagi jenis mangrove pioner ini tumbuh dan berkembang. Walaupun demikian, kerapatannya relatif tinggi karena selain keadaan fisik lingkungan yang sesuai untuk tumbuh, juga karena komunitas mangrove di Kepulaun Seribu relatif terpisah dari pemukiman penduduk dan tidak terdapat kegiatan konversi lahan mangrove, karenanya stabilitas ekosistem ini masih tetap terjaga.  Kenyataan bahwa tingginya nilai kerapatan semaian juga memperlihatkan proses suksesi yang berlangsung baik serta mencerminkan kemungkinan perkembangan komunitas mangrove ke kestabilan yang mantap.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rhizophora stylosa,&lt;/span&gt; kerapatan, luas penutupan, suksesi, komunitas monospesifik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-7338524221353928187?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/7338524221353928187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=7338524221353928187&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/7338524221353928187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/7338524221353928187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2007/12/kerapatan-dan-penutupan-mangrove.html' title='Kerapatan dan Penutupan Mangrove Rhizopora stylosa di Gugusan Pulau Pari Kepulauan Seribu, Jakarta'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5025948764999521538.post-6495894782795800204</id><published>2007-05-07T15:03:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T20:43:56.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lepas'/><title type='text'>What's Bandanaira?</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bandanaira&lt;/b&gt; is the only settlement of significant size on any of the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Banda_Islands" title="Banda Islands"&gt;Banda Islands&lt;/a&gt;, located in the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Maluku" title="Maluku"&gt;Maluku&lt;/a&gt; province of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;. The town is located on the central island of the Bandas group, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Banda_Neira&amp;amp;action=edit" class="new" title="Banda Neira"&gt;Banda Neira&lt;/a&gt;, the only one of the islands with enough flat space to allow a small town. Located in Bandanaira are government offices, stores, a wharf, and almost half of the archipelago's 14,000 population.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bandanaira was once the global center of the trade in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nutmeg" title="Nutmeg"&gt;nutmeg&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mace_%28spice%29" title="Mace (spice)"&gt;mace&lt;/a&gt;, as the Bandas Islands were the only source of these valuable spices until the mid-19th century. The modern town was established by members of the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dutch_East_India_Company" title="Dutch East India Company"&gt;Dutch East India Company&lt;/a&gt;, who forced out or exterminated most of the native &lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Bandanese&amp;amp;action=edit" class="new" title="Bandanese"&gt;Bandanese&lt;/a&gt; in order to exploit this lucrative resource.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5025948764999521538-6495894782795800204?l=www.bandanaira.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bandanaira.co.cc/feeds/6495894782795800204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5025948764999521538&amp;postID=6495894782795800204&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/6495894782795800204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5025948764999521538/posts/default/6495894782795800204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bandanaira.co.cc/2007/05/whats-bandanaira.html' title='What&apos;s Bandanaira?'/><author><name>joe embin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17594145938155387851</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_xZH6nsslhzg/R2X86Hdu3WI/AAAAAAAAAEo/8BkgDezmMIs/S220/fotoku_animasiku.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
